Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
apa itu pedofil
freepik.com

Intinya sih...

  • Pedofil adalah seseorang yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak di bawah umur, sering mendekati dengan perhatian, hadiah, atau makanan.

  • Ciri-ciri pedofil antara lain sering berusaha mengakrabkan diri dengan anak-anak, menonton konten pornografi anak, dan suka memanipulasi anak (child grooming).

  • Faktor penyebab seseorang menjadi pedofil belum jelas, namun ada faktor risiko seperti riwayat kekerasan seksual saat kanak-kanak dan kelainan otak. Penanganannya melalui terapi perilaku kognitif dan obat-obatan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Baru-baru ini, aktris Aurelie Moeremans membagikan pengakuan mengejutkan saat ia menjadi korban grooming di usia 15 tahun. Hal itu lantas membuat kasus pedofilia dan child grooming kembali ramai diperbincangkan oleh publik.

Buat kamu yang belum tahu apa itu pedofil, pedofil bisa diartikan seseorang yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak di bawah umur. Biar lebih jelas, yuk simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

1. Apa itu pedofil?

freepik.com

Pedofil merupakan sebutan untuk orang yang memiliki perilaku menyimpang berupa ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak di bawah umur. Perlu kamu catat, perilaku pedofilia umumnya muncul sejak remaja atau dewasa dan berlangsung minimal enam bulan, Bela.

Korban pedofil sendiri bisa anak laki-laki maupun perempuan dengan usia biasanya di bawah 13 tahun. Sang pelaku akan mendekati anak tersebut dengan memberikan perhatian, hadiah, atau makanan. Bahkan, terkadang melibatkan orang lain untuk membantu mencarikan korban dengan imbalan tertentu.

Setelah terjalin kedekatan, pelaku baru mulai membangun komunikasi intim dan kontak yang melanggar batas. Sayangnya, pada tahap ini, korban akan merasa sungkan atau takut menolak karena sudah merasa begitu dekat. Di sisi lain, pada dasarnya, semua anak berisiko menjadi korban kejahatan seksual ini. Namun, anak yang kurang mendapatkan perhatian orang tua dianggap lebih rentan menjadi korban pedofilia.

2. Ciri-ciri pedofil

freepik.com

Berikut beberapa ciri dari seorang pelaku pedofilia:

  • Sering berusaha mengakrabkan diri dengan anak-anak.

  • Kecanduan dengan konten pornografi anak.

  • Senang melihat dan memperhatikan anak-anak secara berlebihan atau tidak wajar.

  • Sering melakukan aktivitas seksual dengan anak, misalnya membuka baju anak.

  • Suka memanipulasi anak dengan tujuan untuk membangun kepercayaan dan mengeksploitasi mereka (child grooming).

  • Selalu berupaya ingin menyentuh anggota tubuh anak. Biasanya dimulai dari anggota tubuh yang tidak intim hingga akhirnya menyentuh area sensitif anak.

  • Punya masalah dengan penyalahgunaan NAPZA.

  • Di kasus tertentu, pedofil juga bisa memberikan imbalan berupa uang, makanan, hadiah, atau mainan kesukaan anak untuk membujuk anak agar tidak berbicara tentang hal yang ia alami.

  • Pada kasus yang lebih parah, pedofil bisa saja menghabisi nyawa korbannya demi menghilangkan jejak.

3. Faktor penyebab seseorang menjadi pedofil

freepik.com

Hingga kini, belum dapat dipastikan dengan jelas penyebab seseorang menjadi pedofil. Beberapa penelitian menyebutkan masalah tersebut bisa diturunkan dari keluarga. Namun, belum jelas apakah hal tersebut berkaitan dengan faktor genetik atau pengaruh pola asuh dan perilaku yang dipelajari seseorang.

Selain itu, terdapat sejumlah faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang menjadi pedofil, antara lain:

  • Riwayat mengalami kekerasan atau pelecehan seksual saat masa kanak-kanak.

