Pertunjukan utama bertajuk "Resonansa: Dari Titik Kecil Menjadi Gelombang Peradaban" menjadi metafora perjalanan talenta bermula dari potensi awal, melalui proses pembinaan yang panjang, hingga berkontribusi bagi peradaban dan kebudayaan.
MTN Wave menghadirkan rangkaian karya lintas disiplin dengan penampil sebagai berikut.
Bidang seni rupa mengambil tajuk Rupa Mantra yang menampilkan karya Arifa Safura, Arsya Ardiansyah, Ben Suryo, F. Boy Sinaga, Juan Arminandi, Kezia Rantung, Riyan Kelana, Taufiqurrahman Kifu.
Bidang film pertunjukan berjudul Di Antara Tubuh, Ingatan, dan Kehilangan yang melibatkan Lola Amaria, serta karya Khozy Rizal, Felix K. Nesi, Rein Maychaelson, Yosef Levi.
Bidang pertunjukan karya berjudul "Tumbuh di Atas Jerami" dengan penampil Aditya Warman, Daniel S. Pambudi, Dendi Wardiman, Densiel Lebang, Uni Tati (Hartati), Davit Fitrik, Fazri Arif Sahputra, Maria Bernadeta, Menthari Ashia, Taufik Adam, Try Anggara.
Bidang sastra bertajuk "Siklus Suara" yang akan diisi oleh Bongso Temmar, Lala Bohang, Reda Gaudiamo, Tara Febriani, Theoresia Rumthe. Turut memberikan dukungan terhadap MTN Seni Budaya adalah penulis sekaligus talenta unggul, Dewi Dee Lestari.
Serta ditutup bidang musikdengan judul "Simfoni Khatulistiwa" yang menampilkan karyaBasboi, Djangat Indonesia, Giring Fitrah, Gondrong Gunarto, Kunto Aji, Parasirama, Tsai.
Keseluruhan pertunjukan dipandu oleh Lukman Sardi sebagai narator dan Siko Setyanto, yang merajut tiap gelombang menjadi satu narasi utuh tentang perjalanan talenta seni budaya Indonesia.
Melalui MTN Wave, MTN Seni Budaya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjalanan talenta seni budaya Indonesia dari titik kecil, menjadi gelombang yang memberi makna bagi masa depan kebudayaan bangsa.