Mulai dari menghidupkan kembali karya seni klasik dengan gaya modern hingga menghadirkan tur virtual ke berbagai museum paling terkenal di dunia lewat TikTok LIVE, TikTok terus mengubah cara masyarakat menemukan budaya, kreativitas, dan edukasi. Memperingati Hari Museum Internasional yang jatuh pada 18 Mei, TikTok bersama sejumlah institusi dan kreator ternama menghadirkan rangkaian program dan sumber edukasi, antara lain program global baru dari TikTok LIVE, laporan tentang museum, dan berbagai inisiatif menarik lainnya.
Merayakan Hari Museum bersama TikTok, Ajak Anak Muda Jelajahi Tempat Bersejarah

Menghidupkan museum di TikTok
Selama setahun terakhir, sejumlah museum ternama telah memanfaatkan TikTok LIVE untuk berinteraksi dengan audiens melalui cara-cara baru, sekaligus membangkitkan kembali minat terhadap sejarah dan karya seni yang populer.
Pada Maret lalu, The Metropolitan Museum of Art di New York City, Amerika Serikat, menghadirkan rangkaian tur LIVE selama tiga hari yang dipandu oleh kreator dan kurator. Sementara itu, Grand Egyptian Museum di Giza, Mesir, berhasil mengubah sebuah acara budaya nasional menjadi momen global dengan menayangkan seremoni pembukaan museum secara LIVE pada November lalu. Secara keseluruhan, kedua sesi LIVE tersebut berhasil menjangkau hampir lima juta penonton di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bagaimana TikTok LIVE dapat terus memperluas akses masyarakat ke institusi budaya dan konten edukatif.
Baru-baru ini, TikTok meluncurkan Comes Alive, program global terbaru dari TikTok LIVE yang memberikan akses sepanjang tahun bagi pengguna untuk menikmati berbagai konten LIVE seputar edukasi, kuliner, wisata, dan topik menarik lainnya. Diluncurkan pada 18 Mei, program ini diawali dengan Museums Come Alive, rangkaian siaran resmi TikTok LIVE yang berkolaborasi dengan berbagai museum di seluruh dunia untuk memberikan kepada penonton akses di balik layar ke sejumlah institusi budaya ternama.
Tur museum virtual eksklusif di bulan Mei
Sebagai bagian dari rangkaian Museums Come Alive, TikTok LIVE menggelar sejumlah tur museum virtual eksklusif dari 18-20 Mei bersama institusi budaya dan kreator dari berbagai negara. Beberapa museum yang menggelar virtual tur adalah sebagai berikut.
Almaty Museum of Arts melalui akun @almatymuseumofarts, bersama kreator @nurzhan_cello, menampilkan tur eksklusif museum seni modern dan kontemporer privat pertama dan terbesar di Almaty, Kazakhstan.
National Museum of Kazakhstan melalui akun @nationalmuseumkz, bersama kreator @zhuldyz_rakhmet, menghadirkan tur dua jam yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan Informasi Republik Kazakhstan.
The Museum of Modern Art (MoMA), New York melalui akun @museumofmodernart, @tiktok, dan @tiktoklive_us, menghadirkan tur LIVE bersama kreator @katebartlett dan pakar dari MoMA.
Abdeen Palace Museum, Mesir melalui akun @tiktoklive_mena, bersama kreator @ahmedgalalmoussa, menampilkan tur sebelum jam operasional museum untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Mesir kepada audiens global.
Pokémon Fossil Museum di Field Museum, Chicago, melalui akun @tiktok dan @tiktoklive_us, menghadirkan tur eksklusif sebelum pameran tersebut resmi dibuka untuk publik.
April lalu, TikTok LIVE juga menggelar tur museum bersama sejumlah kreator untuk mengunjungi pameran "NYOTA di Tanah Air" yang digelar di Museum Nasional Indonesia.
