Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You
    10 Puisi Cinta LDR untuk Mengobati Rindu Pada Pasangan
    Freepik.com/Freepik

    Menjalani hubungan jarak jauh alias LDR (long distance relationship) memang bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan komunikasi yang baik dan saling pengertian agar hubungan tetap berjalan langgeng. Tak hanya itu, pasangan LDR juga harus menahan rindu karena tak bisa bertemu dengan sang pujaan hati. Kata-kata puitis mungkin menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan kerinduan pada pasangan yang jauh di sana.

    Kamu yang sedang menjalani LDR pasti tahu suka dukanya berjauhan dengan pasangan. Khusus untuk kamu yang sedang menahan rindu, yuk ungkapakan perasaanmu lewat 10 kumpulan puisi cinta LDR dari orang terkenal berikut ini!

    Freepik.com/Prostooleh

    Kau dan Jarak

    Aku telah menjadi penghalang 
    antara kau dan jarak 
    Namun kemudian kau berteriak: 
    jangan halangi jarak itu! 
    biarkan ia ada di antara kita! 
    Jarak itu pun makin melebar 
    kian tak terukur 
    Bahkan kini 
    kau telah lebih jauh 
    dari sekedar pergi 

    Norman Adi Satria

    Jangan Pernah Bunuh Rindu

    Aku akan selalu mengenang 
    momen-momen ketidakbersamaan kita 
    yaitu ketika kita mencoba 
    berjuang mengatasi jarak 
    dengan tanpa membunuh rindu  

    Kerna rindu pun punya sanak family 
    yang bila satu di antaranya dibunuh 
    akan hadir berjuta membalaskan kesumat 
    menggempur kita hingga terkapar 
    tak lagi dipuaskan bayang di balik layar 

    Norman Adi Satria

    Freepik.com/Jozzeppe

    Rinduable

    Jauh sebelum kita bertemu
    aku sudah punya rindu
    Rindu itulah yang selama ini menjadi penghalang
    bagi siapapun yang mencoba datang
    mulai dari gadis incaran
    sampai mantan terindah yang tiba-tiba minta balikan

    Oleh sebab itu aku dan rindu sering bertengkar
    Terlebih soal siapa yang lebih layak untukku dan untuknya

    Hingga akhirnya kamu datang
    Dan barulah aku tahu
    Kamu yang selama ini ditunggu oleh rindu

    Please, tak usah bilang: so sweet
    Aku tak sedang nggombal
    Kamu emang rinduable banget kok
    Cieee…. Ngangenin…

    Norman Adi Satria

    Pulang ke Mimpi

    Ini sudah kesekian sepi 
    aku menanti, 
    dan entah berapa sepi lagi 
    harus kulewati. 

    Inilah yang aku takuti 
    kau sengaja menjadikan sepi 
    sebagai sebuah takaran tuk kembali. 
    Katamu: nanti 
    bila kau sudah kesepian. 

    Bukankah kau tahu 
    sepi memperlama terasanya waktu? 
    Sepi bukanlah sebuah perjalanan 
    yang semakin jauh aku melangkah 
    kian mempersingkat jarak denganmu. 

    Yang harus aku lakukan hanya menunggu, 
    menunggumu. 
    Bila aku gaduh sepi akan lenyap, 
    maka aku diam agar kesepian kian senyap, 
    dan berharap 
    kau datang ketika aku lelap. 

    Ini sudah sangat sepi, 
    mari pulang ke mimpi. 

    Norman Adi Satria

    Freepik.com/Freepik

    Pada Suatu Hari Nanti

    Pada suatu hari nanti

    Jasadku tak akan ada lagi
    Tapi dalam bait-bait sajak ini
    Kau takkan kurelakan sendiri

    Pada suatu hari nanti
    Suaraku tak terdengar lagi
    Tapi di antara larik-larik sajak ini
    Kau akan tetap kusiasati

    Pada suatu hari nanti
    Impianku pun tak dikenal lagi
    Namun di sela-sela huruf sajak ini
    Kau takkan letih-letihnya kucari

    — Sapardi Djoko Damono

    Yang Fana Adalah Waktu

    Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
    Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
    Sampai pada suatu hari
    Kita lupa untuk apa
    “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
    Tanyamu. Kita abadi.

    — Sapardi Djoko Damono

    Freepik.com/Arthur Hidden

    Telepon Kaleng Susu

    Aku di sini, 
    memegang ujung tali 
    menelusuri 

    Kau di sana, 
    memegang ujung satunya 
    mengawasi 

    Regangkan! 
    Usah berputar tak tentu 
    kau akan terlibat, 
    dan kita memang saling melibat 

    Rentangkan! 
    Agar terdengar suara 
    maka kita bisa saling berbicara

    — Unknown

    Rindu Menantimu

    Kini ku sendiri 
    Tak ada kamu di sampingku 
    Hariku menjadi sepi tak berwarna 
    Indahnya mentari tak seindah kemarin 
    Aku merindukanmu 
    Apakah kau merindukanku 

    Kata rindu tak bisa ungkapkan 
    Perasaan dihati ini menahan rasa 
    Jarak kini memisahkan kita 
    Waktu seakan begitu lambat berputar 
    Aku menantimu 

    Memang hal ini harus kita jalani 
    Perpisahan ini bukan untuk selamanya 
    Masa depan kita akan bahagia 
    Berjuang bersama untuk menggapai cita 
    Cinta kita akan abadi 
    Aku akan setia menantimu 
    Sayangku

    — Unknown

    Freepik.com/Arthur Hidden

    Slide Kenangan

    Bukankah kubilang, aku selalu merindu? 
    Pada harum tubuh 
    cerita lucu, 
    dan renyah suaramu 

    Aku selalu menyimpan 
    potongan kecil semua kenangan 
    untuk kuputar berulang-ulang 
    hingga kau kembali datang

    — Unknown

    Daun Akasia yang Bercerita

    Sore itu di lapangan Saburai 
    di bawah pohon rindang 
    yang berangin kencang 
    daun akasia berguguran 

    Aku memulungnya satu 
    memasukannya di sakumu 
    kau bertanya 
    tak mengerti kelakuanku 
    kau bilang aku kekanakan 

    Pagi tadi 
    daun akasia itu 
    kau letakkan di tengah buku catatan 
    kau mendengarkan 
    daun akasia yang bercerita 

    Cerita tentang kita 
    di atas kereta yang mulai meninggalkan kota

    — Unknown

    Itulah kumpulan puisi cinta LDR yang bisa mengungkapkan perasaanmu saat ini. Lalu, mana yang jadi favoritmu, Bela?

    Editorial Team