Siang itu, studio POPBELA terasa hangat, bahkan sebelum lampu pemotretan dinyalakan. Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal baru saja kembali dari Jepang, menutup liburan pergantian tahun mereka, namun tak ada sisa lelah yang tertinggal di wajah keduanya. Yang hadir justru tawa, energi yang ringan, dan kedekatan yang terasa natural. Tema Couple Core untuk POPCreator edisi Februari seolah menemukan momentumnya. Bukan sebagai konsep visual semata, tetapi sebagai gambaran relasi yang hidup dan berkarakter.
Di sela-sela pemotretan, dinamika di antara mereka terlihat begitu jujur. Omara dengan “jokes bapak-bapaknya” selalu berhasil memancing tawa Prilly, bahkan satu studio ikut larut dalam suasana. Prilly pun membalas dengan caranya sendiri, mendengarkan penuh, menatap langsung saat kekasihnya itu bercerita, seolah memberi ruang aman bagi setiap kata yang keluar. Di antara take dan retake, cinta mereka hadir dalam bentuk yang paling sederhana namun nyata.
Namun di balik tawa dan kedekatan itu, Prilly dan Omara menunjukkan bahwa hubungan mereka berdiri di atas fondasi yang lebih dalam. Mereka bukan sekadar pasangan romantis, melainkan dua individu yang sadar akan arah hidupnya masing-masing dan memilih untuk bertumbuh bersama, tanpa saling mengecilkan.
Usai sesi pemotretan, POPBELA akhirnya berkesempatan berbincang lebih dekat dengan Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal. Di tengah suasana studio yang mulai tenang, keduanya berbagi cerita tentang dinamika hubungan, proses bertumbuh sebagai individu di dalam sebuah komitmen, hingga bagaimana mereka menjaga cinta tetap relevan di tengah perubahan fase hidup dan karier. Percakapan mengalir tanpa naskah, jujur, dan penuh refleksi, seperti hubungan yang mereka jalani hari ini.
