Di luar aktivitas sebagai performer, setiap member PAPION memiliki selera fashion yang mencerminkan kepribadian masing-masing. Hal itu terlihat ketika mereka diminta memilih satu warna yang bersedia dikenakan selama satu tahun penuh.
Naia memilih seluruh gradasi abu-abu karena mengaku menyukai warna-warna gelap sebagai personal style-nya. Sementara itu, Farah menjatuhkan pilihannya pada warna cokelat yang memberikan kesan hangat dan timeless, meski sebelumnya dia sempat ragu dan memilih warna putih.
Adapun Ponn memilih seluruh gradasi warna biru. Alih-alih terpaku pada satu tone tertentu, ia mengaku akan tetap nyaman mengenakan berbagai nuansa biru selama satu tahun penuh. Selanjutnya, Naufa dengan yakin memilih warna hitam sebagai warna yang harus ia kenakan selama satu tahun penuh.
Soal urusan gaya berpakaian, ternyata setiap member PAPION punya pendekatan yang berbeda. Para member kompak menyebut Naia sebagai sosok yang paling gemar bereksperimen dengan outfit. Menurut mereka, Naia selalu punya berbagai alternatif gaya dan tak ragu mencoba padu padan yang berbeda. Kebiasaannya itu pula yang membuat Naia menjadi member yang paling lama berdandan sebelum tampil ataupun dalam kegiatan sehari-hari.
Sementara itu, jika berbicara soal tren fashion, para member menunjuk Ponn sebagai member yang paling cepat mengikuti perkembangan gaya terbaru. Berbeda dengan Naia, Ponn justru dikenal sebagai trend follower di dalam grup. Kalau ada item atau gaya fashion yang sedang ramai dibicarakan, Ponn yang paling cepat mengikuti perkembangan gaya terbaru.
"Kalau ada sesuatu yang baru, dia pasti langsung pakai," ujar member sambil tertawa.
Bagi PAPION, fashion bukan sekadar mengikuti apa yang sedang populer. Di balik setiap outfit yang dikenakan, selalu ada cara masing-masing member untuk mengekspresikan identitas dan kepercayaan diri mereka. Karena itulah, meski tampil sebagai satu grup, setiap personel tetap memiliki ciri khas yang membuat gaya mereka terasa berbeda satu sama lain.
Kehadiran PAPION di BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 menjadi bukti bahwa fashion dan musik dapat saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan audiens. Momen ini pun menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas budaya yang semakin memperkaya panggung Indonesia Fashion Week dari tahun ke tahun.