Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Enmeshed Family? Kenali 5 Tanda Hilangnya Batasan Keluarga
magnific.com/magnific
  • Enmeshed family adalah kondisi batas pribadi dan emosional antaranggota keluarga kabur, sehingga seseorang merasa bertanggung jawab atas perasaan, keputusan, atau masalah anggota lain.

  • Polanya dapat terlihat sebagai perhatian, seperti privasi dianggap salah, wajib selalu memberi kabar, keluarga harus diprioritaskan, sulit mandiri, dan emosi satu orang memengaruhi semua.

  • Dampaknya mencakup rasa bersalah, kecemasan, serta sulit mengenali kebutuhan sendiri; penanganannya meliputi menetapkan dan mengomunikasikan batas, membangun aktivitas pribadi, hingga mencari bantuan profesional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keluarga yang dekat biasanya jadi tempat pertama untuk mencari dukungan dan rasa aman. Namun, kedekatan juga bisa menjadi kurang sehat ketika tidak ada batas yang jelas di antara anggota keluarga. Misalnya, terlalu ikut campur dalam kehidupan satu sama lain, merasa harus selalu tahu kabar setiap saat, atau sulit menerima ketika salah satu anggota keluarga ingin punya pilihan sendiri.

Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah enmeshment. Sekilas, hubungan dalam keluarga mungkin terlihat sangat kompak dan penuh perhatian. Padahal, bagi orang yang menjalaninya, kedekatan tersebut bisa terasa melelahkan karena disertai rasa bersalah, tuntutan, atau ketergantungan emosional. Lantas, apa itu enmeshed family dan bagaimana cara mengenalinya? Yuk, simak!

Apa itu enmeshed family?

ilustrasi seseorang ngobrol bersama calon mertua (freepik.com/teksomolika)

Enmeshed family adalah kondisi ketika batas pribadi dan emosional antaranggota keluarga menjadi terlalu kabur. Akibatnya, seseorang bisa merasa bertanggung jawab atas perasaan, keputusan, bahkan masalah yang sebenarnya bukan menjadi tanggung jawabnya.

Melansir dari laman Find My Therapist, istilah enmeshment pertama kali diperkenalkan oleh Salvador Minuchin pada 1970-an melalui pendekatan structural family therapy. Konsep ini digunakan untuk menggambarkan hubungan keluarga yang tidak memiliki batas yang cukup jelas.

Misalnya, orang tua terlalu bergantung kepada anak untuk mendapatkan dukungan emosional. Sebaliknya, anak merasa harus selalu menjaga perasaan orang tua dan sulit mengambil keputusan tanpa memikirkan reaksi mereka. Padahal, kedekatan dalam keluarga seharusnya tetap memberikan ruang bagi setiap orang untuk tumbuh sebagai individu.

Ciri-ciri enmeshed family

ilustrasi seseorang bertemu calon mertua (freepik.com/freepik)

Enmeshment tidak selalu mudah dikenali karena beberapa perilakunya bisa terlihat seperti bentuk perhatian atau kasih sayang. Namun, ada beberapa pola yang cukup sering muncul. Apa sajakah itu?

1. Privasi seperti hal yang salah

ilustrasi berbicara dengan mertua (freepik.com/shurkin son)

Dalam keluarga yang mengalami enmeshment, kehidupan pribadi seseorang bisa dianggap sebagai urusan bersama. Misalnya, orang tua merasa perlu mengetahui semua masalah anak, termasuk hal-hal yang sebenarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan pribadi anak yang sudah dewasa.

Ketika seseorang ingin menyimpan sesuatu untuk dirinya sendiri, hal tersebut justru bisa dianggap sebagai bentuk tidak terbuka atau tidak percaya kepada keluarga.

2. Harus selalu memberi kabar

ilustrasi berkumpul dengan mertua (pexels.com/@rdne)

Sering berkomunikasi dengan keluarga tentu bukan masalah. Namun, situasinya berbeda ketika seseorang merasa wajib selalu memberi kabar dan segera merespons pesan.

Tidak membalas chat dalam waktu tertentu bisa memicu pertanyaan seperti “kamu kenapa?” atau bahkan membuat seseorang dianggap tidak peduli. Lama-kelamaan, dia bisa merasa harus terus memantau komunikasi agar tidak mengecewakan keluarganya.

3. Keluarga harus selalu menjadi prioritas

Ilustrasi memperhatikan mertua bicara (freepik.com/bearfotos)

Dalam keluarga yang sangat melebur, kepentingan keluarga bisa ditempatkan di atas kebutuhan pribadi dalam hampir semua situasi. Seseorang mungkin merasa tidak enak ketika memilih pekerjaan tertentu, bepergian, menjalani hubungan, atau membuat keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan keluarga. Padahal, memprioritaskan kebutuhan pribadi dalam situasi tertentu bukan berarti seseorang tidak menyayangi keluarganya.

