Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Film Kamila Andini yang Wajib Ditonton, Terbaru Empat Musim Pertiwi!
instagram.com/kamilandini
  • Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang 8 Oktober 2026, menceritakan Pertiwi yang pulang setelah dipenjara, serta disebut mewakili Indonesia untuk Oscar 2027 kategori Best International Feature Film.

  • Film-film Kamila Andini kerap mengangkat perempuan menghadapi tekanan sosial dan trauma, seperti Nana, Yuni, Memoria, serta Diana yang berjuang atas kekerasan, pernikahan, dan pilihan hidup.

  • Karya lain mengeksplorasi ikatan keluarga dan kehidupan komunitas: Sekar tentang ibu-anak, Sekala Niskala tentang persaudaraan, serta The Mirror Never Lies mengenai keluarga nelayan di Wakatobi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamila Andini kembali menjadi sorotan usai merilis film baru berjudul Empat Musim Pertiwi. Film garapan putri sutradara Garin Nugoro ini mendapat kesempatan mewakili Indonesia di ajang Piala Oscar 2027 untuk kategori Best International Feature Film.

Tak hanya itu saja, film tersebut juga mengantongi sejumlah penghargaan di tingkat internasional, lho. Selain Empat Musim Pertiwi, apa saja film Kamila Andini lainnya yang tak kalah seru untuk ditonton? Yuk, simak daftarnya!

1. Empat Musim Pertiwi (2026)

Empat Musim Pertiwi adalah film Kamila Andini terbaru yang sudah tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Film ini merupakan hasil kerja sama produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Belanda, Norwegia, Jerman, Prancis, Polandia, dan Thailand, lho.

Empat Musim Pertiwi menceritakan Pertiwi (Putri Marino) yang kembali ke desanya setelah lebih dari satu dekade dipenjara karena membunuh laki-laki yang mencoba memperkosanya. Sayangnya, kepulangan itu bukan sesuatu yang dinantikan oleh warga, bahkan keluarganya sendiri enggan menerimanya.

Hanya Mak Ira (Christine Hakim) dan Bisma (Arya Saloka) yang menyambutnya. Meski demikian, kali ini ia tidak datang untuk melarikan diri. Justru, ia datang untuk menghadapi semua hal yang sempat membuat dunianya gelap gulita.

2. Before, Now & Then (Nana) (2022)

Before, Now & Then atau dikenal juga dengan Nana adalah film indie drama sejarah Indonesia tahun 2022 yang diadaptasi dari bab pertama novel Jais Darga Namaku karya Ahda Imran. Filmnya mengisahkan Raden Nana Suhani (Happy Salma), perempuan Sunda di era 1960-an yang kehilangan suami dan anak karena perang di Jawa Barat.

Ia menikah lagi untuk memulai hidup baru dengan laki-laki kaya raya, namun justru selalu direndahkan. Nana pun menderita dalam diam. Suatu ketika, ia bersahabat dengan salah satu simpanan suaminya. Mereka bersama-sama mencari harapan untuk meraih kemerdekaan.

3. Yuni (2021)

Yuni menyoroti kisah remaja bernama Yuni (Arawinda Kirana) dan remaja-remaja di sebuah desa di Serang, Banten yang dituntut menikah saat masih bersekolah. Mereka dipaksa menikah dengan banyak alasan, mulai dari mencegah hamil di luar nikah yang dianggap membawa aib keluarga, sampai faktor ekonomi.

Lamaran pun datang silih berganti, namun Yuni masih ingin melanjutkan sekolah dan mengejar mimpinya. Hingga lamaran ketiga datang dari Pak Damar. Lamaran ini membuat situasi makin rumit karena Pak Damar adalah sosok guru yang terpandang. Di sisi lain, keluarga dan lingkungan sekitar mulai mendorong ia agar menerima lamaran tersebut.

