Kampanye Valentino terbaru, “'nterferenze' menghadirkan perpaduan antara fashion, seni, sejarah, dan arsitektur dalam satu visual yang dramatis. Untuk kampanye ini, Valentino memilih Centrale Montemartini di Roma sebagai lokasi pemotretan. Dulunya, Centrale Montemartini merupakan pembangkit listrik publik pertama di Roma yang dibangun pada awal abad ke-20 di tepi Sungai Tiber. Pada 1997, bangunan ini kemudian dialihfungsikan menjadi salah satu lokasi satelit dari Capitoline Museums.
Karakter unik Centrale Montemartini yang mempertemukan patung klasik dengan peninggalan industri menjadi bagian penting dari konsep 'Interferenze'. Di sini, dua dunia yang tampaknya nggak mungkin disatukan justru berdampingan dan menciptakan cerita baru.
Memasuki Centrale Montemartini, pengunjung akan menemukan pemandangan yang cukup surreal. Patung-patung dari masa Romawi berdiri di antara mesin diesel, alternator, flywheel berukuran besar, hingga struktur crane yang dulu digunakan dalam aktivitas pembangkit listrik.
Dalam 'Interferenze', patung dewi Fortuna, muse Polyhymnia, dan Ratu Cleopatra seolah hidup kembali di tengah lanskap industri tersebut. Keindahan marmer yang pucat bertemu dengan permukaan besi yang gelap dan kokoh. Bentuk tubuh manusia yang terlihat begitu sempurna berhadapan dengan kekuatan mesin.
Yang menarik, Valentino nggak menjadikan Centrale Montemartini hanya sebagai background untuk koleksi fashion. Karakter tempat tersebut justru menjadi bagian dari cerita kampanye.
Setiap elemen di dalamnya seolah saling memengaruhi. Patung membuat mesin terlihat berbeda, sementara keberadaan mesin membuat patung terasa semakin monumental.
Begitu juga dengan pakaian dan para model yang hadir di antara keduanya. Material pakaian yang ringan menciptakan kontras dengan bobot visual baja dan mesin. Gerakan tubuh para model bahkan terasa seperti meneruskan gestur yang sebelumnya sudah dibekukan dalam bentuk patung.
“Interferenze” juga terasa kuat lewat pendekatan visual yang sinematik. Cahaya digunakan secara dramatis untuk menyoroti bagian-bagian tertentu dari ruang. Fragmen tubuh, siluet pakaian, profil patung marmer, dan struktur mesin raksasa muncul dari balik bayangan.
Efek tersebut membuat setiap gambar terasa seperti sebuah adegan film yang sedang berhenti sejenak. Nggak ada satu titik yang benar-benar menjadi pusat perhatian. Pandangan justru diajak berpindah dari tubuh ke pakaian, dari pakaian ke patung, lalu kembali ke mesin.
Konsep kampanye ini juga punya hubungan dengan gagasan montage yang diperkenalkan oleh sutradara Sergei Eisenstein. Secara sederhana, konsep tersebut melihat bahwa sebuah makna bisa muncul bukan hanya dari satu gambar, tetapi dari pertemuan dua atau lebih elemen yang berbeda.
Tubuh manusia bertemu dengan patung. Kain bertemu besi. Keindahan klasik bertemu teknologi. Masa lalu bertemu masa kini. Ketika elemen-elemen tersebut ditempatkan berdampingan, muncul sebuah cerita yang nggak bisa ditemukan dari masing-masing objek secara terpisah.
