Ini Dampak Terlalu Sering Gonta-ganti Warna Rambut

- Terlalu sering mengganti warna rambut dapat merusak struktur rambut karena kandungan amonia dan peroksida, membuatnya mudah patah serta kehilangan kelembapan alami.
- Kandungan seperti paraphenylenediamine dalam pewarna rambut bisa memicu alergi, iritasi, hingga pembengkakan pada kulit kepala jika digunakan berlebihan.
- Pewarna rambut yang mengandung bahan kimia tertentu juga berisiko menyebabkan peradangan mata, gangguan kesuburan, bahkan potensi kanker bila digunakan tanpa kehati-hatian.
Mewarnai rambut menjadi salah satu cara yang kerap dilakukan oleh para perempuan agar penampilan mereka tampak berbeda. Untuk hasil yang maksimal, memilih warna rambut sesuai dengan warna kulit jadi hal yang perlu kamu pertimbangkan.
Sebab, pemilihan warna yang tidak tepat bisa membuat wajahmu jadi kusam. Di sisi lain, mengganti warna rambut terlalu sering juga bisa berdampak pada kesehatan rambut. Lantas, apa saja dampak mengganti warna rambut terlalu sering? Yuk, temukan jawabannya di bawah ini!
1. Rambut rusak

Ketika kamu terlalu sering mengubah warna rambut, maka rambutmu bisa rusak. Sebab, pewarna rambut mengandung amonia dan peroksida. Kedua kandungan ini disebut-sebut bisa membuat rambut mudah patah.
Tapi, kamu tidak perlu khawatir sebab kerusakan rambut ini bisa diatasi dengan memotong bagian yang rusak. Di samping itu, kamu juga bisa menggunakan vitamin dan masker rambut untuk mempercepat pemulihan.
2. Alergi

Tidak hanya berdampak pada rambut saja, terlalu sering mengganti warna rambut juga bisa membuat kamu alergi. Salah satu kandungan yang ada di dalam pewarna rambut, yaitu paraphenylenediamine memicu reaksi alergi.
Di sisi lain, kandungan tersebut bisa membuat penggunanya mengalami iritasi, hingga pembengkakan di area kulit kepala. Untuk mengatasi alergi akibat pewarna rambut juga tidak sulit, pertama-tama cuci rambutmu dengan air hangat, kemudian gunakan shampo yang lembut.
Selanjutnya, aplikasikan campuran minyak zaitun dan lemon untuk menenangkan kulit kepala yang iritasi. Jika kedua cara tersebut tidak berhasil, kamu bisa oleskan krim yang mengandung kortikosteroid di area terdampak.
3. Peradangan di area mata

Pada beberapa kasus, mengaplikasikan pewarna rambut dengan tidak hati-hati berpotensi mengenai area mata sehingga mata mengalami konjungtivitis. Konjungtivitis adalah kondisi ketika mata berubah menjadi merah akibat peradangan.
Selain karena pewarna rambut, peradangan di area mata juga bisa terjadi karena alergi terhadap debu, hingga tungau, kemudian juga efek samping melakukan prosedur extension bulu mata.
4. Masalah kesuburan

Siapa sangka kalau gonta-ganti warna rambut bisa berdampak pada masalah kesuburan? Salah satu kandungan yang ada di dalam pewarna rambut, yaitu formaldehid dipercaya bisa memicu kerusakan janin.
Oleh karena itu, apabila kamu tengah mengandung maka tidak disarankan untuk mengecat rambut.
5. Kanker

Di samping masalah kesuburan, terlalu sering mengganti warna rambut juga berpotensi memicu timbulnya penyakit kanker. Pasalnya, pewarna rambut memiliki kandungan yang bersifat karsinogenik.
Itulah dampak yang ditimbulkan akibat terlalu sering mengganti warna rambut. Semoga bermanfaat untuk kamu, ya, Bela!


















