pexels.com/karolina-grabowska
Tanda terakhir yang mungkin terkadang tidak dapat kamu rasakan atau kamu abaikan adalah kamu bahkan mungkin tidak yakin apakah temanmu menyukaimu atau tidak. Jika seseorang memiliki masalah dengan cara kamu berperilaku atau memiliki masalah dengan siapa kamu berteman, apa tujuan kamu, dan ingin menjadi siapa kamu, maka itu berarti seseorang tersebut tidak nyaman dengan siapa dirimu.
Saat ketidakcocokan itu berubah menjadi rasa bersalah, kontrol, manipulasi, atau bahkan kekerasan, itu adalah persahabatan yang abusive. Sangat sulit untuk berada dalam persahabatan yang mana kamu tidak menjadi dirimu sendiri. Kamu akan merasa sakit saat diejek ataupun kamu merasa tidaklah cukup menjadi dirimu sendiri di mata temanmu. Dia mencoba mengendalikan dirimu tanpa kamu menyadari hal tersebut. Meski temanmu mengaku bahwa ia menyayangimu, kamu mungkin ragu apakah ia benar-benar menyukaimu sebagai temannnya atau tidak.
Saat kamu sudah terlanjur dalam pertemanan yang abusive, kamu harus segera melepaskan hubungan tersebut. Kamu layak untuk mendapatkan persahabatan yang sehat di mana kamu tidak perlu takut untuk menjadi dirimu sendiri. Meski mungkin terasa sulit, kamu tentu akan bisa mendapatkannya suatu hari nanti.