ilustrasi akad nikah (pinterest.com)
Salah satu surah yang kerap dilantunkan pada prosesi akad nikah ialah Surah An-Nisa ayat 1. Menurut tafsir ringkas Kementerian Agama Republik Indonesia, surah ini merupakan sebuah seruan kepada seluruh umat manusia agar bertakwa kepada Allah SWT.
Di dalam surah ini juga dijelaskan mengenai penciptaan manusia dari satu ‘diri,’ yakni Nabi Adam, kemudian diciptakanlah Siti Hawa sebagai pasangannya. Dari keduanya, Allah SWT memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, yang bertujuan supaya manusia menyadari asal-usul yang sama dan terjalinnya rasa persaudaraan.
Adapun bunyi Surah An-Nisa ayat 1 adalah sebagai berikut:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Yā ayyuhan-nāsuttaqụ rabbakumullażī khalaqakum min nafsiw wāḥidatiw wa khalaqa min-hā zaujahā wa baṡṡa min-humā rijālang kaṡīraw wa nisā, wattaqullāhallażī tasāalụna bihī wal-ar-ḥām, innallāha kāna 'alaikum raqībā
Artinya:
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An-Nisa: 1)