instagram.com/georgerussell63
Hubungan George Russell dengan ayahnya sering kali menegangkan. Steve bukanlah tipe orang tua yang bersikap pengertian, melainkan disiplin dan menuntut. Sebuah sifat yang sering kali memicu perselisihan baik dengan putranya maupun istrinya. Ayahnya selalu memasang stopwatch lebih lambat untuknya kala latihan, supaya George bisa mencapai waktu yang lebih cepat lagi.
“Jika aku melakukan kesalahan konyol, dia akan sangat marah padaku,” kata pembalap 28 tahun itu.
“Selama delapan tahun itu, ada saat-saat bahagia, tetapi ada banyak kenangan sedih ketika orang tuaku bertengkar karena ayahku begitu keras terhadapku. Ibuku berusaha menjaga semuanya tetap utuh.
Harapannya adalah aku harus start dari posisi terdepan dan memenangkan setiap balapan, setidaknya selalu naik podium. Bahkan saat aku menang, perjalanan pulang tidak dipenuhi kebahagiaan. Dia hanya melihat di mana aku bisa lebih baik, tanpa pernah melihat sisi positifnya,” cerita lelaki yang dijuluki Russell the Rocket ini.
Steve Russell mulai melunakkan setelah George bergabung dengan Mercedes pada tahun 2017 lalu. Keduanya juga semakin dekat berkat kecintaan mereka yang sama terhadap Wolverhampton Wanderers.
Kini, setelah menjadi pembalap profesional, George Russell akhirnya bisa membayar kembali semua ‘pinjaman’ dari sang ayah itu. Mereka bahkan kerap berlibur bersama di sela kesibukan untuk menjaga hubungan keluarga.
“Aku telah mengembalikan semua yang dia habiskan untukku. Aku menegaskan bahwa begitu aku menghasilkan uang, aku ingin melunasi semuanya,” ungkap George.
Dalam sebuah unggahan di Instagramnya yang memperlihatkan kedua orang tuanya memegang trofi kemenangannya, George merasa bangga karena bisa memberi senyuman di wajah ayah dan ibunya.
“Sungguh perjalanan yang luar biasa hingga sejauh ini dan inilah hasil nyata dari kerja keras keluarga. Ini adalah pertama kalinya mereka memegang salah satu trofi F1-ku, dan aku merasa bangga melihat senyuman di wajah mereka,” tulisnya.