Dalam sesi eksklusif bersama media, Jason Teo selaku Head of Product Coffee Meets Bagel mengatakan bahwa selama lebih dari dua tahun terakhir, timnya melakukan riset dengan mewawancarai ribuan pengguna dari berbagai negara. Tujuannya sederhana, yaitu memahami mengapa semakin banyak orang merasa lelah menggunakan dating app.
Yang mereka temukan ternyata bukan sekadar soal ghosting atau sulit menemukan pasangan. Masalahnya justru terjadi hampir di setiap tahapan proses berkencan secara online.
Mulai dari membuat profil yang terasa seperti sedang melamar pekerjaan, kebiasaan swipe tanpa henti, hingga percakapan yang sering kali berakhir tanpa pernah berkembang menjadi pertemuan di dunia nyata.
Jason bahkan membagikan satu cerita yang cukup membekas selama proses risetnya.
Saat mewawancarai seorang pengguna di Hong Kong, perempuan tersebut mengaku dirinya termasuk orang yang berpikiran terbuka. Namun, ketika diminta menunjukkan bagaimana ia menggunakan dating app, ia terus menggeser profil demi profil dalam hitungan detik. Salah satu alasannya menolak seseorang bahkan terdengar sangat sederhana: ia tidak menyukai warna langit yang muncul di latar belakang foto profil orang tersebut.
"Bila bertemu di dunia nyata, kita tidak mungkin langsung menilai seseorang hanya karena warna langit di belakangnya," kurang lebih begitu filosofi yang ingin disampaikan Jason.
Menurutnya, pengalaman menggunakan dating app selama bertahun-tahun secara tidak sadar membentuk kebiasaan baru: membuat orang semakin cepat menilai dan semakin sulit memberi kesempatan kepada orang lain.