Mengangkat Museum Tekstil Jakarta
Turut merayakan Hari Museum Internasional tahun ini, TikTok juga menggelar Tur Museum bersama sejumlah kreator dan media untuk mengunjungi Museum Tekstil di Jakarta, Indonesia. Museum Tekstil Jakarta menjadi salah satu contoh ruang budaya yang terus memperkenalkan sejarah tekstil, wastra, dan warisan budaya Indonesia kepada publik, termasuk melalui konten yang dibagikan di akun @museum_tekstiljkt di TikTok. Hal ini semakin menunjukkan bagaimana museum dan platform digital dapat saling melengkapi dalam menghadirkan cerita budaya secara lebih dekat, mudah diakses, dan relevan bagi generasi muda masa kini.
Tur ini ditemani oleh dua kreator, Alma Al Farisi (@almahello) dan Asep Roman Muhtar (@romannuansa) yang aktif membagikan konten seputar sejarah, budaya, dan identitas Indonesia di TikTok.
Dalam kegiatan ini, Alma dan Roman berbagi cerita mengenai perjalanan mereka sebagai kreator serta bagaimana TikTok membantu membuat topik sejarah dan budaya terasa lebih dekat dan relevan bagi generasi muda.
Alma dan Roman juga mengeksplorasi berbagai koleksi dan cerita di balik warisan tekstil Indonesia di Museum Tekstil Jakarta, termasuk mengunjungi Galeri Batik yang menampilkan koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, kedua kreator beserta rekan media yang turut hadir, juga mengikuti aktivitas membatik bersama Museum Tekstil untuk melihat lebih dekat proses dan makna budaya di balik wastra tradisional Indonesia.
"Institusi budaya selalu memiliki kekuatan untuk membangkitkan rasa ingin tahu, dan kini berpeluang menjangkau orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu tersebut. Pertumbuhan #MuseumTok juga membuktikan bahwa ketika museum hadir di ruang digital tempat orang sudah aktif berinteraksi, audiens baru pun ikut terhubung. Pada Hari Museum Internasional ini, kemitraan kami yang semakin erat dengan museum di seluruh dunia mencerminkan komitmen TikTok untuk membuat partisipasi budaya dapat diakses siapa pun, di mana pun mereka berada," ujar Karen Kang, Culture and Education Partnerships Lead, TikTok.
Museum Insights Report 2026
TikTok juga meluncurkan Museum Insights Report 2026, yaitu laporan yang melihat kembali tren dan momen yang menginspirasi komunitas #MuseumTok selama setahun terakhir, sekaligus menampilkan berbagai wawasan penting yang turut mendorong pertumbuhan komunitas di dalam platform.
Temuan utama laporan ini mencakup beberapa poin yang akan dijabarkan sebagai berikut.
Di TikTok, setiap museum dapat menemukan audiensnya: TikTok memberi peluang bagi setiap museum untuk membangun komunitas penggemar setia, termasuk museum dengan tema yang sangat unik sekalipun. Disgusting Food Museum, Ice Cream Museum, Trap Music Museum, dan The Bone Museum termasuk di antara museum yang paling banyak dicari di platform.
Budaya pop menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah: #MuseumTok menunjukkan bahwa salah satu cara paling efektif untuk mengenalkan sejarah adalah melalui cerita yang menarik. Banyak museum berhasil menjangkau audiens baru dengan memanfaatkan budaya pop, humor, dan format yang autentik di TikTok. Di Indonesia, lebih dari 1 dari 3 pengguna TikTok tertarik pada museum. Selain itu, lebih dari setengah pengguna TikTok di Indonesia (51%) tertarik pada sejarah.
Kreator adalah kurator baru: Museum dapat terhubung lebih efektif dengan audiens ketika para ahli, kreator, dan pegiat budaya hadir sebagai pencerita. Suara yang autentik dan konten sajian kreator turut mendorong penemuan museum, sekaligus membuka cara baru bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, seni, dan budaya melalui pendekatan yang lebih relevan dan mudah dipahami.
Bagaimana, Bela? Jadi tertarik untuk mengunjungi museum dan mengabadikannya?