Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Layering yang Bisa Membuat Outfit Terlihat Berlebihan
pexels.com/Vladimir Chake
  • Layering perlu mengatur ketebalan bahan agar siluet tetap terstruktur; gunakan lapisan tipis di dalam dan material lebih ringan di luar.
  • Hindari menumpuk potongan longgar bervolume sama; seimbangkan atasan atau bawahan yang lebih ramping serta rencanakan perbedaan panjang tiap lapisan.
  • Batasi warna, motif, dan aksesori yang ramai; tentukan satu fokus visual lalu gunakan elemen lain yang netral atau sederhana agar outfit tetap seimbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Layering menjadi salah satu cara mudah untuk membuat penampilan terlihat lebih berdimensi.

Memadukan kaus dengan kemeja, menambahkan blazer di atas top, atau mengenakan sweater sebagai lapisan luar bisa membuat outfit terasa lebih menarik tanpa harus mengenakan pakaian yang terlalu rumit.

Namun, layering bukan berarti menumpuk sebanyak mungkin pakaian.

Justru, semakin banyak lapisan yang digunakan, semakin penting memperhatikan hubungan antara potongan, panjang pakaian, bahan, hingga volume di keseluruhan tubuh.

Oleh karena itu, sebelum menambahkan satu pakaian lagi ke dalam outfit, penting untuk mengetahui beberapa kesalahan layering yang justru bisa membuat penampilan terlihat berlebihan. Berikut lima di antaranya.

1. Menumpuk terlalu banyak pakaian tebal

pexels.com/Mikhail Nilov

Salah satu kesalahan yang membuat layering terlihat berlebihan adalah menggunakan beberapa pakaian dengan material tebal secara bersamaan.

Misalnya, mengenakan oversized sweater di atas kemeja tebal, kemudian menambahkan jaket atau coat dengan material berat.

Alih-alih memberikan dimensi, tumpukan tersebut justru dapat membuat siluet terlihat lebih besar dan kurang terstruktur.

Untuk menghindarinya, mulailah dari pakaian yang tipis sebagai lapisan pertama, kemudian lanjutkan dengan material yang sedikit lebih tebal.

Contohnya, tank top atau kaus tipis bisa dipadukan dengan kemeja, lalu blazer ringan sebagai lapisan terluar.

2. Memadukan pakaian longgar dengan volume yang sama-sama besar

pexels.com/Julia M Cameron

Pakaian oversized memang masih menjadi pilihan menarik untuk menciptakan tampilan yang santai dan modern. Namun, mengenakan beberapa pakaian berpotongan besar sekaligus bisa membuat bentuk tubuh sulit terlihat.

Contohnya, sweater oversized yang dipadukan dengan blazer longgar dan celana wide-leg. Masing-masing item sebenarnya menarik, tetapi ketika digunakan bersamaan, volume yang terlalu banyak dapat membuat outfit tampak berat.

Jika bagian atas sudah memiliki banyak volume, coba pilih bawahan dengan potongan yang lebih ramping. Begitu pula sebaliknya.

Tidak harus selalu menggunakan pakaian ketat, tetapi setidaknya ada satu bagian yang memberikan struktur agar keseluruhan outfit tetap memiliki bentuk.

3. Mengabaikan perbedaan panjang setiap lapisan

pexels.com/ALINA MATVEYCHEVA

Layering akan terlihat lebih menarik ketika setiap lapisan memiliki panjang yang terencana. Sebaliknya, jika seluruh pakaian berakhir di titik yang hampir sama, outfit bisa terlihat datar atau justru seperti tumpukan kain.

Misalnya, ujung kaus sedikit terlihat di bawah sweater, sementara jaket berada beberapa sentimeter lebih panjang. Perbedaan tersebut menciptakan garis yang membuat setiap lapisan terlihat jelas.

Jadi, jangan hanya fokus pada pakaian apa yang akan ditambahkan. Perhatikan pula bagian mana yang ingin dibuat terlihat.

Sedikit bagian kerah, ujung lengan, atau hemline yang muncul dari lapisan berikutnya sudah cukup untuk membuat layering terlihat lebih terarah.

4. Menggabungkan terlalu banyak warna dan motif

pexels.com/MART PRODUCTION

Layering memang bisa menjadi cara seru untuk bermain dengan warna dan motif.

Namun, jika setiap lapisan memiliki warna yang berbeda atau sama-sama dihiasi motif yang mencolok, outfit justru bisa terlihat terlalu ramai. Mata pun akan sulit menentukan bagian mana yang menjadi fokus utama.

Bukan berarti kamu harus selalu menggunakan warna atau motif yang senada.

Perpaduan yang kontras tetap bisa terlihat menarik selama ada satu elemen yang menjadi pusat perhatian. Sementara itu, lapisan lainnya bisa dibuat lebih netral agar keseluruhan tampilan terasa seimbang.

Misalnya, jika ingin mengenakan kemeja bermotif sebagai salah satu layer, pilih outerwear dengan warna yang lebih tenang. Begitu juga ketika menggunakan jaket berwarna terang, kamu bisa memadukannya dengan pakaian dalam dan bawahan yang lebih sederhana.

Dengan cara ini, setiap lapisan tetap terlihat, tetapi tidak saling berebut perhatian.

5. Menambahkan aksesori tanpa melihat keseluruhan outfit

pexels.com/Alina Orlova

Kesalahan layering tidak selalu berasal dari pakaian. Aksesori yang terlalu banyak juga dapat membuat tampilan terasa semakin penuh, terutama ketika pakaian yang dikenakan sudah memiliki banyak detail.

Bayangkan layering berupa kaus, kemeja, sweater, blazer, dan coat yang kemudian dilengkapi scarf besar, kalung bertumpuk, ikat pinggang mencolok, serta tas dengan detail yang ramai.

Setiap elemen mungkin terlihat menarik jika digunakan sendiri, tetapi ketika digabungkan, keseluruhan penampilan bisa kehilangan fokus.

Oleh karena itu, setelah selesai mengenakan pakaian, coba lihat outfit sebagai satu kesatuan sebelum menambahkan aksesori.

Jika bagian atas sudah cukup ramai, aksesori yang lebih sederhana bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, outfit dengan pakaian yang relatif polos dapat diberi sentuhan melalui tas, perhiasan, atau scarf sebagai aksen.

Nah, itu dia kesalahan layering yang bisa membuat outfit terlihat berlebihan. Jadi, sebelum menambahkan layer baru, pastikan setiap pakaian yang dikenakan tetap memberi ruang bagi keseluruhan tampilan untuk terlihat seimbang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article