Dalam hubungannya dengan El, Syifa juga menegaskan kalau mereka bisa menjadi diri sendiri, tak saling mengatur, dan membangun kepercayaan yang kuat. Ia menemukan seorang pasangan yang walaupun tidak sempurna, tapi yang baik serta bisa menerima serta berkompromi dengan kekurangan yang dimiliki satu sama lain.
“Aku juga tetap bisa menjadi diri aku sendiri dan kita tuh belajar dari semua hubungan yang pernah kita lewati. Aku belajar kalo finding a good partner tuh sebenarnya bukan finding the perfect partner for you, tapi seseorang yang bisa mengompromikan satu sama lain, karena pada dasarnya kan nggak ada orang yang sempurna, ya. Kita pasti punya kekurangan masing-masing, cuma gimana caranya aku bisa menemukan laki-laki yang bisa berkompromi dengan kekurangan aku, begitu pun juga dengan sebaliknya.
Jadi, kita tuh bisa menjalani hubungan yang nggak melarang-larang, yang nggak ngatur-ngatur, jadi kita sudah tahu kita nggak sukanya apa, satu sama lain nggak sukanya apa, do's and don'ts-nya tuh apa. Jadi, basically semuanya sudah saling paham, sudah saling percaya.
Karena kan capek ya kalau ngejalanin hubungan dikit-dikit ngelarang, terus ngambek, aku nggak suka dilarang, dia nggak suka dilarang. Jadi, ya sudah kamu sudah tahu aku nggak sukanya apa, yang penting kamu bisa jaga kepercayaan aku, selebihnya ada di kamu, begitu pun sebaliknya,” jelas Syifa.