Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Kenalan dengan 'Doom-Rom', Saat Kisah Cinta di Film Lebih Realistis
instagram.com/a24
  • Genre ‘doom-rom’ menyoroti sisi realistis hubungan yang gagal, menggambarkan cinta yang runtuh dan dinamika tidak sehat, berbeda dari film romantis klasik yang berakhir bahagia.
  • Popularitas doom-rom meningkat karena penonton modern lebih menyukai kisah cinta yang terasa nyata dan relevan dengan pengalaman kencan masa kini yang penuh ketidakpastian.
  • Meskipun memberikan refleksi jujur tentang hubungan, konsumsi berlebihan film doom-rom bisa memengaruhi pandangan terhadap cinta; penting menjaga keseimbangan dan memahami konteks fiksinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik begitu banyak genre film, kini muncul istilah “Doom-Rom”. Genre ini diperkenalkan pertama kali oleh Pop Sugar. Bukan sekedar genre romantis biasanya, doom-rom menyajikan kisah cinta yang lebih realistis dan tak selalu happy ending. Genre ini menyoroti bagaimana cinta bisa gagal dan berantakan, seperti dalam film The Drama yang memperlihatkan hubungan pasangan yang runtuh karena sebuah rahasia besar.

Kira-kira apa sih doom-rom itu? Simak penjelasannya berikut ini, ya!

1. Apa itu genre “Doom Rom”?

variety.com

Mengutip dari Pop Sugar yang ditulis oleh Taylor Andrews, senior editor Pop Sugar spesialisasi hubungan dan seks, doom-rom adalah film atau serial TV yang tidak berfokus pada bagaimana orang jatuh cinta, melainkan bagaimana mereka kehilangan cinta. Berbeda dengan film romantis yang menggambarkan bagaimana dua karakter jatuh cinta dan mengatasi berbagai rintangan demi mempertahankan cinta mereka, doom-rom justru berfokus pada hal sebaliknya.

Bukan mengarah ke akhir yang bahagia dan membuat penonton berpendapat kalau cinta akan mengalahkan segalanya, doom-rom cenderung menyoroti runtuhnya cinta. Mereka menampilkan sisi-sisi yang kurang menyenangkan dalam sebuah hubungan, seperti dinamika yang tidak sehat, rahasia-rahasia, dan kenyataan bahwa, pada dasarnya, cinta tidak selalu berakhir bahagia.

2. Cerita yang realistis kini lebih diminati

thesun.co.uk

Menurut Taylor Andrews, orang-orang saat ini kurang berminat untuk melihat kisah cinta yang klise karena terasa nggak realistis. Terkadang, orang yang berkencan juga merasakan kesepian. Jadi, genre doom-rom ini seperti gambaran dari kisah cinta mereka di dunia nyata yang lebih nyaman dan menarik untuk ditonton karena membuatnya merasa related.

“Orang-orang tidak lagi mencari kisah cinta yang klise, karena kisah-kisah seperti itu sama sekali tidak realistis. Para lajang kini merasa lebih kesepian dan lebih banyak yang masih single daripada sebelumnya, jadi film romantis bernuansa suram justru menjadi gambaran yang lebih akurat tentang realitas kencan, yang menurutku anehnya justru terasa menenangkan saat ditonton di layar,” ungkap Taylor. 

“Jika jujur, terkadang ketidakpastian dalam film doom-rom justru lebih seru untuk ditonton. Saya suka film The Notebook dan How to Lose a Guy in 10 Days, tapi ada sesuatu yang menghibur saat menonton orang-orang yang putus cinta,” tambahnya lagi.

3. Gambarkan bagaimana orang berkencan saat ini

mirror.co.uk/netflix

Tak hanya itu, doom-rom juga disebut sebagai gambaran kencan zaman sekarang. Masalah dalam hubungan mungkin menjadi ujian untuk pasangan tersebut bertumbuh, tapi mungkin itu juga sebuah tanda kalau kalian tidak cocok bersama. Nah, doom-rom lebih menekankan pada sisi buruknya dan proses dari kekacauan dalam hubungan tersebut.

