Berusaha berpikir positif memang bisa membantu seseorang melewati situasi yang sulit. Memberikan semangat juga menjadi salah satu bentuk kepedulian ketika melihat orang terdekat sedang menghadapi masalah.
Namun, ada kalanya kalimat penyemangat justru membuat seseorang merasa semakin tertekan. Terlebih ketika ucapan tersebut membuatnya seolah tidak boleh sedih, kecewa, marah, atau berduka atas apa yang sedang dialaminya. Hal inilah yang sering disebut sebagai toxic positivity. Alih-alih memberikan ruang untuk merasakan emosinya, seseorang justru didorong untuk selalu melihat sisi positif dari situasi yang sebenarnya sedang berat.
Padahal, tidak semua masalah harus langsung disikapi dengan kalimat positif. Terkadang, seseorang hanya membutuhkan didengarkan dan ditemani tanpa merasa emosinya sedang dihakimi. Lantas, apa saja contoh kalimat toxic positivity yang sebaiknya dihindari?