  • Pernah mengalami cedera kepala di usia dini.

  • Adanya kelainan atau gangguan pada struktur otak.

4. Penanganan untuk pedofilia

freepik.com

Penanganan pedofilia bertujuan membantu pelaku mengendalikan dorongan seksual agar tidak membahayakan anak-anak. Perawatan tersebut perlu dilakukan dalam jangka panjang dan keberhasilannya bergantung pada kesungguhan orang tersebut untuk keluar dari lingkaran pedofilia.

Ada dua perawatan yang bisa dilakukan untuk menangani pelaku pedofil, antara lain:

  • Terapi perilaku kognitif
    Merupakan terapi bicara yang berfokus pada perubahan pola pikir dan emosi pelaku terhadap anak. Terapi ini dilakukan dengan cara meningkatkan empati terhadap korban sehingga ia tidak terdorong melakukan kejahatan tersebut. Selain itu, pedofil juga akan belajar bagaimana cara menghindari atau mengalihkan dorongan seksual ke arah yang lebih aman serta positif.

  • Obat-obatan
    Selain terapi psikologis, psikiater juga bisa memberikan obat-obatan tertentu untuk menurunkan kadar hormon testosteron sehingga hasrat seksual berkurang. Obat yang biasanya diresepkan bisa berupa medroxyprogesterone acetate dan leuprolide acetate.

5. Cara menghindari bahaya pelaku pedofilia

freepik.com

Ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan untuk menghindari bahaya pedofilia, terutama untuk anak-anak, di antaranya:

  1. Ajari anak berkata "tidak" atau "berhenti"
    Biasakan anak agar bisa menolak secara tegas saat merasa mendapat perlakuan yang tidak nyaman untuknya. Misalnya saat digelitik atau dipaksa melakukan sesuatu. Hal ini perlu dilakukan agar anak belajar mengenali batasannya sendiri dan menolak dengan percaya diri.

  2. Ajari batas tubuh yang aman dan tidak aman
    Sejak dini, coba latih anak untuk bisa membedakan bagian tubuh mana saja yang boleh disentuh dan harus dilindungi. Kamu bisa memberikan contoh sentuhan yang aman dengan memegang dan mencium tangan ke bukan sembarang orang.

  3. Beri tahu anak tentang informasi yang perlu dirahasiakan dan tidak
    Ajarkan anak untuk tahu mana informasi yang boleh dirahasiakan dan mana yang wajib diceritakan kepada orang tua. Anak juga harus paham bahwa ada situasi di mana berbicara pada orang dewasa bisa melindungi dirinya dari bahaya.

  4. Tumbuhkan rasa disiplin pada anak
    Pelaku pedofilia biasanya sering memilih anak-anak yang mudah takut atau tergiur pada imbalan tertentu. Oleh karena itu, tanamkan sikap disiplin pada anak agar mereka lebih berhati-hati, terutama jika orang tersebut adalah orang asing.

  5. Ajari anak kesiapan saat menghadapi bahaya
    Kamu juga perlu melatih anak untuk menghadapi situasi berisiko. Misalnya saja dengan berteriak minta tolong di tempat umum saat menemukan bahaya. Selain itu, bangun juga jaringan aman dengan keluarga atau orang terdekat sehingga anak punya orang lain untuk berbagi cerita bila terjadi sesuatu.

Itu dia informasi seputar apa itu pedofil dan cara penanganannya. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

FAQ seputar apa itu pedofil

Apa itu pedofil?

Pedofil adalah seseorang yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak.

Bagaimana cara membedakan pedofil dengan predator anak?

Pedofil merujuk pada ketertarikan seksual pada anak, sedangkan predator anak adalah orang yang melakukan pelecehan atau eksploitasi pada anak. Predator bisa menjadi pedofil, tapi tidak semua pedofil menjadi predator.

Apakah pedofilia bisa disembuhkan?

Ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengurangi hasrat seksual. Selain itu, terapi dan dukungan psikologis juga bisa membantu pedofil.

Editorial Team