Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
dok. LAKON
  • JF3 Fashion Festival membawa LAKON Indonesia, SOFIE, Adrie Basuki, dan Hartono Gan ke Seoul serta Busan pada 24-29 Oktober 2026 untuk memperluas akses pasar fashion Asia.
  • Partisipasi di B-Fashion x M8 Showroom dan Busan Fashion Week melanjutkan MoU JF3 dengan Pemerintah Metropolitan Busan, membuka jejaring buyer, kolaborasi, dan peluang bisnis internasional.
  • Koleksi para desainer menonjolkan batik, kriya, circular fashion, serta perpaduan tradisi dan modernitas, dengan sebagian karya merupakan restyling koleksi JF3 Fashion Festival 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

JF3 Fashion Festival kembali membawa karya desainer Indonesia ke panggung internasional melalui partisipasinya dalam B-Fashion x M8 Showroom dan Busan Fashion Week 2026 di Korea Selatan.

Berlangsung pada 24-29 Oktober 2026, rangkaian ini menghadirkan LAKON Indonesia, SOFIE, Adrie Basuki, dan Hartono Gan untuk memperkenalkan karya serta potensi fashion Indonesia kepada pasar Asia.

Partisipasi ini sekaligus melanjutkan kerja sama JF3 dengan Korea Selatan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Metropolitan Busan pada 2025.

Melalui kolaborasi tersebut, JF3 berupaya membuka akses lebih luas bagi desainer Indonesia untuk membangun jejaring, bertemu buyer, serta menjajaki peluang kolaborasi dan bisnis di pasar internasional.

dok. LAKON

Rangkaian pertama berlangsung melalui B-Fashion x M8 Showroom pada 24-26 Oktober 2026 di About Project Lounge, Lotte World Tower, Seoul.

Dalam kesempatan ini, LAKON Indonesia, SOFIE, dan Adrie Basuki memperkenalkan koleksi masing-masing dengan pendekatan desain yang mengangkat identitas lokal dalam interpretasi modern.

Adrie Basuki kembali membawa koleksi bertajuk Jantung Nadi, yang sebelumnya telah dipresentasikan di BRI JF3 Fashion Festival 2026.

Terdiri dari 12 look, koleksi ini merefleksikan kehidupan, harapan, serta pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui perpaduan Batik Jantung Nadi, Kain Marmer, dan Kain Benang.

Mengusung pendekatan circular fashion, Adrie Basuki mengolah sisa tekstil menjadi material baru yang memiliki karakter dan nilai estetika.

Melalui koleksi ini, ia memperkenalkan potensi tekstil Indonesia sekaligus menunjukkan bagaimana material sisa dapat diolah kembali menjadi karya fashion.

Sementara itu, SOFIE memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk INTERSECT. Mengangkat pertemuan antara tradisi dan gaya hidup urban, koleksi ini memadukan material linen, semi-wool, katun, dan batik dalam desain yang modern serta fungsional.

Identitas lokal diterjemahkan melalui pendekatan yang relevan dengan gaya hidup konsumen muda.

dok. LAKON

LAKON Indonesia juga memperkenalkan kekuatan craftsmanship sebagai salah satu identitas utama brand.

Melalui eksplorasi batik, bordir, dan keterampilan tangan para perajin, LAKON Indonesia memperlihatkan bagaimana kekayaan kriya Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam bahasa desain modern sekaligus memiliki potensi untuk diperkenalkan ke pasar internasional.

Setelah presentasi di Seoul, perjalanan JF3 berlanjut ke Busan Fashion Week 2026 pada 29 Oktober 2026 di BEXCO (Busan Exhibition and Convention Center), Busan.

Kali ini, LAKON Indonesia, SOFIE, dan Hartono Gan menghadirkan koleksi yang memperlihatkan karakter serta perspektif kreatif masing-masing desainer.

LAKON Indonesia membawa koleksi HARSA, yang menandai delapan tahun perjalanan brand tersebut dalam merayakan karya dan keterampilan para perajin Indonesia.

Berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, HARSA merefleksikan pemahaman bahwa nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhirnya, tetapi juga pada proses dan tangan-tangan yang terlibat dalam penciptaannya.

dok. LAKON

Di bawah arahan kreatif Irsan, yang telah memasuki koleksi kesembilannya bersama LAKON Indonesia, HARSA menghadirkan 20 look dengan siluet yang lebih ringan, lembut, dan elegan.

Koleksi ini memadukan batik dan sulam manual dengan material katun, satin, serta organza.