4. Sekar (2018)

Film pendek yang disutradarai Kamila Andini berjudul Sekar mengisahkan perempuan buta bernama Sekar (Sekar Sari) yang menjadikan batik buatan ibunya sebagai dunianya. Ia mencintai batik tanpa pernah melihatnya. Setiap kali sang ibu membatik, Sekar dan Ibu (Christine Hakim) akan meraba, menebak, kemudian membicarakan rapalan-rapalan doa dan harapan yang terkandung di setiap corak.

Hubungan harmonis ibu anak tersebut kemudian terganggu dengan hadirnya seorang pemuda. Sekar dan pemuda ini saling jatuh cinta, namun kekhawatiran dan perasaan sang Ibu yang ingin menjaga Sekar menjadi pusat kegamangan film Sekar.

5. Sekala Niskala (2017)

Sekala Niskala atau yang juga dikenal dengan The Seen and Unseen mengisahkan dua anak kembar perempuan dan laki-laki yang tinggal di Bali. Konflik film dimulai saat Tantri mengetahui bahwa kembarannya, yakni Tantra, mengidap penyakit berbahaya. Penyakit itu membuat otak Tantra mulai lemah dan kehilangan kemampuan indranya.

Nasib malang itu membuat mereka harus saling memendam rindu. Demi menghilangkan rasa rindu yang kian meningkat, mereka akhirnya menjalin koneksi dalam dunia fantasi. Saat tengah malam, Tantri terbangun dan selalu melihat saudaranya. Pertemuan itu menjadi salah satu cara mereka untuk bisa bermain bersama.

6. Memoria (2016)

Memoria bercerita tentang Maria, seorang penyintas pemerkosaan pada pendudukan Indonesia di Timor-Leste. Dari kasus pemerkosaan itu, ia melahirkan seorang anak perempuan. Hampir 20 tahun berlalu, Maria masih berjuang menghadapi trauma masa lalu. Ia menyimpan banyak rahasia dari sang putri dan terjebak dalam pernikahan dengan suami yang kasar.

Sementara itu, Flora tumbuh sebagai perempuan yang ceria, tetapi bergulat dengan konflik identitas dan kemiskinan. Ia berharap pernikahan bisa menjadi jalan keluar dari kehidupannya saat ini. Namun, Maria menolak lamaran kekasih Flora karena takut putrinya mengalami kekerasan serupa yang pernah ia alami.

7. Sendiri Diana Sendiri (2015)

Sendiri Diana Sendiri menyajikan film pendek mengisahkan perempuan bernama Diana (Raihaanun) yang setiap hari menghabiskan waktu bersama anak laki-lakinya. Suatu ketika, ia harus menghadapi kenyataan jika suaminya ingin poligami.

Lewat film ini, kamu akan diperlihatkan bagaimana Diana memiliki caranya sendiri untuk melepaskan diri dari kesedihan dan berusaha untuk tegar dengan mencari pekerjaan. Menariknya, Sendiri Diana Sendiri konon terinspirasi kisah nyata kerabat Kamila, lho.

8. The Mirror Never Lies (2011)

The Mirror Never Lies merupakan film Kamila Andini kedua usai debut penyutradaraan pada film Rahasia Dibalik Cita Rasa (2002). Film ini mengisahkan kehidupan masyarakat Wakatobi. Cerita dimulai dengan mengikuti remaja berusia 12 tahun bernama Pakis (Gita Novalista) yang setiap hari menunggu kepulangan sang ayah.

Pasalnya, sang ayah sudah lama tak pulang dari melaut, bahkan tak ada yang tahu kabarnya. Situasi itu membuat ibu Pakis (Atiqah Hasiholan) menggantikan peran suaminya untuk mencari nafkah. Suatu ketika, peneliti lumba-lumba, Tudo (Reza Rahadian), datang ke Wakatobi dan menyewa kamar yang biasanya digunakan Ayah Pakis. Tudo inilah yang membawa warna tersendiri bagi Wakatobi dan kehidupan Pakis.

Demikian sejumlah film Kamila Andini yang kisahnya selalu dekat dengan masyarakat. Mana film favooritmu, Bela?

Curated For You

Editorial Team

Related Article