Keputusan bercerai tersebut bagi Dahlia bukan hanya untuknya, tapi juga untuk anak-anaknya. Ia tak ingin anak-anaknya menganggap normal ibu dan ayah yang terus bertengkar.
“Dan titik sampai aku benar-benar memutuskan untuk, ‘sudah deh kayaknya memang sudah nggak bisa lagi dilanjutin', justru aku melihat anak-anak sebenarnya. Karena melihat anak-anak, jadi bukan untuk diriku sendiri, justru untuk mereka.
Karena ya itu sering berantem, nggak cocok, dan itu terjadi juga di depan anak-anak. Terus aku punya anak perempuan, anak laki-laki juga iya. Justru mereka yang bikin aku kayak ‘oke nggak bisa nih’.
Karena kalau diteruskan, anak-anakku akan berpikir kalau ini normal. Kalau misalkan someday mereka menikah, aku punya anak perempuan, terus nanti dia pikir, ‘ah mama juga dulu kayak gini, baik-baik aja tetap bertahan’. Terus anakku yang laki-laki misalkan, mikir, ‘alah orang-orang tuaku juga begini kok’, gitu lho. Aku tidak ingin mereka berpikir kalau pernikahan yang seperti itu normal,” jelasnya.
Setelah bercerai, Dahlia memilih keluar dari rumah mereka dan anak-anaknya tetap tinggal bersama Fandy. Perubahan tersebut merupakan yang tersulit untuknya. Waktu yang biasanya banyak dihabiskan dengan anak-anaknya jadi berkurang. Dahlia pun sedang bekerja dengan keras untuk mengumpulkan pundi-pundi agar bisa membangun rumah dan tinggal bersama dengan anak-anaknya lagi.