Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Bukan Cuma Simbol, Seserahan Fungsional Kini Jadi Pilihan Para Gen Z
Dok. Bosch
  • Generasi milenial dan Gen Z kini lebih memilih pernikahan simpel dan intim, mengalihkan anggaran dari pesta besar ke kebutuhan jangka panjang seperti rumah, tabungan, dan perlengkapan rumah tangga.
  • Tren seserahan fungsional makin populer, dengan pasangan muda memilih barang berguna seperti mesin cuci, aki mobil, hingga bor listrik untuk mendukung kehidupan setelah menikah.
  • Perubahan ini mencerminkan pandangan baru bahwa makna pernikahan bukan hanya pada hari perayaan, tapi kesiapan membangun kehidupan bersama secara realistis dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang hari pernikahan, banyak pasangan biasanya sibuk memilih venue, dekorasi, sampai konsep acara impian. Tapi belakangan, ada satu hal lain yang mulai jadi perhatian calon pengantin muda, yakni bagaimana mempersiapkan kehidupan setelah pesta usai.

Di tengah biaya hidup yang makin tinggi, nggak sedikit pasangan kini memilih lebih realistis dalam mengatur budget pernikahan. Kalau dulu pesta besar jadi prioritas utama, sekarang banyak yang mulai mengalihkan anggaran untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, bahkan perlengkapan yang benar-benar bisa dipakai setelah menikah.

Pasangan Muda Kini Lebih Memikirkan Kehidupan Setelah Menikah

Instagram.com/annsekar

Perubahan pola pikir ini juga terlihat dari tren pernikahan beberapa tahun terakhir. Data Bridestory menunjukkan banyak calon pengantin menyiapkan dana Rp250 juta hingga Rp500 juta untuk hari pernikahan mereka. Sementara itu, survei JAKPAT 2025 mengungkap bahwa generasi milenial dan Gen Z kini lebih tertarik dengan konsep pernikahan simpel dan intim dibanding pesta besar.

Fenomena ini membuat banyak pasangan mulai memikirkan ulang prioritas mereka. Dana yang sebelumnya dihabiskan untuk satu hari perayaan kini perlahan dialihkan untuk kebutuhan jangka panjang seperti rumah, kendaraan, modal usaha, hingga perlengkapan rumah tangga.

Seserahan Kini Nggak Harus Selalu “Pajangan”

Instagram.com/annsekar

Perubahan ini juga terlihat dari konsep seserahan yang mulai bergeser jadi lebih fungsional. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari kreator konten sekaligus founder Ruang A23, Arrofi Ramadhan.

Lewat konten persiapan pernikahannya, Arrofi memperlihatkan seserahan dengan isi yang nggak biasa. Alih-alih hanya berisi barang simbolis, ia memilih barang-barang yang benar-benar bisa digunakan untuk kehidupan rumah tangga nanti.

“Karena momennya menikah, saya tidak ingin memberikan sesuatu yang biasa saja. Seserahannya, saya ingin tetap punya nilai personal, bermanfaat untuk rumah tangga kami nanti, dan semoga bisa ikut membanggakan mertua juga,” ujarnya.

Mesin Cuci hingga Bor Listrik Jadi Isi Seserahan

Dok. Bosch

Salah satu barang yang dipilih Arrofi adalah mesin cuci. Menurutnya, barang ini akan sangat membantu rutinitas rumah tangga setelah menikah, terutama saat pasangan mulai menyesuaikan pembagian pekerjaan sehari-hari.

Selain itu, ia juga memilih aki mobil sebagai bagian dari seserahan karena merasa kendaraan akan jadi kebutuhan penting setelah menikah, mulai dari aktivitas kerja sampai kebutuhan rumah tangga lainnya.

Menariknya lagi, Arrofi juga memasukkan bor listrik ke dalam daftar seserahan. Sebagai seorang interior designer, ia merasa perlengkapan seperti ini bakal sering dipakai saat mulai menata hunian baru bersama pasangan.

Seserahan Fungsional Dinilai Lebih Relevan

Instagram.com/annsekar

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Arrofi memilih berbagai produk dari Bosch Indonesia karena dianggap punya fungsi jangka panjang untuk rumah tangga.

“Saya ingin ada sesuatu yang besar, fungsinya terasa terus, bukan hanya disimpan,” kata Arrofi.

Menurut Fenny Anggraeni Sofyan, perubahan cara pandang pasangan muda seperti ini memang mulai banyak terlihat.

Ia menilai kenyamanan rumah tangga sering kali justru datang dari hal-hal sederhana yang membantu aktivitas sehari-hari berjalan lebih praktis.

“Harapannya, produk-produk kami bisa membantu pasangan muda di Indonesia menjadi ‘mantu idaman’ yang kini semakin lekat dengan kesiapan menjalani kehidupan setelah menikah,” ujar Fenny.

Pernikahan Bukan Cuma Soal Hari H, tapi Kehidupan Setelahnya

Dok. Bosch

Tren seserahan fungsional ini menunjukkan kalau banyak pasangan muda kini mulai melihat pernikahan secara lebih realistis. Bukan hanya soal pesta meriah atau simbol semata, tapi juga tentang bagaimana mempersiapkan kehidupan bersama setelah resmi menjadi suami istri.

Dan mungkin, justru dari barang-barang sederhana yang benar-benar dipakai sehari-hari itu, makna “siap membangun rumah tangga” jadi terasa lebih nyata.

Topics

Editorial Team