Melansir dari Times of India, setidaknya ada tiga alasan utama di balik keputusan ini yaitu perubahan perilaku penonton. Kini, orang tak lagi nunggu video musik diputar di TV. Sebagian besar, mereka sudah pindah ke YouTube, TikTok, dan Spotify. Platform digital memungkinkan akses instan dan personal, sehingga hal tersebut menjadi sesuatu yang sulit disaingi oleh TV tradisional.
Pengurangan biaya & efek merger juga termasuk sebagai alasan kedua. Merger Paramount Global dengan Skydance Media di awal 2025 mendorong strategi penghematan besar-besaran senilai $500 juta. Saluran musik dianggap tidak lagi relevan secara komersial. Bahkan, jumlah angka penonton mengecil secara drastis, MTV Music dengan 1,3 juta penonton (per Juli 2025) dan MTV 90s hanya 949 ribu penonton.
Jika dibanding masa keemasannya di tahun 90-an dan 2000-an, jumlah ini hanya sebagian kecil. Dengan fokus baru pada streaming lewat Paramount+, saluran TV musik tidak lagi dianggap berkelanjutan.
Transformasi dari video musik ke reality show juga termasuk alasan MTV menutup kelima salurannya. Sejak berdiri tahun 1981, MTV dikenal sebagai rumah video musik 24 jam. Namun, mulai tahun 2000-an, mereka perlahan bergeser ke reality show seperti The Hills, Jersey Shore, hingga Teen Mom.