Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Apa Itu Chair Theory dalam Hubungan? Ini Penjelasannya
pexels.com/Fernando Cortes
  • Chair theory menjelaskan bahwa seseorang yang benar-benar menghargaimu akan berinisiatif mencarikan kursi, sebagai simbol kepedulian dan penerimaan dalam hubungan.
  • Teori ini viral di media sosial karena dianggap mampu menilai tingkat perhatian dan inklusivitas seseorang melalui gestur kecil seperti menawarkan tempat duduk.
  • Meskipun menarik, chair theory tidak bisa dijadikan tolok ukur tunggal; penilaian kepedulian sebaiknya dilihat dari komunikasi, waktu bersama, dan usaha saling mendukung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Istilah chair theory belakangan cukup ramai diperbincangkan di sosial media. Sebab, teori ini merupakan bentuk uji coba, apakah seseorang sebenarnya diterima di dalam sebuah hubungan, ataukah tidak, bisa itu percintaan, maupun pertemanan. 

Menurut teori ini, apabila seseorang inisiatif mencarikan kursi ketika kamu datang, maka diartikan bahwa keberadaanmu penting baginya. Sebaliknya, kalau tidak ada inisiatif seperti itu, bisa ditafsirkan sebagai tanda kurangnya kepedulian.

Nah, untuk memahami apa itu chair theory dalam hubungan secara lebih jelas, yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa itu chair theory dalam hubungan?

pexels.com/Timur Weber

Chair theory merupakan sebuah teori yang dicetuskan oleh seorang pengguna Facebook bernama Nardose Mesfin di dalam unggahannya yang viral, yang mengartikan bahwa seseorang yang benar-benar menghargaimu dalam hubungan akan berusaha mencarikan tempat duduk tanpa perlu diminta. Sebaliknya, jika seseorang tidak peduli padamu, dia tidak akan repot-repot mencarikan kursi untukmu.

"Setiap orang memiliki meja dalam hidup mereka dan orang-orang yang benar-benar menghargai Anda akan menarik kursi begitu Anda tiba." Jelas Nardose.

Ia lalu melanjutkan, “Ketika Anda memasuki ruangan dalam keadaan lelah, membawa barang-barang, kewalahan, atau membutuhkan dukungan… Apakah mereka menawarkan kursi kepada Anda, atau Anda harus memintanya?”

Beberapa orang menafsirkan teori ini sebagai sebuah metafora, di mana kursi diartikan sebagai ruang atau perhatian. Artinya, saat orang lain bisa mendengarmu dengan aktif dan memberikan usaha yang setara, tandanya kamu dihargai dan dianggap sebagai bagian dari hubungan, begitupun sebaliknya.

Alasan “chair theory” viral di sosial media

magnific.com/freepik

Teori ini cukup banyak diperbincangkan di ranah sosial media karena dirasa mampu memberikan penilaian terhadap kepedulian dan inklusivitas di dalam hubungan. Banyak yang merasa bahwa orang terdekat di dalam hidup mereka tidak menunjukkan isyarat penerimaan berdasarkan teori ini. Sehingga, banyak yang mulai lebih peka terhadap gestur-gestur kecil yang ditunjukkan seseorang kepada mereka.

Apakah “chair theory” bisa dijadikan tolok ukur kepedulian dalam hubungan?

pexels.com/RDNE Stock project

Jika mengambilkan kursi diibaratkan sebagai satu-satunya gestur yang mengisyaratkan kepedulian seseorang, tentu teori ini tidak bisa dijadikan tolok ukur. Memang, seringkali gestur kecil tertentu seolah dapat menandakan bagaimana  seseorang ‘melihatmu’ di dalam hubungan. Namun, untuk melihat kepedulian dan penerimaan di dalam sebuah hubungan, sebenarnya dibutuhkan penilaian terhadap berbagai faktor yang lebih mendalam.

Bagaimana cara menilai kepedulian dan penerimaan orang lain terhadapmu?

magnific.com/cookie_studio

Untuk menilai tingkat kepedulian dan penerimaan orang terdekat kepadamu bisa didasarkan dari beberapa cara. Seperti, apakah mereka bisa mendengarkanmu dengan baik dan memberikan validasi atas perasaanmu? Apakah mereka berusaha untuk meluangkan waktu denganmu? Atau, apakah mereka juga menunjukkan usaha untuk menanyakan kabar seperti halnya yang kamu lakukan?

Jika mereka berusaha untuk melakukan hal-hal tersebut, tandanya mereka memang benar-benar peduli dan menganggapmu sebagai bagian penting di dalam kehidupan mereka. Tapi jika tidak, kamu mungkin perlu mengevaluasi ulang hubunganmu.

Apa yang mesti dilakukan saat kamu merasa tidak dianggap di dalam hubungan?

magnific.com/Antoni Shkraba Studio

Melihat orang-orang terdekat yang selama ini kamu percayai ternyata tidak memberikan usaha setara seperti yang kamu berikan, tentu bisa membuatmu merasa kecewa dan sakit hati. Kendati demikian, kamu bisa coba komunikasikan untuk meluruskan situasi yang sedang terjadi.

Sampaikanlah permasalahan secara jujur dan fokus untuk menjelaskan apa yang kamu rasakan, ketimbang menyalahkan. Apabila mereka bisa menerima dan berusaha membuat perubahan, maka ini adalah hal yang positif. 

Namun, kalau mereka malah bersikap defensif dan mengecilkan perasaanmu, mungkin sudah saatnya untuk meninggalkan hubungan dan menemukan orang-orang yang selaras denganmu. 

Itulah penjelasan mengenai chair theory dalam hubungan. Bagaimana menurutmu, Bela?

FAQ seputar chair theory di dalam hubungan

Apa itu chair theory dalam hubungan?

Chair theory adalah teori yang menjelaskan bahwa seseorang yang menghargaimu akan mengambilkan kursi untukmu tanpa diminta. Sebaliknya, orang yang tidak menghargaimu tidak akan melakukannya.

Mengapa chair theory viral di sosial media?

Chair theory viral karena mampu menjelaskan situasi banyak orang yang selama ini ternyata tidak benar-benar dianggap di dalam sebuah hubungan, maupun pertemanan tertentu.

Apakah chair theory bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur kepedulian?

Tidak, karena kepedulian dan penerimaan dinilai dari faktor yang lebih mendalam, alih-alih didasarkan hanya pada gestur kecil.

Editorial Team