Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Lakukan 6 Langkah Ini Jika Terjebak dalam 'Hubungan' Delusionship
getmegiddy.com

Bagi kamu yang belum tahu apa itu delusionship, ini adalah “hubungan” saat kamu membayangkan memiliki hubungan dengan seseorang yang sebenarnya tidak kamu kenal, atau mungkin kenal, tetapi tidak dekat, atau hanya hubungan sepihak.

Delusionship ini berasal dari kata “delulu” atau khayalan dan “relationship” atau hubungan. Jadi, ini adalah hubungan khayalan yang hanya berada dalam kepalamu.

Ada beberapa situasi yang bisa membuatmu menjalani “hubungan” seperti ini. Misalnya, saat kamu mengagumi orang yang belum pernah ditemui, tetapi merasa sudah mengenalnya sehingga di dalam pikiran kamu merasa seperti berpacaran dengannya.

Namun, delusionship juga bisa terjadi saat kamu benar-benar menjalani hubungan dengan seseorang, tetap sebenarnya dia hanya main-main dan kamu menganggapnya sangat serius.

Lalu, bagaimana jika kamu terjebak dalam “hubungan” delusionship? Ikuti beberapa langkah di bawah ini agar terbebas dari hubungan khayalan tersebut.

1. Akui kamu menjalani delusionship

Pexels.com/Anastasia Shuraeva

Meskipun mungkin tidak mudah, tetapi menyadari bahwa kamu berada dalam hubungan khayalan adalah langkah pertama yang sangat penting untuk mengakhirinya.

"Kamu bisa mendapatkan perspektif dari orang lain yang kamu percaya. Mintalah mereka untuk memberikan masukan jujur mereka tentang dinamika hubunganmu saat ini atau hubungan yang akan terjadi dengan orang lain," ujar Kendra Capalbo, LICSW, terapis pasangan berlisensi.

2. Terima bahwa hubungan tidak seperti yang kamu bayangkan

Pexels.com/wendel moretti

Setelah kamu mengidentifikasi dan mengakui bahwa kamu menjalani delusionship, penting untuk membiarkan dirimu melihat hubungan tersebut apa adanya.

Lihat kembali “hubungan” kamu—baik dengan orang nyata maupun dengan orang yang ada dalam khayalan—dan cobalah untuk melepaskan diri secara emosional dari orang tersebut agar bisa bergerak maju.

3. Cari tahu apa kamu diperlukan oleh dirimu

Pexels.com/Pixabay

Langkah selanjutnya adalah memperjelas mengapa kamu terlibat dalam hubungan delusionship. Apalagi jika kamu ternyata selama ini sudah menghabiskan banyak waktu untuk terobsesi dengan orang tersebut.

Connell Barrett, pendiri dan pelatih eksekutif Dating Transformation, memintamu untuk mencari tahu kebutuhan emosional apa yang coba kamu penuhi dengan melakukan delusionship tersebut.

“Mungkin kamu merasa kesepian atau tidak memiliki hubungan manusia nyata sehingga , khayalan memungkinkanmu untuk merasakankan koneksi," katanya.

Karena kesepian bisa terasa menyakitkan, banyak yang menganggap delusionship bisa menyembuhkan luka itu, untuk sementara waktu.

4. Lihat dampak negatif delusionship terhadap hidupmu

Pexels.com/liza-summer

Saat menjalani delusionship, kamu sangat mungkin jadi menghabiskan waktu dan energi dari orang-orang di kehidupan nyata atau bahkan menjauhkan dirimu dari cinta sejati dengan orang yang benar-benar bersedia menjalani hubungan denganmu.

Namun, saat masih tenggelam dalam hubungan deluisonship, kamu mungkin tidak mampu untuk menyadarinya.

"Perhatikan berapa banyak waktu yang hilang akibat delusionship yang kamu lakukan. Setelah menyadarinya, dengan katakan pada diri sendiri, 'Cukup! Sudah waktunya untuk kembali hidup di dunia nyata, bukan di dalam kahayalan'," kata Connell.

5. Menjalin hubungan di kehidupan nyata

pexels.com/Katerina Holmes

Seindah apa pun dunia khayalan, jauh lebih memuaskan untuk menemukan cinta di dunia nyata. Connell menyarankan untuk mulai menjalin hubungan dengan orang sungguhan secara langsung, bukan hanya dalam khayalan.

"Menghabiskan lebih banyak waktu secara langsung dengan beberapa teman baik juga dapat membantumu merasa lebih terhubung dengan orang-orang," ujarnya.

Kamu juga bisa dapat meminta bantuan pada teman untuk mengenalkanmu ke calon pasangan yang potensial atau bahkan berkenalan dengan temannya teman untuk memperluas koneksi.

Pada akhirnya, hubungan romantis yang nyata, meskipun tidak sesempurna dalam khayalan, akan lebih sehat dan lebih memuaskan.

6. Jika perlu, istirahatlah dari media sosial

freepik.com/rawpixel.com

"Salah satu tantangan signifikan di era digital adalah godaan untuk terus terlibat dengan orang tersebut melalui media sosial," kata Kendra.

Apalagi saat ini internet menawarkan kesempatan tanpa akhir untuk “memberi makan” obsesi yang kamu miliki pada orang lain. Pada akhirnya, hal itu mungkin membuatmu makin sulit untuk melepaskan diri dari hubungan khayalan yang dimiliki.

Jika kamu masih saja terus “berhubungan” dengan pasangan khayalan itu di media sosial, bahkan hubungan asli di dunia nyata bisa terkalahkan efeknya.

Itu sebabnya, Connell menyarankan untuk beristirahat dari media sosial agar bisa memberikan dirimu kesempatan untuk memutuskan “hubungan” delusionship yang dijalani dan mengurangi intensitas emosi yang tersisa.

Jika pada akhirnya kamu kembali menjelajahi media sosial, cobalah untuk menghindari mencari tahu akun orang tersebut.

Dengan begitu, kamu dapat secara bertahap mengurangi kekuatan khayalan dan mengarahkan energimu ke arah hubungan yang lebih sehat.

Satu hal yang wajib diingat!

Unsplash/Roberto Nickson

Berfantasi menjalin hubungan dengan pasangan khayalan sebenarnya tidak selalu berbahaya, tetapi jika kamu menghabiskan lebih banyak waktu berfokus pada khayalan ini daripada menemukan koneksi nyata, ini sudah berbahaya.

Jika ini sudah terjadi padamu, sudah waktunya untuk mengambil langkah-langkah untuk melepaskan diri dari hubungan delusionship dan melanjutkan hidup di dunia nyata.

Editorial Team