Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
6 Fakta Keluarga Amna Al Qubaisi, Pembalap Perempuan yang Ukir Sejarah
instagram.com/amnalqubaisi_official
  • Amna Al Qubaisi, pembalap asal Uni Emirat Arab kelahiran Amerika, mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menembus kelas Pro di ajang Porsche Carrera Cup Asia 2026.
  • Dibesarkan dalam keluarga pembalap, Amna mendapat bimbingan langsung dari ayahnya, Khaled Al Qubaisi, serta dukungan penuh dari ibunya yang selalu menemaninya di berbagai kompetisi internasional.
  • Bersama adiknya Hamda dan Abdulla, Amna membentuk trio bersaudara pembalap yang saling mendukung tanpa rivalitas, menjadi simbol inspiratif bagi generasi muda perempuan di dunia olahraga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sosok Amna Al Qubaisi menyorot perhatian karena mengukir sejarah baru dalam dunia balap. Perempuan berusia 26 tahun itu berhasil menembus kelas Pro di ajang Porsche Carrera Cup Asia (PCCA) 2026 yang selama ini hanya diisi oleh laki-laki. Nggak hanya itu, latar belakangnya juga mencuri perhatian karena merupakan pembalap berdarah Arab dan beragama muslim. 

Amna sendiri lahir dari keluarga yang berkarier di dunia balap mobil. Ayahnya seorang pembalap profesional. Berikut beberapa fakta keluarga Amna Al Qubaisi yang menjadi inspirasi banyak perempuan.

1. Kelahiran Amerika keturunan Arab

instagram.com/amnalqubaisi_official

Amna Al Qubaisi lahir pada 28 Maret 2000 di Washington, Virginia, Amerika Serikat. Ia merupakan putri dari pasangan Khaled Al Qubaisi dan Kawthar Al Qubaisi. Dalam unggahan Instagramnya, Amna membagikan arti namanya yang dalam bahasa Arab berarti aman, penyayang, dan jujur. Nama Amna memancarkan rasa ketenangan, kedamaian, dan perlindungan yang mendalam.

Meskipun lahir di Amerika, Amna Al Qubaisi merupakan keturunan Arab dari kedua orang tuanya yang berasal dari Uni Emirat Arab. Amna juga berkebangsaan Uni Emirat Arab. Sejak kecil, Amna sudah dekat dengan olahraga. Ia awalnya berlatih untuk jadi atlet gimnastik, tapi akhirnya menemukan passion di olahraga balap mobil.

Orang tua Amna adalah pendukung nomor satunya. Mereka memberi kebebasan penuh kepada Amna untuk mengejar karier, tapi dengan syarat menyelesaikan pendidikannya. Karena itu, Amna berkuliah di Universitas Sorbonne, Abu Dhabi, dengan program sarjana di bidang Manajemen Rekaman dan Ilmu Arsip.

2. Ayahnya seorang pembalap dan jadi mentornya

instagram.com/khaled_al_qubaisi

Kedekatan Amna kepada dunia balap tak lepas dari pengaruh sang ayah. Ayah Amna, Khaled Al Qubaisi, adalah seorang pembalap yang mencatat sejarah sebagai warga Uni Emirat Arab pertama yang berkompetisi dalam balapan 24 Jam Le Mans yang terkenal di Prancis dan berhasil meraih dua podium di kelasnya. Khaled Al Qubaisi juga mantan CEO Divisi Investasi Properti dan Infrastruktur di Mubadala Investment Company.

Saat Amna berkata ingin menekuni dunia balap mobil di usia 14 tahun, ayahnya pun dengan senang hati membimbing dan melatihnya. Mulai dari kompetisi kecil dan tingkat nasional, kini ia tumbuh menjadi seorang pembalap profesional di kancah internasional. 

3. Punya dua adik

instagram.com/ayqubaisi

Amna memiliki dua orang adik, laki-laki dan perempuan. Adik perempuannya bernama Hamda Al Qubaisi yang lahir pada 8 Agustus 2002. Adik laki-lakinya bernama Abdulla Al Qubaisi. Ketiganya memiliki hubungan yang hangat dan dekat, serta sama-sama menyukai dunia olahraga dan mobil. 

Tiga bersaudara ini suka membagikan momen kebersamaan mereka baik saat hangout bareng atau di arena balap. Di waktu senggang, mereka berlibur ke luar negeri, bikin konten tren bareng, sampai saling mendukung dan memuji satu sama lain.

4. Tiga bersaudara yang menjadi pembalap

instagram.com/amnalqubaisi_official

Tiga bersaudara Al Qubaisi sama-sama berkarier sebagai pembalap. Hamda Al Qubaisi sama populernya dengan sang kakak. Mereka pernah berkompetisi bersama di F1 Academy dan mencatat sejarah sebagai pembalap perempuan pertama yang berhasil naik podium di Kejuaraan F4 Italia. Ia juga merupakan bagian dari Red Bull Junior Team yang bergengsi. Kakak adik ini sering membagikan foto mereka di lintasan balap dengan kostum balapnya. 

Punya banyak prestasi dan mengukir sejarah, Amna dan Hamda Al Qubaisi bukan sekadar pembalap, tapi juga panutan. Mereka berhasil menghancurkan stereotip dan menginspirasi generasi muda perempuan di seluruh dunia untuk mengejar impian mereka dengan tekad yang kuat. 

