Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
EP 'Rumah', Kisah Personal Angel Pieters tentang Cinta dan Keluarga
Instagram.com/angelpieters
  • EP Rumah berisi tujuh lagu personal Angel Pieters tentang keluarga, kehilangan, cinta, dan proses berdamai dengan masa lalu.

  • Angel menuangkan pengalaman tentang ayah, pernikahan, rasa asing di rumah, serta penerimaan dalam hubungan.

  • Karya ini juga menjadi pesan Angel untuk anaknya tentang keluarga yang tidak sempurna dan usaha menciptakan ruang aman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Angel Pieters merilis EP Rumah yang berisi tujuh lagu dengan cerita personal tentang keluarga, kehilangan, cinta, dan proses berdamai dengan masa lalu.
  • Who?
    Angel Pieters, penyanyi yang untuk pertama kalinya mendapat kesempatan menulis lagu sendiri dalam proyek ini.
  • Where?
    Dalam wawancara eksklusif bersama Popbela; lokasi wawancara per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Setelah hampir 19 tahun berkarier di industri musik, Angel mengerjakan EP ini; waktu perilisan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Angel ingin mengabadikan pengalaman hidupnya dan mewariskan pesan kepada anaknya tentang keluarga yang tidak benar-benar sempurna.
  • How?
    Ia menuangkan pengalaman tentang ayah, pernikahan, hubungan, kehilangan, dan penerimaan melalui tujuh lagu dalam EP Rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Angel Pieters membuat tujuh lagu tentang keluarganya, ayahnya, suaminya, cinta, dan perasaan sedih. Ia juga pertama kali banyak menulis lagu sendiri. Sekarang, Angel bilang lagu-lagu itu membantunya berdamai dengan masa lalu. Ia ingin anaknya nanti tahu bahwa keluarga tidak selalu sempurna, tetapi tetap bisa saling menyayangi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

EP Rumah menunjukkan bahwa pengalaman kehilangan, kekecewaan, dan perbedaan dalam hubungan dapat diolah menjadi karya yang jujur. Angel juga memakai musik sebagai pesan untuk anaknya, sekaligus menggambarkan usaha berdamai dengan masa lalu dan menciptakan ruang aman bagi orang-orang yang dicintainya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orang mungkin punya definisi rumah yang berbeda. Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat untuk beristirahat setelah melewati hari yang melelahkan. Namun, bagi yang lain, rumah bisa berarti kehadiran seseorang yang membuat kita merasa diterima, bahkan ketika sedang berada di titik terendah.

Makna tersebut menjadi benang merah dalam EP terbaru Angel Pieters bertajuk Rumah, yang berisi tujuh lagu dengan cerita personal tentang keluarga, kehilangan, cinta, hingga proses berdamai dengan masa lalu. Menariknya, dalam proyek ini Angel juga untuk pertama kalinya mendapat kesempatan menulis lagu sendiri dan menuangkan pengalaman hidupnya dengan lebih jujur.

Dalam wawancara eksklusif bersama Popbela, Angel bercerita bahwa EP ini bukan sekadar kumpulan lagu sedih, melainkan potongan perjalanan hidup yang kini bisa ia lihat dengan lebih lapang. Berikut beberapa cerita di balik EP Rumah yang dibagikan Angel Pieters.

1. EP Rumah menjadi karya paling personal bagi Angel Pieters

Popbela.com/Windari Subangkit

Setelah hampir 19 tahun berkarier di industri musik, Angel mengaku baru kali ini bisa begitu produktif menulis lagu berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia menyebut proses pengerjaan EP Rumah terasa sangat organik karena tidak ada cerita yang sengaja dilebihkan ataupun dikurangi.

Menurutnya, setiap lagu merupakan bagian dari perjalanan hidup yang ingin ia abadikan, mulai dari hubungan dengan ayah, ibu, dan oma, hingga kehidupannya sekarang sebagai seorang istri dan ibu.

“Kalau kita berbicara tentang vulnerability, I'm really being vulnerable in this EP,” ungkap Angel.

Meski beberapa lagu terdengar sendu, ia menegaskan bahwa EP ini bukan dibuat untuk meratapi masa lalu. Sebaliknya, Rumah menjadi bukti bahwa dirinya sudah melewati berbagai pengalaman tersebut dan mulai berdamai dengan luka yang pernah dirasakan.

2. Lagu "Rindu" menjadi cara Angel memahami kepergian sang ayah

Instagram.com/angelpieters

Salah satu lagu yang paling menantang untuk ditulis Angel adalah “Rindu”. Lagu ini berangkat dari perasaan marah terhadap sang ayah yang telah pergi, meskipun selama hidupnya ia mengenal sang ayah sebagai sosok yang baik dan sangat mendukung perjalanan kariernya.

Angel bercerita bahwa ayahnya selalu hadir dalam berbagai momen penting, termasuk ketika dirinya bernyanyi. Sang ayah bahkan kerap memberikan semangat dan masukan agar Angel terus berkembang.

Namun, seiring bertambah dewasa dan menjalani kehidupan rumah tangga sendiri, Angel mulai memahami bahwa kehidupan orang dewasa tidak selalu mudah. Ia pun perlahan menyadari bahwa kemarahan yang selama ini dirasakan sebenarnya berakar dari kehilangan dan kerinduannya terhadap sang ayah.

“Dan baru bisa ngomong aku rindu ketika aku sudah sembuh. Ketika aku ngerti, oh ternyata dia ini seperti ini,” ceritanya.

