Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Apa Itu Breadcrumbing dalam Percintaan? Ini Arti dan 7 Tandanya
katiecouric.com

  • Breadcrumbing adalah sikap mempermainkan seseorang dengan memberi sedikit perhatian tanpa komitmen dalam hubungan romantis.

  • Tanda-tanda breadcrumbing antara lain komunikasi yang tidak konsisten, memberi sedikit perhatian, dan kembali mendekat saat kamu menjauh.

  • Alasan seseorang melakukan breadcrumbing termasuk takut berkomitmen, kebutuhan untuk mengendalikan, sikap yang belum dewasa, mencari opsi lain, dan perilaku narsistik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era kencan modern saat ini, kita menemukan banyak sekali istilah baru dalam hubungan percintaan yang bermunculan. Salah satu yang kian populer ialah breadcrumbing. Kamu mungkin termasuk yang sering, atau setidaknya pernah mendengar istilah satu ini. Tapi, barangkali kamu belum benar-benar memahami apa artinya.

So, apa itu breadcrumbing dalam percintaan?

Arti breadcrumbing dalam percintaan

ilustrasi breadcrumbing (pexels.com/Mary Taylor)

Mengutip laman Psychology Today, breadcrumbing diartikan sebagai sikap mempermainkan seseorang dengan memberi sedikit perhatian, tanpa sepenuhnya berkomitmen di dalam sebuah hubungan romantis. Istilah ini berasal dari kata “breadcrumb” yang diartikan secara literal sebagai “remah-remah," dan diambil dari sebuah dongeng populer, Hansel dan Gretel, di mana kedua karakter utama dikisahkan meninggalkan jejak remah roti untuk menemukan jalan pulang.

Nah, supaya kamu nggak terjebak dalam situasi ini, berikut Popbela bagikan 7 tanda breadcrumbing untukmu.

1. Komunikasi yang nggak konsisten

ilustrasi breadcrumbing (pexels.com/Ivan S)

Saat seseorang melakukan breadcrumbing padamu, kamu bakal melihat pola komunikasi yang nggak konsisten. Dia bisa menghubungimu dengan intens, namun tiba-tiba hilang beberapa hari tanpa penjelasan. Kehadirannya yang hilang timbul ini biasanya disebabkan karena ia sedang merasa bosan, kesepian, ataupun ingin mendapatkan perhatian darimu, Bela.

2. Hanya memberimu sedikit perhatian

ilustrasi cowok chatting (pexels.com/// onetoforseeforall)

Kalau seorang laki-laki suka memberimu perhatian seadanya, misal dengan selalu membalas singkat unggahanmu di sosial media, jelas kalau dia sedang melakukan breadcrumbing. Daripada berusaha membangun interaksi yang mendalam, dia justru membalas dengan hal-hal yang nggak penting. Perilaku ini menunjukkan bahwa ia hanya mau memberikan sedikit perhatian supaya kamu merasa diperhatikan dan tetap tertarik padanya.

3. Kembali mendekat saat kamu menjauh

ilustrasi cowok chatting (pexels.com/Michael Burrows)

Orang yang suka memberi ‘remah-remah’ biasanya punya pola spesifik yang mudah untuk dilihat, yakni selalu mendekat ketika kamu mulai menjauh. Yup, ini menunjukkan kalau dia nggak mau kamu hilang dari ‘orbitnya,’ tapi di saat yang bersamaan juga nggak berniat untuk serius denganmu. Dengan kata lain, dia takut kalau sampai kehilangan opsi.

4. Suka merayu tapi nggak bisa memberi kepastian hubungan

ilustrasi laki-laki chatting (pexels.com/Monstera Production)

Tanda perilaku ini juga terlihat saat seseorang memberimu rayuan atau flirting secara terus-menerus. Dia mungkin memberimu pujian, perhatian, tapi nggak bisa memberikan komitmen. Umumnya, flirting dilihat sebagai cara untuk mendapatkan validasi dan rasa diinginkan, tanpa harus terlibat di dalam hubungan yang serius. Ini juga bisa jadi pertanda kalau seseorang masih mengeksplorasi pilihan.

5. Suka memberi harapan palsu

ilustrasi cowok chatting (freepik.com/freepik)

Kerap diimingi janji palsu untuk bertemu, atau membuat hubungan terasa menggantung juga jadi tanda lainnya yang mesti kamu perhatikan. Biasanya, tujuan dari perilaku ini adalah membuatmu untuk terus berharap. Padahal, dia nggak ada niatan untuk benar-benar menjalin hubungan, ataupun bertemu denganmu. Meskipun janji yang diungkapkan terasa manis, tapi kalau nggak ada aksi nyata, tentu nggak ada artinya.

