Dalam acara opening store pada Sabtu (12-9-2026) kemarin, ada beberapa tradisi a la Tiongkok yang dipercaya untuk mendatangkan hoki. Mulai dari pemotongan pita yang menandai secara resmi dimulainya operasional bisnis. Dalam tradisi Tionghoa, pita atau spanduk yang dipotong (biasanya berwarna merah) melambangkan pemutusan rintangan lama dan pembukaan pintu gerbang rezeki. Warna merah yang digunakan melambangkan kebahagiaan, semangat, dan energi positif.
Selanjutnya ada menggelindingkan atau melempar nanas ke dalam toko. Tradisi ini sangat populer di kalangan masyarakat Tionghoa, khususnya dialek Hokkien. Dalam bahasa Hokkien, nanas disebut "Ong Lai". Kata Ong berarti kemakmuran/keberuntungan dan Lai berarti datang. Menggelindingkan nanas ke dalam tempat usaha menyimbolkan doa agar rezeki, keberuntungan, dan kelancaran bisnis mengalir masuk tanpa henti.
Setelahnya ditutup dengan atraksi barongsai. Dalam budaya Tionghoa, tarian barongsai bukan sekadar hiburan, melainkan ritual untuk mengusir energi negatif (chi buruk) dan roh jahat. Bunyi petasan serta gendingan simbal dan drum yang nyaring dipercaya bisa menyucikan area toko baru. Selain itu, prosesi barongsai yang memakan sayuran (biasanya selada/sawi) dan mengeluarkannya kembali melambangkan penyebaran rezeki dan kemakmuran bagi tempat usaha tersebut.