Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
5. STILL FILM - TBDS.jpeg
Dok. Goodwork

Intinya sih...

  • Sinopsis ‘Titip Bunda di Surga-Mu’ mengisahkan kehidupan tiga bersaudara yang tengah berada di fase hidup paling sulit.

  • Film ini menyoroti realitas komunikasi terputus antara orang tua dan anak dewasa serta kesalahpahaman kecil yang bisa menjelma menjadi jurang emosional.

  • Lewat karakter Alya, film ini memperlihatkan kegelisahan banyak orang yang ingin berbakti kepada orang tua, tapi juga ingin bertahan hidup dan mengejar mimpi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film drama keluarga masih menjadi salah satu tontonan yang paling dekat dengan kehidupan banyak orang. Melihat hal tersebut, RRK Pictures, Spectrum Film, dan Festival Pictures menghadirkan Titip Bunda di Surga-Mu, sebuah kisah tentang cinta orang tua yang kerap disalahartikan oleh anak-anaknya. 

Tayang mulai 26 Februari 2026, film ini menyoroti bagaimana tekanan ekonomi, ambisi, dan komunikasi yang timpang perlahan menciptakan jarak dalam sebuah keluarga. Berikut Popbela akan mengupas fakta dan sinopsis film Titip Bunda di Surga-Mu dalam artikel ini.

1. Sinopsis ‘Titip Bunda di Surga-Mu’

Titip Bunda di Surga-Mu mengisahkan kehidupan tiga bersaudara, yakni Alya (Acha Septriasa), Adam (Kevin Julio), dan Azzam (Abun Sungkar), yang tengah berada di fase hidup paling sulit. Tekanan finansial, impian yang belum tercapai, serta ego masa dewasa membuat hubungan mereka dengan orang tua, Bunda Mozza (Meriam Bellina) dan Ayah Akbar (Ikang Fawzi), semakin renggang.

Di mata anak-anaknya, Bunda dan Ayah dianggap terlalu kaku, pelit, dan tak paham kebutuhan zaman sekarang. Padahal, di balik sikap yang terasa menyebalkan itu, tersimpan cinta dan pengorbanan yang tak pernah diucapkan. Konflik pun memuncak ketika masing-masing anak mulai mempertanyakan sejauh mana mereka boleh “mencari jalan keluar”, bahkan jika itu berarti mengorbankan keluarga sendiri.

2. Potret relasi orang tua dan anak yang relatable

Dok. Goodwork

Film ini menyoroti realitas yang dekat dengan banyak keluarga, yakni komunikasi yang terputus antara orang tua dan anak dewasa. Kasih sayang yang dimaksudkan sebagai perlindungan justru diterjemahkan sebagai pengekangan, sementara keinginan anak untuk mandiri sering disalahartikan sebagai pembangkangan. Titip Bunda di Surga-Mu memperlihatkan bagaimana kesalahpahaman kecil, jika dibiarkan, bisa menjelma menjadi jurang emosional yang sulit dijembatani.

3. Karakter Alya jadi representasi kegelisahan banyak anak muda

Dok. Goodwork

Lewat karakter Alya, Acha Septriasa menampilkan sosok anak perempuan yang terjebak di antara rasa sayang pada orang tua dan kerasnya realitas hidup. Alya mencerminkan kegelisahan banyak orang yang ingin berbakti kepada orang tua, tapi juga ingin bertahan hidup dan mengejar mimpi. Konflik batin ini membuat kisahnya terasa sangat manusiawi dan dekat dengan generasi yang sedang berada di fase “dewasa tanggung”.

“Karakter Alya dan adik-adiknya ini mewakili kegelisahan banyak orang. Kita sayang orang tua, tapi terkadang himpitan ekonomi dan tuntutan hidup membuat kita ‘buta’ sesaat. Di teaser ini, penonton bisa melihat betapa rumitnya komunikasi antara anak yang merasa tidak didengar dan orang tua yang punya cara mencintai yang berbeda. Ini peran yang sangat manusiawi,” ujar Acha Septriasa.

4. Bahasa cinta ibu yang sering disalahpahami

Dok. Goodwork

Bunda Mozza, yang diperankan Meriam Bellina, hadir sebagai sosok ibu dengan bahasa cinta yang tak selalu manis di telinga anak-anaknya. Wejangan, tuntutan, dan sikap hematnya sering dianggap berlebihan, padahal semuanya lahir dari ketakutan dan keinginan melindungi. Film ini mengajak penonton melihat dari sudut pandang orang tua bahwa cinta tak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dipahami.

“Bunda Mozza mungkin terlihat menaruh ekspektasi besar ke anak-anaknya, tapi itu adalah bahasa cintanya. Saya ingin penonton melihat bahwa di balik setiap wejangan atau sikap 'pelit' seorang ibu, sering kali tersimpan pengorbanan besar yang tidak mereka ceritakan. Memerankan Mozza membuat saya belajar lagi tentang sabar dan cinta yang tak bersyarat,” tutur Meriam Bellina.

5. Diadaptasi dari novel

Dok. Goodwork

Diadaptasi dari novel karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata, film ini disutradarai oleh Hanny R. Saputra yang menekankan kejujuran emosi sebagai kekuatannya. Titip Bunda di Surga-Mu bukan sekadar drama air mata, melainkan cermin sosial tentang hal-hal kecil yang sering kita abaikan karena terlalu sibuk menjalani hidup.

“Lewat teaser trailer ini, kami ingin memperlihatkan bahwa 'Titip Bunda di Surga-Mu' bukan kisah yang mengada-ada. Ini soal hal-hal kecil yang terlewatkan karena kita terlalu sibuk. Kami mengemas emosi, konflik, dan kehangatan dengan sederhana, berharap ini bisa menjadi pengingat manis bagi penonton untuk lebih menghargai waktu bersama orang tua sebelum terlambat,” jelas sang sutradara, Hanny R. Saputra.

6. Bertabur aktor lintas generasi

Dok. Goodwork

Selain Acha Septriasa, Kevin Julio, Abun Sungkar, Meriam Bellina, dan Ikang Fawzi, film ini juga dibintangi Zora Vidyanata, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, hingga Asri Welas. Dijadwalkan tayang mulai 26 Februari 2026, film ini siap menjadi tontonan keluarga yang menghangatkan sekaligus menguras emosi di momen Lebaran.

Editorial Team