Perjalanan hidup keduanya menjadi bukti akan kekuatan transformatif para atlet perempuan, yang menunjukkan bahwa dengan dedikasi, bakat, dan semangat yang tinggi, perempuan dapat unggul di bidang apa pun, bahkan di bidang-bidang yang kerap didominasi oleh laki-laki.

5. Nggak jadi rival tapi saling belajar

instagram.com/amnalqubaisi_official

Walau sering berkompetisi di ajang yang sama, Amna dan adiknya nggak pernah saling dendam. Mereka juga saling mendukung, memuji, dan mengagumi satu sama lain. 

“Adik perempuanku, Hamda, dia luar biasa. Di ajang F4 Italia, dia adalah perempuan pertama dalam sejarah yang berhasil naik podium, jadi aku benar-benar mengaguminya dan mengagumi gaya balapnya, betapa tenangnya dia, serta betapa rendah hatinya baik di lintasan maupun di luar lintasan. Jadi, aku akan mencoba mendorongnya agar lebih agresif, kuat, dan percaya diri, tapi aku menyukai kepribadiannya baik di dalam maupun di luar lintasan,” kata Amna tentang adik perempuannya. 

Amna juga mengaku kalau mereka tak menganggap saudaranya seperti rival, justru sebagai rekan setim. Mereka nggak pernah bertengkar sengit atau membalas dendam di arena balap.

“Sebenarnya ini sesuatu yang menurutku tidak akan dipahami oleh siapa pun, baik pembalap perempuan maupun laki-laki, ketika mereka memiliki saudara kandung yang balapan bersama di tim yang sama dalam seri yang sama. Kalian berdua bekerja sama seperti rekan setim sejati. Tidak ada dendam, tidak ada persaingan sengit. Orang-orang mengira kami akan selalu bertengkar atau semacamnya, tapi itu hanya hal yang singkat. Kami tidak akan menyimpan dendam satu sama lain seperti yang dilakukan rekan setim setelah balapan dan menyimpannya sepanjang musim. Kami membalas dendam dalam hal lain, bukan dalam balapan,” ungkap sang pembalap lagi.

Nggak cuma itu, Amna dan Hamda saling rendah hati dan mau belajar dari satu sama lain, khususnya mengenai gaya bertanding. Ini menjadikan mereka bertumbuh bersama tanpa harus diliputi ambisi yang negatif.

“Hal terpenting yang aku pelajari darinya adalah tetap fokus dan tidak mengubah atau bereksperimen dengan gaya balap di lintasan. Yang dia pelajari dariku adalah bersikap agresif, menyalip, dan berjuang mempertahankan posisi, karena Hamda sangat berhati-hati. Dia tidak suka merusak balapannya sendiri atau balapan orang lain, tapi aku selalu mendorongnya untuk melakukannya saja—kamu tidak akan rugi apa-apa,” ujar atlet berzodiak Aries itu.

6. Ibunya yang selalu berada di sisinya

instagram.com/amnalqubaisi_official

Selain sang ayah, pendukung utama Amna adalah ibunya. Mengutip dari Gulf News, Amna mengaku kalau ibunya lah yang memainkan peran besar dalam membentuk kariernya. Sang ibu selalu menemaninya di mana pun di bertanding, bahkan disebut telah mengorbankan banyak hal.

“Ibuku adalah bagian tak terpisahkan dari olahraga ini. Dia selalu menemaniku bepergian dan telah mengorbankan banyak hal dari kehidupan pribadinya untuk membantu membimbing diriku dan adikku ke ajang-ajang internasional,” aku Amna.

Ibu Amna sendiri tak terlalu tersorot publik dan memilih untuk lebih menjadi privasinya. Meski begitu, dukungannya pada kedua putrinya sangat besar.

7. Semua keluarga besarnya mendukung Amna

instagram.com/khaled_al_qubaisi

Dukungan yang berlimpah untuk Amna dan adiknya di dunia balap mobil juga datang dari keluarga besarnya. Ia bahkan terinspirasi dan termotivasi dari bibinya, Amal Al Qubaisi, yang juga pernah mencatat sejarah sebagai perempuan Uni Emirat Arab pertama yang terpilih sebagai Ketua Dewan Nasional Federal UEA pada tahun 2015. 

“Bibiku adalah seorang pelopor di bidangnya, dan aku tumbuh besar sambil mendengarkan kisah-kisah tentang dedikasi dan prestasinya dari nenekku,” kata Amna.

Itulah fakta keluarga Amna Al Qubaisi yang menjadi panutan untuk para generasi muda perempuan.

FAQ seputar Amna Al Qubaisi

Siapa Amna Al Qubaisi?

Amna Al Qubaisi adalah seorang pembalap mobil asal Uni Emirat Arab yang menjadi pembalap perempuan pertama yang berhasil menembus kelas Pro di ajang Porsche Carrera Cup Asia (PCCA) 2026.

Apa agama Amna Al Qubaisi?

Amna Al Qubaisi merupakan seorang muslim.

Siapa saudara Amna Al Qubaisi?

Amna Al Qubaisi memiliki dua orang saudara, Hamda Al Qubaisi dan Abdulla Al Qubaisi. Hamda juga seorang pembalap ternama yang masuk dalam kompetisi-kompetisi besar internasional.

Editorial Team