Melalui eksplorasi proporsi dan konstruksi, keterampilan tradisional diterjemahkan menjadi busana yang tetap relevan dengan kebutuhan berpakaian masa kini.

Sebelumnya, HARSA telah diperkenalkan melalui panggung JF3 Fashion Festival 2026 dan dilanjutkan dengan sesi re-see di Teras Lakon.

Dalam kesempatan tersebut, pengunjung dapat mengamati detail, material, serta proses pengerjaan setiap karya secara lebih dekat.

Kehadirannya di Busan Fashion Week kemudian menjadi kesempatan bagi LAKON Indonesia untuk memperkenalkan koleksi sekaligus cerita di balik proses penciptaannya kepada audiens internasional.

Partisipasi ini juga melanjutkan hubungan LAKON Indonesia dengan industri fashion Korea Selatan.

Setelah tampil di Busan Fashion Week pada 31 Oktober 2025 dan mengikuti HiSeoul Showroom pada awal November 2025, LAKON Indonesia kembali ke Korea dengan membawa perkembangan terbaru dari eksplorasi desainnya.

Bagi brand ini, kehadiran di panggung internasional bukan sekadar memperkenalkan koleksi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertukar perspektif, memahami perkembangan industri, dan membuka peluang kolaborasi.

dok. LAKON

Selain LAKON Indonesia, Hartono Gan turut memperkenalkan koleksi HEARTBEAT yang terdiri dari 12 look.

Terinspirasi dari estetika era 1990-an serta kenangan awal sang desainer terhadap dunia fashion, koleksi ini mengeksplorasi esensi pakaian melalui siluet klasik yang bersih, terstruktur, dan minimalis.

Koleksinya mencakup kemeja, jaket berbahan silk, celana formal-kasual, hingga setelan jas gender-neutral.

Berbagai rancangan tersebut dihadirkan dengan pendekatan yang mengutamakan fungsi, fleksibilitas, dan karakter klasik.

SOFIE juga kembali menghadirkan INTERSECT di Busan Fashion Week dengan membawa narasi persilangan budaya ke dalam presentasi runway.

Koleksi ini mengeksplorasi pertemuan antara tradisi dan modernitas, budaya dan street culture, serta struktur dan kebebasan.

Melalui pendekatan tersebut, SOFIE memperlihatkan bagaimana identitas Indonesia dapat diterjemahkan menjadi bahasa visual yang lebih muda, terbuka, dan relevan bagi generasi masa kini.

Menariknya, sebagian besar karya yang dibawa ke Korea Selatan merupakan hasil restyling dari koleksi yang sebelumnya telah dipresentasikan di JF3 Fashion Festival 2026.

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana sebuah koleksi dapat dikembangkan kembali untuk menyesuaikan ruang presentasi, audiens, dan kebutuhan pasar yang berbeda.

dok. LAKON

Advisor JF3 Fashion Festival sekaligus Founder LAKON Indonesia, Thresia Mareta, menyampaikan bahwa JF3 berupaya membuka jalan dan memberikan kesempatan bagi desainer serta brand lokal untuk berkembang.

Namun, peluang tersebut juga perlu dimanfaatkan melalui pengembangan relasi, perluasan potensi pasar, dan upaya membangun brand secara berkelanjutan.

Sementara itu, Chairman JF3, Soegianto Nagaria, menjelaskan bahwa industri fashion membutuhkan proses dan dukungan yang konsisten.

Melalui kehadiran di B-Fashion x M8 Showroom dan Busan Fashion Week, JF3 ingin menghubungkan kreativitas desainer dengan peluang bisnis dan akses pasar yang lebih luas, sekaligus mempererat hubungan dengan pelaku industri Korea Selatan.

Rangkaian partisipasi ini menjadi bagian dari tema besar RECRAFTED: Shaping the Future yang diusung JF3 Fashion Festival 2026.

Tema tersebut menekankan pentingnya mengolah kembali potensi kreatif, craftsmanship, dan identitas budaya Indonesia agar tetap relevan dengan perkembangan industri fashion.

Melalui kehadiran di Seoul dan Busan, JF3 Fashion Festival tidak hanya membawa karya desainer Indonesia ke panggung internasional, tetapi juga membuka ruang untuk membangun hubungan dan pertukaran perspektif lintas negara.

Upaya ini diharapkan dapat memperluas peluang bagi industri fashion Indonesia untuk berkembang serta menjangkau pasar yang lebih luas di Asia dan dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article