4. Sulit menjalani hidup secara mandiri

ilustrasi menantu dan mertua (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ketika seseorang mulai dewasa, keinginan untuk punya kehidupan sendiri sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, dalam keluarga yang enmeshed, proses ini bisa terasa lebih sulit.

Keinginan untuk tinggal sendiri, memilih pekerjaan, punya pasangan, atau sekadar menjalani hobi yang berbeda bisa dianggap sebagai bentuk menjauh dari keluarga.

5. Perasaan satu orang bisa memengaruhi semua orang

ilustrasi menantu dan ibu mertua (pexels.com/cottonbro studio)

Ketika satu anggota keluarga sedang marah, sedih, atau kecewa, anggota lainnya bisa merasa ikut bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.

Akibatnya, seseorang mungkin terbiasa memperhatikan perubahan suasana hati keluarganya dan berusaha menyesuaikan perilaku agar tidak memicu konflik. Lama-kelamaan, dia bisa kesulitan membedakan mana emosi dirinya dan mana emosi orang lain.

Dampak enmeshed family untuk anggota keluarga

ilustrasi mertua toxic (pexels.com/anastasia shuraeva)

Hubungan yang terlalu melebur bisa membuat seseorang kesulitan memahami kebutuhan dan keinginannya sendiri. Terlebih jika sejak kecil terbiasa menyesuaikan diri dengan emosi atau ekspektasi keluarga.

Beberapa dampak yang mungkin muncul antara lain:

  • Sering merasa bersalah, terutama ketika mulai memprioritaskan diri sendiri.

  • Cemas terhadap reaksi keluarga ketika ingin mengambil keputusan yang berbeda.

  • Bingung dengan keinginan sendiri karena terlalu terbiasa mengikuti kebutuhan orang lain.

  • Sulit mengambil keputusan secara mandiri tanpa meminta persetujuan keluarga.

  • Kesulitan membangun hubungan yang sehat karena pola yang sama bisa terbawa ke hubungan romantis atau pertemanan.

Namun, dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang. Pengalaman dalam keluarga dan cara setiap individu merespons situasi tentu bisa berbeda.

Bagaimana cara mengatasi enmeshed family?

ilustrasi bertemu calon mertua (pexels.com/RDNE Stock project)

Mengubah pola hubungan yang sudah terbentuk sejak lama tentu tidak bisa berubah begitu saja. Apalagi, ketika terlalu dekat dengan keluarga sudah dianggap sebagai hal yang normal, menetapkan batas baru mungkin awalnya terasa canggung atau bahkan menimbulkan rasa bersalah. Namun, bukan berarti harus langsung menjauh dari keluarga. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan secara perlahan untuk membangun hubungan yang lebih sehat.

  • Mulai menetapkan batas: Tentukan batas sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti waktu untuk membalas pesan, ruang pribadi, atau hal-hal yang memang tidak ingin dibagikan kepada keluarga.

  • Kenali keinginan dan kebutuhan diri sendiri: Coba pahami kembali apa yang sebenarnya kamu inginkan, mulai dari hobi, tujuan, hingga keputusan penting dalam hidup, tanpa selalu menjadikan pendapat keluarga sebagai pertimbangan utama.

  • Belajar menghadapi rasa bersalah: Ketika mulai mengatakan “tidak” atau memilih sesuatu untuk diri sendiri, rasa bersalah mungkin muncul. Ingat bahwa merasa bersalah tidak selalu berarti kamu telah melakukan sesuatu yang salah.

  • Komunikasikan batas dengan jelas: Sampaikan kebutuhan kepada keluarga dengan cara yang tenang dan tetap menghargai hubungan. Misalnya, menjelaskan bahwa kamu membutuhkan waktu sendiri bukan berarti tidak menyayangi keluarga.

  • Bangun kehidupan di luar keluarga: Luangkan waktu untuk teman, pekerjaan, hobi, atau aktivitas lain yang membuatmu punya ruang untuk berkembang sebagai individu.

  • Cari bantuan profesional jika diperlukan: Jika pola hubungan terasa sangat sulit diubah atau sudah mengganggu keseharian, psikolog atau konselor dapat membantu memahami pola enmeshment dan mencari cara membangun batas yang lebih sehat.

Enmeshed family berkaitan dengan hubungan keluarga yang terlalu melebur hingga batas pribadi mulai sulit dibedakan. Memahami pola ini dapat membantu setiap anggota keluarga membangun batas yang lebih sehat tanpa harus kehilangan kedekatan satu sama lain.

Curated For You

Editorial Team

Related Article