Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pro dan Kontra Jalani Quiet Relationship, Nyaman Atau Merugikan?
magnific.com/magnific
  • Quiet relationship menjaga privasi, memungkinkan pasangan menentukan batasan pribadi, dan menghindari komentar atau pertanyaan orang lain tentang hubungan.

  • Pasangan tidak terbebani ekspektasi untuk memamerkan kemesraan di media sosial, sehingga bisa fokus menjalani hubungan tanpa membandingkan diri dengan pasangan lain.

  • Perbedaan pandangan soal keterbukaan dapat memicu kesalahpahaman atau rasa tidak diakui; komunikasi dan kesepakatan batasan diperlukan agar tidak ada yang merasa disembunyikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah kebiasaan membagikan momen romantis di media sosial, ada pasangan yang justru memilih menjalani hubungan secara lebih tertutup. Mereka jarang mengunggah foto bersama, nggak banyak bercerita soal kehidupan asmara, dan lebih nyaman menikmati waktu berdua tanpa perlu diketahui banyak orang. Pilihan ini dikenal dengan istilah quiet relationship.

Menjalani hubungan secara privat memang bisa terasa lebih nyaman bagi sebagian pasangan. Namun, ada juga tantangan yang perlu dipertimbangkan, terutama jika kedua pihak punya pandangan berbeda soal keterbukaan. Lantas, apa saja pro dan kontra jalani quiet relationship? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Privasi hubungan lebih terjaga

ilustrasi menjaga privasi hubungan (pexels.com/Ba Tik)

Salah satu keuntungan quiet relationship adalah pasangan bisa lebih leluasa menjaga privasi. Mereka nggak harus membagikan setiap momen bersama atau menceritakan masalah hubungan kepada orang lain. Dengan begitu, ada hal-hal yang cukup diketahui berdua tanpa perlu menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Menjaga privasi juga bisa membantu pasangan menentukan batasan tentang kehidupan pribadi mereka. Apalagi, nggak semua orang nyaman menerima komentar atau pertanyaan dari orang lain soal hubungannya. Meski begitu, menjaga privasi bukan berarti harus merahasiakan hubungan dari semua orang, melainkan memilih hal-hal yang memang ingin dibagikan.

2. Nggak terbebani dengan ekspektasi orang

ilustrasi bekerja sama menjaga hubungan asmara (pexels.com/Trần Long)

Pasangan yang menjalani quiet relationship nggak perlu merasa harus terus menunjukkan kemesraan di media sosial. Mereka bisa menikmati hubungan sesuai cara masing-masing tanpa membandingkan diri dengan pasangan lain yang terlihat romantis lewat unggahan mereka. Sebab, hubungan yang bahagia nggak selalu harus terlihat oleh banyak orang.

Hal ini juga membuat pasangan punya lebih banyak ruang untuk fokus pada hubungan itu sendiri, bukan pada bagaimana orang lain melihat mereka.

3. Rentan menimbulkan kesalahpahaman

ilustrasi merasa lelah dalam hubungan asmara (pexels.com/Timur Weber)

Masalah bisa muncul ketika pasangan punya pandangan berbeda tentang privasi. Misalnya, satu pihak merasa nggak perlu mengunggah foto bersama, sedangkan pihak lainnya ingin sesekali menunjukkan hubungan mereka di media sosial. Kalau nggak dibicarakan baik-baik, perbedaan ini bisa membuat salah satu pihak merasa keinginannya nggak dihargai.

Situasinya juga bisa semakin rumit jika alasan menjaga privasi nggak dijelaskan dengan terbuka. Pasangan mungkin mulai bertanya-tanya apakah hubungan tersebut memang ingin dijaga dari sorotan publik atau justru sengaja disembunyikan. Karena itu, penting untuk membicarakan alasan dan batasan masing-masing agar nggak muncul kecurigaan yang sebenarnya bisa dihindari.

4. Merasa nggak diakui

ilustrasi turunnya kualitas hubungan asmara (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Bagi sebagian orang, menunjukkan pasangan kepada teman atau keluarga merupakan salah satu cara untuk merasa diakui dalam hubungan. Ketika pasangan selalu menghindar saat diajak mengunggah foto bersama atau mengenalkan hubungan kepada orang terdekat, hal ini bisa memunculkan perasaan sedih dan nggak dihargai.

Namun, bukan berarti pasangan yang jarang mengunggah foto bersama pasti nggak serius. Ada orang yang memang lebih nyaman menjaga kehidupan pribadinya. Yang perlu diperhatikan adalah apakah keputusan tersebut sudah disepakati bersama atau justru membuat salah satu pihak terus merasa seperti rahasia. Keduanya perlu menemukan batasan yang membuat hubungan tetap nyaman tanpa mengabaikan perasaan masing-masing.

5. Hubungan terasa lebih sulit dijalani secara terbuka

hal yang bikin hubungan asmara kamu sering kandas (pexels.com/RODNAE production)

Ketika hubungan terlalu tertutup, teman atau keluarga mungkin nggak tahu bahwa seseorang sudah memiliki pasangan. Akibatnya, bisa muncul situasi canggung saat berkumpul bersama atau ketika pasangan ingin mulai melibatkan satu sama lain dalam kehidupan sosialnya. Jika berlangsung terus-menerus tanpa kejelasan, kondisi ini bisa membuat hubungan terasa melelahkan.

Padahal, menjaga privasi bukan berarti harus menutup hubungan dari semua orang. Pasangan tetap bisa memilih untuk nggak mengumbar kemesraan di media sosial, sambil mengenalkan satu sama lain kepada orang-orang terdekat. Dengan begitu, privasi tetap terjaga tanpa membuat salah satu pihak merasa keberadaannya harus disembunyikan.

Pro dan kontra jalani quiet relationship bergantung pada alasan dan kesepakatan pasangan. Menjaga privasi bisa membuat hubungan terasa lebih nyaman, tapi tetap perlu komunikasi agar nggak menimbulkan kesalahpahaman. Selama kedua pihak merasa dihargai dan nggak ada yang merasa disembunyikan, hubungan yang nggak banyak diumbar pun tetap bisa berjalan dengan baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article