“Dengan semakin banyaknya orang yang bosan dengan aplikasi kencan dan ingin hubungan yang lebih santai, menurutku ‘doom-rom’ ini justru lebih menggambarkan realitas kencan di zaman sekarang. Aku sedang bertunangan dan bahagia bersama pasanganku, tapi aku suka menganalisis hubungan orang lain. ‘Doom-rom’ memungkinkan aku untuk ikut merasakan kekacauan yang dialami para karakter, bukan sekadar berharap mereka pada akhirnya bisa menyelesaikan masalahnya, dan aku cukup menikmati membayangkan bagaimana alur ceritanya akan berkembang di kepalaku,” ungkap Taylor.

Genre ini memvalidasi fakta bahwa cinta bisa gagal, manusia bisa berbuat jahat atas nama cinta, dan terkadang, melepaskan seseorang adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup, meskipun itu menghancurkan hati.

4. Contoh terbarunya dari film The Drama

newyorker.com

Di film-film genre ini, sejak awal penonton sudah diberi tanda bahwa hubungan ini tidak akan berhasil, beracun, atau berakhir tragis, namun mereka tetap menonton proses ‘kecelakaan’ tersebut terjadi. Salah satu contohnya yang terbaru adalah film The Drama. 

Dibintangi oleh Zendaya dan Robert Pattinson, film ini dimulai seperti kebanyakan film romantis pada umumnya. Dua orang yang sangat menarik bertemu secara kebetulan dan saling melontarkan candaan. Namun kemudian, alur ceritanya menjadi lebih berat, dan sebuah pengungkapan mengejutkan membuat pertunangan mereka terguncang habis-habisan. The Drama membawa alur cerita yang nggak umum dalam film romantis Hollywood, bahwa sebenarnya cinta tidak selalu mengalahkan segalanya. 

5. Efek dari doom-rom

theguardian.com

Meski terasa related dengan kenyataan, namun terlalu banyak mengonsumsi film bergenre ini mungkin bisa memengaruhi perspektif atau psikologis. Ini mungkin memberikan pelajaran moral, tapi juga bisa membuat orang jadi terlalu pesimis dalam memandang hubungan. 

Doom-rom kemungkinan bisa menumbuhkan persepsi bahwa hubungan itu hanya akan dipenuhi ujian dan hal-hal negatif, yang membuatmu semakin enggan untuk berkomitmen, ketidakpercayaan pada pasangan atau cinta, dan mengaburkan fakta bahwa hubungan yang sehat sebenarnya justru sering kali bersifat tenang, stabil, dan prediktabel.

6. Cara menikmati doom-rom dengan sehat

instagram.com/a24

Film doom-rom mungkin memiliki efek jika terlalu banyak dikonsumsi tanpa batasan yang sehat. Bukan berarti kamu harus berhenti menontonnya. Film-film ini sering kali merupakan karya seni yang luar biasa, tapi kuncinya kamu harus paham literasi media. 

Pahami itu hanyalah fiksi. Mereka adalah studi kasus ekstrem tentang kegagalan manusia, bukan panduan cara menjalin hubungan. Lalu, berilah dirimu jeda emosional dengan tidak menonton film bergenre tersebut secara berturut-turut. Imbangi dengan tontonan yang lebih ringan. 

Coba gunakan film tersebut sebagai bahan diskusi tentang apa yang tidak boleh dilakukan dalam sebuah hubungan. Ini bisa jadi topik diskusi buat kamu dan pasangan atau mungkin dengan dirimu sendiri untuk membangun hubungan yang sehat ke depannya. 

Itulah genre doom-rom yang mungkin akan populer di era sekarang.

FAQ seputar doom-rom

Apa itu doom-rom?

Doom-rom adalah film atau serial TV yang tidak berfokus pada bagaimana orang jatuh cinta, melainkan bagaimana mereka kehilangan cinta.

Film apa saja yang bergendre doom-rom?

Beberapa film bergenre doom-rom seperti The Drama, serial Normal People, Past Lives, Blue Valentine, dan lainnya.

Kenapa genre doom-rom bisa jadi populer?

Genre doom-rom mungkin bisa populer karena punya cerita yang baru, tidak klise, dan dekat dengan realita yang ada di dunia nyata.

Editorial Team