Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
ilustrasi seorang narsistik (freepik.com/kroshka__nastya)
ilustrasi seorang narsistik (freepik.com/kroshka__nastya)

Intinya sih...

  • Punya mentalitas korban, sering merasa tidak dihargai dan memanfaatkan cerita sedih untuk simpati.

  • Kerap bersikap pasif-agresif, seperti silent treatment dan komentar sinis yang menusuk.

  • Melakukan manipulasi emosional dengan tujuan mengendalikan situasi dan membuat orang lain merasa bersalah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Narsistik merupakan kepribadian yang ditandai oleh keinginan untuk mendapatkan kekaguman berlebih, merasa diri lebih unggul dibandingkan orang lain, hingga kerap melakukan manipulasi emosional pada orang lain demi kepentingan diri sendiri. Kepribadian narsistik sendiri berada di dalam sebuah spektrum, di mana pada kondisi ekstrem, seseorang bisa masuk ke dalam kategori gangguan kepribadian narsistik atau NPD yang hanya bisa didiagnosa oleh seorang profesional di bidang kesehatan mental.

Kepribadian ini secara umum mempunyai beberapa tipe, namun yang paling sulit dikenali ialah tipe covert narcissist atau narsistik terselubung. Seorang covert narcissist kerap terlihat rendah hati, pemalu, dan seringkali nggak tampak membahayakan pada awalnya. Namun, di balik sikap yang terkesan 'lembut' ini, ada arogansi yang besar, rasa haus untuk dikagumi, serta keinginan kuat untuk mengendalikan.

Nah, di dalam artikel ini, Popbela akan bahas beberapa ciri covert narcissist yang penting untuk kamu pahami, dilansir dari laman We Level Up Washington.

1. Punya mentalitas korban

ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Para covert narcissist biasanya mempunyai mentalitas korban. Sering kali mereka merasa nggak ada satu pun orang yang peduli, maupun mengerti perasaan mereka. Kata-kata seperti, “Nggak ada orang yang menghargaiku” atau “Orang-orang selalu memanfaatkanku” pun sering terlontar dari mulut mereka.

Tak jarang, mereka juga ‘menjual’ cerita sedih untuk menarik simpati orang-orang di sekelilingnya, yang mana membuat orang lain berusaha untuk memahami mereka.

2. Kerap bersikap pasif-agresif

ilustrasi laki-laki bersikap pasif-agresif (pexels.com/Timur Weber)

Orang-orang dengan kepribadian narsistik yang terselubung pada dasarnya sering bersikap pasif-agresif, atau mengungkapkan kemarahan secara tersirat, ketimbang secara langsung. Misalnya dengan membanting pintu, melakukan silent treatment atau perlakuan diam, hingga memberikan komentar sinis yang menusuk. Korban yang mengalami perlakuan semacam ini tentu rentan merasa bingung dan frustasi.

3. Melakukan manipulasi emosional

ilustrasi pasangan berantem (pexels.com/Timur Weber)

Manipulasi emosional juga kerap dilakukan oleh para covert narcissist dengan tujuan untuk mengendalikan situasi. Misalnya, mereka mengatakan hal seperti, “Sepertinya aku hanyalah beban bagimu” atau “Gara-gara kamu aku seperti ini” agar kamu merasa bersalah. Nggak cuma berusaha mengontrol keadaan, sikap seperti ini ditunjukkan agar mereka nggak disalahkan atas kesalahan yang mereka perbuat.

4. Punya rasa iri dan kebencian terpendam

ilustrasi perempuan marah (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Menyimpan rasa iri dan benci adalah hal ‘lumrah’ bagi para narsistik yang terselubung. Tak ayal, ketika mereka melihat pencapaian orang lain, bukannya muncul rasa bahagia, justru mereka merasa sangat terancam karenanya. Mereka pun mungkin memberikan pujian dengan nada kecemburuan, atau mulai membandingkan pencapaian orang lain dengan pencapaian diri sendiri.

Kalimat seperti, “Hidupmu beruntung sekali, nggak sepertiku yang sudah berusaha keras tapi tetap tidak berhasil” atau “Sebagai seorang pemula, kamu ternyata hebat juga, ya” pun sering mereka katakan.

5. Sangat sensitif terhadap kritik

ilustrasi pasangan toxic (freepik.com/freepik)

Kritikan nampaknya menjadi musuh terbesar bagi narsistik terselubung. Yes, mereka sangat sensitif dengan segala jenis kritik, termasuk kritik yang ringan dan membangun sekalipun. Alih-alih melihatnya sebagai hal yang membuat mereka bertumbuh, mereka justru merasa umpan balik sebagai sebuah serangan, serta mengungkapkan betapa terlukanya mereka karena mendengar kritikan semacam itu.

Beberapa reaksi seperti emosi yang meledak-ledak, melakukan perlakuan diam, maupun menunjukkan wajah cemberut menjadi hal yang sering mereka tunjukkan.

6. Jarang mengakui kesalahan

ilustrasi pasangan berantem (pexels.com/RDNE Stock project)

Terakhir, covert narcissist bisa dikenali saat mereka jarang mengakui kesalahan. Walaupun sudah diperlihatkan bukti atas kesalahan mereka secara jelas, para narsistik terselubung justru mengelak dan malah menyalahkan orang lain atas perilaku mereka.

Buruknya lagi, mereka mungkin berusaha meyakinkan bahwa tidak ada kejadian semacam itu kepada korban, alias melakukan gaslighting. Maka dari itu, seringkali korban mempertanyakan ingatan mereka.

Jadi, itulah beberapa ciri dari covert narcissist. Dengan memahami ciri di atas, semoga kamu bisa bersikap lebih waspada ya, Bela.

Editorial Team