Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App

Age Verification

This content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Will-Smith-press-credit-Alan-Silfen-2024-billboard-1548.jpg
Hollywoodlife.com

Intinya sih...

  • Brian menggugat Will dan manajemennya atas dugaan pelecehan seksual saat tur dunia 2024–2025.

  • Insiden hotel di Las Vegas menjadi titik krusial yang memicu trauma dan pemutusan kerja.

  • Pihak Will membantah seluruh tuduhan dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama Will Smith kini sedang menjadi sorotan publik dunia Internasional. Aktor sekaligus rapper asal Amerika Serikat itu dilaporkan menghadapi gugatan serius dari seorang pemain biola profesional bernama Brian King Joseph yang mencakup dugaan pelecehan seksual hingga pemutusan hubungan kerja yang dinilai tidak sah.

Tak hanya Will, Brian juga menyeret pihak manajemen sang aktor, yaitu Treyball Studios Management, Inc. Kini, kasus tersebut secara resmi didaftarkan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles pada akhir tahun 2025, tepatnya di hari Selasa, 30 Desember.

Lantas, seperti apa fakta di balik dugaan pelecehan yang menyeret nama Will Smith? Yuk, simak rangkumannya di bawah ini.

1. Kejadian terjadi selama tur dunia Will

Thesun.co.uk

Brian King Joseph mengungkapkan bahwa dugaan pelecehan seksual itu terjadi saat dirinya tergabung dalam tur dunia Will Smith bertajuk Based on a True Story yang berlangsung sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Selama tur tersebut, Brian berperan sebagai pemain biola profesional yang ikut mengisi rangkaian pertunjukan.

Dalam dokumen gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, Brian menyebut bahwa Will secara aktif membangun pendekatan personal yang ia anggap tidak wajar. Kedekatan tersebut berkembang di luar hubungan profesional yang semestinya terjalin antara artis dan anggota tim tur.

Brian juga mengklaim bahwa selama kebersamaan mereka di sela-sela tur, ia mulai merasa ada niat tersembunyi dari pelantun lagu "Men in Black" tersebut. Situasi ini membuatnya tidak nyaman, namun ia merasa berada dalam posisi sulit karena bergantung pada pekerjaannya di tur tersebut.

“Smith secara sengaja melakukan grooming dan mempersiapkan Mr. Joseph untuk eksploitasi seksual lebih lanjut setelah ia bergabung dalam tur dunia tersebut," ungkap Brian yang tertulis di dokumen gugatan.

2. Will disebut mengklaim kedekatan mereka

People.com

Seiring waktu, hubungan antara Will dan Brian disebut semakin dekat. Brian mengungkapkan bahwa Will beberapa kali menyampaikan pernyataan yang membuatnya merasa berada dalam situasi tidak profesional dan sarat tekanan emosional.

Menurut pengakuan Brian, Will sempat mengatakan bahwa hubungan mereka memiliki keistimewaan tersendiri. Ia menyebutkan bahwa Will mengklaim kedekatan mereka berbeda dari relasinya dengan orang lain di dalam tim maupun lingkaran profesionalnya.

“Kau dan aku memiliki hubungan yang sangat istimewa, yang tidak kumiliki dengan orang lain,” kata Will sebagaimana dijelaskan oleh Brian.

Brian mengaku ucapan-ucapan semacam itu membuatnya semakin tidak nyaman, terlebih karena disampaikan oleh sosok dengan posisi kuasa yang jauh lebih tinggi. Ia merasa tekanan tersebut sulit dihindari karena berada di lingkungan kerja yang tertutup dan bergantung pada satu figur utama.

3. Kejadian direncanakan di sebuah hotel

People.com

Puncak ketegangan dalam kasus ini terjadi saat tur berlangsung di Las Vegas pada Maret 2025. Brian mengaku mengalami kejadian aneh ketika kamar hotelnya dimasuki orang asing tanpa izin. Padahal, menurutnya akses kamar tersebut hanya dimiliki oleh tim inti Will saja.

Saat kembali ke kamar, Brian menemukan berbagai barang yang tidak dikenal, seperti tisu basah, botol bir, tas ransel berwarna merah, hingga obat-obatan HIV milik orang lain. Penemuan ini membuatnya merasa panik dan terancam, terlebih karena ia tidak mengenal siapa pun yang meninggalkan barang-barang tersebut.

Tak berhenti di situ, Brian juga menemukan sebuah surat misterius di dalam kamarnya. Catatan tersebut semakin memperkuat perasaannya bahwa kejadian ini bukan sekadar kesalahan administratif hotel.

“Brian, aku akan kembali paling lambat jam 5.30, cuma kita berdua, Stone F,” bunyi pesan yang ditemukan Brian.

4. Disudutkan oleh pihak Will

Hollywoodlife.com

Merasa keselamatannya terancam, Brian mengaku segera melaporkan kejadian di hotel tersebut ke pihak keamanan, kepolisian, hingga manajemen Will. Namun alih-alih mendapatkan perlindungan, ia mengklaim justru mendapat tekanan dan tudingan sebagai pembohong.

Brian menyebut bahwa dirinya dipanggil dan diinterogasi oleh perwakilan Will. Dalam proses tersebut, ia merasa disudutkan serta dipaksa mengakui bahwa cerita yang disampaikannya hanya sebuah rekayasa saja.

“Semua orang bilang padaku kalau apa yang terjadi padamu itu bohong, tidak ada apa-apa, dan kamu cuma mengada-ada. Jadi, beri tahu aku, kenapa kamu berbohong dan membuat cerita ini?” ujar perwakilan Will kepada Brian.

Brian juga mengungkap bahwa pengacara Will Smith, Allen B. Grodsky, disebut langsung membela kliennya dan meragukan seluruh kesaksiannya. Sementara itu, Allen B. Grodsky secara tegas membantah tuduhan tersebut.

“Tuduhan Mr. Joseph terhadap klien saya adalah palsu, tidak berdasar, dan sangat gegabah. Kami membantah semuanya secara tegas dan akan menempuh jalur hukum untuk memastikan kebenaran terungkap,” tegasnya.

5. Korban mengalami PTSD dan kerugian

Hollywoodlife.com

Insiden tersebut berdampak besar pada kondisi mental dan kehidupan profesional Brian. Ia mengaku mengalami tekanan emosional berat, kehilangan pendapatan, kerusakan reputasi setelah kejadian tersebut serta pemutusan hubungan kerja yang menyusul.

Dalam gugatan, Brian menyebut dirinya menderita PTSD serta gangguan kesehatan mental lainnya. Trauma itu menurutnya muncul akibat kombinasi dugaan pelecehan, rasa tidak aman, serta pemecatan mendadak dari tur yang menjadi sumber penghasilannya.

Brian juga menilai pemutusan hubungan kerja yang ia alami merupakan bentuk retaliasi. Ia merasa dipecat bukan karena performa kerja, melainkan karena keberaniannya melaporkan kejadian yang ia alami.

Atas dasar itu, Brian menuntut ganti rugi atas pelecehan seksual, pemutusan hubungan kerja yang tidak sah, serta tindakan balasan yang merugikannya. Ia meminta agar besaran ganti rugi tersebut ditentukan langsung oleh hakim di pengadilan.

Itulah kelima fakta terkait Will Smith diduga melakukan pelecehan seksual. Hingga kini, gugatan Brian King Joseph terhadap Will masih dalam proses hukum. Publik pun menanti bagaimana kebenaran akan terungkap di persidangan mendatang.

Editorial Team