Token listrik prabayar masih sering disamakan dengan pulsa seluler. Padahal, keduanya memiliki mekanisme yang sangat berbeda. Pulsa seluler merupakan saldo rupiah yang digunakan untuk layanan komunikasi seperti telepon, pesan teks, dan internet. Sementara itu, token listrik prabayar adalah pembelian energi listrik yang akan berkurang sesuai pemakaian di rumah.
Pada sistem listrik prabayar, pelanggan PLN membeli listrik di awal dalam satuan kilowatt hour (kWh), bukan saldo uang. Setiap peralatan listrik yang digunakan—mulai dari lampu, kulkas, hingga AC—akan mengurangi jumlah kWh yang tersisa di meteran. Ketika kWh habis, pelanggan perlu melakukan pengisian ulang token listrik.
Sistem ini dirancang agar pelanggan dapat memantau sekaligus mengendalikan konsumsi listrik secara mandiri sejak awal pemakaian.
