Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Menetapkan Boundaries Tanpa Merasa Bersalah, Berani Bilang Tidak!
pexels.com/Mikhail Nilov
  • Menetapkan boundaries dimulai dengan mengenali situasi yang memicu rasa tidak nyaman, lelah, kesal, atau tertekan, lalu menentukan perilaku yang masih bisa dan tidak bisa diterima.

  • Batasan perlu disampaikan secara jelas, tenang, dan spesifik kepada teman atau keluarga, termasuk belajar mengatakan “tidak” secara sopan sesuai kapasitas diri.

  • Menjaga boundaries membutuhkan konsistensi tanpa rasa bersalah; tujuannya melindungi waktu, energi, privasi, dan kenyamanan diri, bukan mengontrol perilaku orang lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah nggak enak hati saat ingin menolak ajakan teman, merasa harus membalas chat dengan cepat, atau bahkan sulit mengatakan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, Bela? Jika iya, mungkin sudah waktunya kamu mempelajari cara menetapkan boundaries.

Dalam kehidupan sehari-hari, ada kalanya kamu perlu mengatakan “tidak”, mengambil waktu untuk diri sendiri, atau memberi tahu orang lain tentang hal-hal yang membuatmu merasa kurang nyaman.

Dengan menetapkan bounderies, kamu berusaha menjaga hubungan tetap sehat sekaligus paham kebutuhan diri sendiri. Lantas, bagaimana cara menetapkan boundaries tanpa merasa bersalah? Yuk, simak beberapa tipsnya berikut ini!

1. Kenali dulu batasan yang kamu butuhkan

pexels.com/Antoni Shkraba

Sebelum menyampaikan boundaries kepada orang lain, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami diri sendiri. Coba perhatikan situasi apa saja yang membuatmu merasa tidak nyaman, lelah, kesal, atau bahkan tertekan.

Hal-hal itu bisa menjadi petunjuk mengenai batasan yang sebenarnya kamu butuhkan. Jadi, luangkan waktu untuk mengenali apa yang membuatmu nyaman dan tidak nyaman, ya. Nantinya, kamu juga akan lebih mudah menentukan batasan secara spesifik.

2. Tentukan hal yang masih bisa dan tidak bisa kamu terima

Setelah memahami apa yang membuatmu tidak nyaman, cara menetapkan boundaries tanpa merasa bersalah selanjutnya yaitu coba tentukan hal yang masih bisa dan tidak bisa kamu terima. Jangan hanya berpikir, "Aku nggak suka diperlakukan seperti ini,", tetapi tentukan juga perilaku seperti apa yang sebenarnya tidak bisa kamu terima.

Contohnya, jika kamu tidak nyaman menerima telepon pekerjaan di luar jam kerja, maka kamu bisa menetapkan bahwa setelah jam tertentu kamu tidak akan membuka chat pekerjaan. Terkecuali apabila memang ada kondisi yang benar-benar mendesak.

3. Sampaikan boundaries dengan jelas

pexels.com/Thirdman

Melansir National Alliance or Mental Ilness, cara menetapkan boundaries juga harus dilakukan dengan menyampaikan batasan-batasan pada orang-orang terdekat, baik pacar, teman, maupun keluarga.

Kamu bisa menyampaikan batasan dengan kalimat sederhana dan tetap tenang. Misalnya, "Aku tidak nyaman memeluk orang, tetapi kita bisa bersalaman sebagai tanda perpisahan." Lewat cara itu, kamu sedang menjelaskan perasaan sekaligus batasan yang kamu miliki tanpa harus menyerang karakter orang lain.

4. Belajar mengatakan "tidak"

Salah satu bagian tersulit dalam menetapkan boundaries adalah mengatakan "tidak". Apalagi jika kamu terbiasa menjadi orang yang takut mengecewakan orang lain. Namun dalam hal ini, mengatakan "tidak" bukan berarti kamu menjadi orang yang jahat dan tidak peduli.

Kamu hanya sedang mempertimbangkan kapasitas diri sebelum menerima sesuatu. Kalau belum terbiasa menolak secara langsung, kamu bisa menggunakan kalimat yang tetap sopan, seperti "Maaf, kali ini aku belum bisa membantu," atau "Aku sedang punya beberapa hal yang harus diselesaikan, jadi maaf belum bisa ikut."

5. Jangan merasa bersalah karena punya batasan

pexels.com/Mental Health America (MHA)

Rasa bersalah biasanya sering muncul setelah kamu mulai mengatakan "tidak". Kamu mungkin berpikir bahwa orang lain akan kecewa, marah, atau menganggapmu berubah. Perasaan tersebut tentunya wajar, apalagi kalau sebelumnya kamu terbiasa selalu memenuhi keinginan orang lain.

Pasalnya, menjaga waktu, energi, privasi, dan kenyamanan diri sendiri juga merupakan bagian dari menghargai diri sendiri. Kamu tetap bisa peduli kepada orang lain tanpa harus selalu mengorbankan kebutuhanmu sendiri, Bela.

6. Konsisten dengan boundaries yang sudah dibuat

Menetapkan boundaries bukan hanya soal mengatakannya sekali, tetapi juga tentang konsistensi dalam menjalankannya, Bela. Misalnya, kamu sudah memberi tahu teman bahwa kamu tidak nyaman menerima telepon larut malam untuk hal yang tidak mendesak.

Kalau batasan tersebut kembali dilanggar, kamu bisa mengingatkan dengan tenang. Konsistensi membantu orang lain memahami bahwa batasan yang kamu buat memang serius.

7. Pahami bahwa boundaries bukan untuk mengontrol orang lain

pexels.com/Vitaly Gariev

Terakhir yang nggak kalah penting, boundaries dibuat bukan untuk mengontrol perilaku orang lain. Namun, boundaries ditetapkan untuk mengatur apa yang bisa kamu lakukan atau bagaimana kamu ingin diperlakukan.

Misalnya daripada mengatakan, "Kamu nggak boleh menghubungiku setelah jam 9 malam," kamu bisa mengatakan, "Setelah jam 9 malam, aku biasanya nggak akan membalas pesan kecuali ada hal yang mendesak."

Perbedaannya cukup terlihat, bukan? Kamu tidak memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu, melainkan menjelaskan keputusan yang akan kamu ambil untuk menjaga dirimu sendiri.

Demikian tujuh cara menetapkan boundaries tanpa merasa bersalah yang bisa kamu praktikkan sendiri. Jadi, kalau selama ini kamu sering merasa kewalahan karena terlalu banyak mengiyakan sesuatu, mungkin ini saatnya mulai belajar mengatakan "tidak", ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article