Melalui lagu tersebut, Angel mencoba mengungkapkan bahwa terkadang perasaan marah terhadap seseorang yang sudah tiada sebenarnya menyimpan kerinduan yang belum sempat tersampaikan.

3. “Berikan Nyaman” terinspirasi dari kehidupan pernikahannya

Popbela.com/Windari Subangkit

Berbeda dari "Rindu", lagu “Berikan Nyaman” justru dibuat Angel untuk sang suami. Lewat lagu ini, ia ingin berbicara tentang pentingnya memahami kebutuhan pasangan, terutama ketika keduanya memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi masalah.

Angel mengaku dirinya termasuk orang yang ekspresif dan cenderung ingin segera membicarakan persoalan. Sementara itu, sang suami memiliki kepribadian introvert dan membutuhkan waktu untuk memproses perasaannya.

Dari perbedaan tersebut, Angel belajar bahwa memberikan kenyamanan kepada pasangan tidak selalu berarti harus terus mengajak bicara atau mencari solusi saat itu juga. Ada kalanya seseorang hanya membutuhkan ruang untuk bernapas dan waktu untuk dirinya sendiri.

“Intinya adalah memberikan spasi untuk dia bernapas dulu. Itu nyamannya dia,” ujar Angel.

Baginya, komunikasi memang penting dalam hubungan, tetapi memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan pasangan juga tidak kalah berarti. Terkadang, hadir dan mendengarkan saja sudah cukup untuk menunjukkan dukungan.

4. “Rumah Sendiri” bercerita tentang rasa asing di tempat yang seharusnya nyaman

Instagram.com/angelpieters

Salah satu lagu lain yang menarik perhatian adalah “Rumah Sendiri”. Angel menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari kumpulan cerita orang-orang di sekitarnya, sekaligus memiliki benang merah dengan pengalaman keluarganya sendiri.

Lewat lagu ini, ia ingin menggambarkan situasi ketika seseorang secara fisik masih memiliki rumah dan tinggal bersama keluarga, tetapi justru merasa asing saat berada di dalamnya.

Bahkan, seseorang bisa tinggal bersama orang-orang yang memiliki hubungan darah dengannya, tetapi tidak merasa cukup nyaman untuk bercerita atau menyampaikan isi hati. Kondisi tersebut membuat rumah yang seharusnya menjadi tempat pulang justru terasa sepi.

Angel menggambarkan perasaan tersebut melalui penggalan lirik “beri teman sepi”. Menurutnya, ketika seseorang tidak lagi merasa didengar, dimengerti, atau dipeluk secara emosional, kesepian bisa menjadi satu-satunya teman yang tersisa.

5. “Garis Tangan” mengajarkan tentang penerimaan dalam hubungan

Popbela.com/Windari Subangkit

Lewat lagu “Garis Tangan”, Angel mengangkat cerita tentang dua orang yang pada akhirnya harus berjalan ke arah berbeda meskipun pernah berharap bisa bersama selamanya.

Menurutnya, lagu ini bukan hanya berbicara tentang hubungan romantis, tetapi juga tentang penerimaan terhadap hal-hal dalam hidup yang memang tidak selalu bisa kita kendalikan.

Angel percaya bahwa mempertahankan hubungan membutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Namun, jika seseorang sudah berusaha mencari jalan tengah dan ternyata hubungan tersebut justru semakin melukai, berpisah juga bisa menjadi pilihan.

Ia bahkan secara khusus menyoroti hubungan yang melibatkan kekerasan atau tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai pribadi seseorang.

“Lebih baik berpisah, tapi kita bisa sembuh. Karena sendiri itu juga nggak apa-apa kok. Normalisasikan itu,” ungkapnya.

Angel juga tidak sepakat dengan anggapan bahwa pasangan harus menjadi other half atau belahan jiwa yang sepenuhnya melengkapi diri kita. Baginya, dua orang dengan kepribadian berbeda justru perlu belajar saling memahami dan bertemu di jalan tengah.

6. Lewat EP Rumah, Angel ingin mewariskan pesan untuk anaknya

Instagram.com/angelpieters

Di balik cerita yang cukup personal, ternyata ada alasan lain mengapa Angel ingin mengabadikan pengalaman hidupnya melalui EP ini. Ia menyebut karya tersebut juga menjadi semacam pesan untuk sang anak agar kelak bisa memahami bahwa tidak ada keluarga yang benar-benar sempurna.

Sebagai seorang ibu, Angel tentu ingin memberikan kehidupan yang baik untuk anaknya. Namun, ia juga menyadari bahwa dirinya tidak bisa menjamin kehidupan keluarga akan selalu berjalan tanpa masalah.

Ia berharap, ketika suatu hari sang anak menghadapi masa sulit, lagu-lagu dalam EP Rumah bisa menjadi pengingat bahwa ibunya juga pernah mengalami kehilangan, kekecewaan, dan masa-masa gelap, tetapi tetap berusaha untuk berdamai dengan semuanya.

“Aku pengen ketika suatu hari kegelapan itu sampai ke dia, dia dengar lagu-lagu ini, dia bisa tahu, dulu hidup ibu aku tuh seperti ini. Ibuku bisa berdamai, loh. Aku juga masih bisa,” tuturnya.

Bagi Angel, rumah yang sempurna memang tidak ada. Namun, bukan berarti seseorang tidak bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan menciptakan ruang aman bagi orang-orang yang dicintainya. Pesan itulah yang ingin ia tinggalkan melalui tujuh lagu dalam EP Rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article