Langgeng 13 tahun bukanlah hal yang mudah, apalai keduanya ternyata memiliki beberapa perbedaan, termasuk gaya komunikasi. Namun, hal tersebut tak membuat mereka berkonflik, justru keduanya saling mengerti, menerima, dan mendukung satu sama lain.
Menurut Koo Kyo Hwan, ketika pasangannya berbicara dengan tegas, ia tidak langsung menganggap itu hal buruk. Sebaliknya, ia mencoba memahami alasan di balik cara bicara tersebut dan menjadikannya bahan refleksi. Selain itu, jadi pasangan yang sama-sama berkarier di industri hiburan, mereka kadang berbagi stres bersama dan melaluinya.
"Kita mungkin menyukai hal-hal yang berbeda, tetapi kita berbagi titik frustrasi yang sama. Rasanya seperti kita berbagi stres bersama," kata keduanya.
Koo Kyo Hwan juga memuji kekasihnya yang selalu memandangnya dengan cara yang menarik, sehingga memberinya sudut pandang baru dan membuatnya bersemangat lagi. Alih-alih bersaing atau saling mendominasi, mereka justru membangun hubungan yang sehat dengan menjadi mitra yang setara untuk satu sama lain. Baginya, hubungan yang langgeng bukan soal selalu sepakat, tapi soal saling menghormati, memahami sudut pandang satu sama lain, dan menghadapi tekanan hidup bersama.
“Menurutku, kemitraan yang setara di antara kami, bukan persaingan atau dominasi lah, yang telah mempertahankan hubungan kami selama ini,” kata Kyo Hwan.