6. Merespon sangat lama

ilustrasi cowok chatting (freepik.com/senivpetro)

Jika seseorang memang benar-benar menginginkanmu, dia pasti akan merespon pesanmu dalam waktu yang wajar. Tapi kalau membalasnya satu kali dalam sehari, atau kamu bahkan harus menunggu balasannya berhari-hari kemudian, sudah pasti dia sedang breadcrumbing kamu, Bela. Daripada menunggu kemungkinannya untuk merespon, akan jauh lebih baik untuk berhenti memberikan perhatian dan energimu untuknya.

7. Hubungan terasa satu arah

ilustrasi perempuan chatting (pexels.com/Ivan Samkov)

Seseorang yang yakin denganmu, nggak akan mungkin membuat hubungan terasa satu arah. Seperti, kamu yang selalu membuat janji, lebih sering mengirimkan pesan, atau kamu yang jauh lebih banyak menaruh perhatian padanya. Justru sebaliknya, keseriusan sikapnya bakal terlihat dari usahanya agar kamu benar-benar merasa diperhatikan dan dihargai.

Alasan seseorang melakukan breadcrumbing

ilustrasi breadcrumbing (freepik.com/drobotdean)

Ada berbagai alasan yang mendasari seseorang melakukan breadcrumbing. Melansir laman Rocket Health, ini dia penjelasannya:

  1. Takut berkomitmen: Salah satu hal yang membuat orang melakukan breadcrumbing ialah rasa takut akan keintiman atau komitmen. Sebab, memberi remah perhatian memungkinkan mereka untuk menjaga jarak emosional, tapi tetap mendapatkan kasih sayang dari seseorang.

  2. Kebutuhan untuk mengendalikan: Breadcrumbing juga bisa berkaitan dengan keinginan untuk mengontol. Dengan kata lain, para pelaku mendapatkan rasa berkuasa saat ia mampu menjaga keterlibatan emosional.

  3. Sikap yang belum dewasa: Ketika seseorang nggak mempunyai kedewasaan emosional yang baik, seperti komunikasi yang jujur ​​dan konsisten, mereka rentan untuk memberikan remah perhatian. Mereka mungkin nggak tahu caranya mengakhiri sesuatu, maupun merasa nggak nyaman dengan konfrontasi.

  4. Masih mencari opsi: Apabila seseorang merasa belum siap untuk memilih calon pasangan, atau terus mencari opsi lain yang dirasa lebih baik juga mampu mendorong mereka melakukan breadcrumbing.

  5. Perilaku narsistik: Ciri-ciri kepribadian tertentu, seperti covert narcissist atau seorang narsistik rentan pun bisa bersikap seperti ini.

Apa yang mesti dilakukan ketika seseorang melakukan breadcrumbing?

ilustrasi breadcrumbing (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kalau seseorang melakukan breadcrumbing padamu, psikolog klinis, Dr. Sabrina Romanoff, menjabarkan beberapa hal yang dapat kamu lakukan, dikutip dari laman VeryWell Mind sebagai berikut:

  1. Pahami situasi ketika kamu nggak terhubung dengannya: Kalau merasa diperlakukan seperti remah roti, cobalah untuk mulai fokus pada hal baik yang terjadi jika kamu melupakannya. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sabrina, "(Coba pikirkan) Apa yang bisa didapatkan dengan tidak terlibat dengan orang ini, serta semua energi yang akan Anda hemat dengan tidak perlu bertanya-tanya bagaimana perasaan mereka sebenarnya terhadap Anda, justru bisa mempertemukan Anda dengan seseorang yang membuat Anda merasa aman."

  2. Bersikaplah lugas: Selanjutnya, beri tahu pelaku breadcrumbing bagaimana gaya komunikasi dan tindakannya memengaruhimu secara tegas. "Beri tahu mereka dampak dari perilaku mereka dan mintalah apa yang Anda inginkan: diperlakukan sebagai prioritas dan orang yang mereka hargai," kata Sabrina.

  3. Jangan biarkan perilaku buruknya terus bergulir: Jika pelaku breadcrumbing mengirimkan pesan remeh di tengah malam, yakinkan dirimu bahwa nggak mengapa untuk tidak menanggapinya. Sebaliknya, kalau kamu masih membalasnya, justru mampu memperkuat perilaku buruknya.

  4. Ajari orang lain bagaimana memperlakukanmu: Sabrina kemudian menambahkan bahwa untuk menghadapi seseorang yang memberi remah perhatian padamu, cobalah untuk memahami hal apa saja yang bisa kamu toleransi dan yang tidak.

  5. Ingatlah nilai dirimu: Terakhir, ingatkan dirimu untuk berhenti memohon perhatian dari pelaku breadcrumbing. Karena kamu pantas mendapatkan perhatian yang utuh dan terfokus. Saat kamu mulai memahami nilai diri dan membangun batasan lebih baik, kamu pun akan menarik seseorang yang bisa menghargaimu.

Jadi, setelah memahami apa itu breadcrumbing dalam percintaan beserta tandanya di atas, semoga kamu nggak mudah terpengaruh ‘remah-remah’ perhatian yang seseorang beri padamu ya, Bela.

Editorial Team