Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Jejak 19 Tahun TULOLA dalam Merangkai Warisan Nusantara
dok. Tulola
  • Tulola merayakan 19 tahun perjalanan dengan menggelar Media Soirée 2026 di Jakarta, menegaskan komitmen menjaga warisan budaya lewat karya perhiasan bernilai seni dan makna kehidupan.
  • Didirikan oleh Sri Luce Rusna pada 2007 dan diperkuat oleh Happy Salma serta Franka Franklin-Makarim, Tulola berkembang menjadi brand yang mengangkat identitas Nusantara melalui desain kontemporer.
  • Tahun 2026, Tulola meluncurkan koleksi ‘ADIK KAKAK’ bertema persaudaraan serta menyiapkan ekspansi toko baru dan program kolaboratif seperti ‘Sore di Rumah Tulola’ dan ‘Kawan Nusantara: Evolusi’.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tulola kembali menegaskan komitmennya dalam merawat warisan budaya Indonesia melalui gelaran Media Soirée 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 12 Mei 2026.

Acara ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan hampir dua dekade Tulola dalam menghadirkan karya-karya perhiasan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna budaya dan cerita kehidupan.

dok. Tulola

Didirikan pada tahun 2007 oleh Sri Luce Rusna, Tulola lahir dari sebuah garasi sederhana di Bali. Dari tempat kecil itulah tumbuh mimpi besar untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap kerajinan tangan Indonesia.

Melalui sentuhan seni perak yang khas, Tulola berkembang menjadi brand yang dikenal karena keberaniannya mengangkat identitas Nusantara ke dalam karya-karya kontemporer.

dok. Tulola

Perjalanan Tulola semakin kaya ketika Happy Salma bergabung pada tahun 2011. Kehadirannya membawa eksplorasi tema yang lebih luas dan lintas disiplin, mulai dari sastra, alam, arsitektur, tembang, hingga seni rupa.

Setiap koleksi lahir sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang adiluhung sekaligus relevan dengan kehidupan masa kini.

dok. Tulola

Pada tahun 2017, Franka Franklin-Makarim turut bergabung sebagai Co-Founder dan CEO, memperluas langkah Tulola ke ranah retail dan memperkuat kehadirannya di industri kreatif Indonesia.

Kini, setelah 19 tahun berkarya, Tulola telah berkembang pesat dengan 11 toko di Bali dan Jakarta, 71 perajin yang mendukung proses kreatif, 123 anggota tim, 30.900 Sahabat Tulola dan lebih dari 50 koleksi dan 100.000 produk yang telah dilahirkan.

dok. Tulola

Bagi Tulola, setiap detail yang dihasilkan tangan para perajin merupakan arsip hidup tentang budaya, keterampilan, dan cerita Indonesia. Filosofi ini berdiri di atas tiga pilar utama: Craftsmanship, Heritage, dan Rarity, yang kemudian menciptakan hubungan emosional antara perajin, karya, dan pemakainya.

dok. Tulola

Dalam kesempatan yang sama, Tulola juga memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk ADIK KAKAK. Terinspirasi dari hubungan persaudaraan yang hangat dan abadi, koleksi ini menggambarkan ikatan cinta yang tumbuh bersama waktu dan takdir.

Koleksi “ADIK KAKAK” terdiri dari 7 item Artwear dan 13 item Signature, meliputi studs, earrings, brooch, ear climber, bracelet, hingga sirkam dalam pilihan warna gold dan silver. Melalui koleksi ini, Tulola kembali menghadirkan karya yang personal sekaligus emosional sebagai sebuah pengingat bahwa hubungan manusia, seperti halnya budaya, akan terus bertumbuh dan diwariskan.

dok. Tulola

Melangkah ke tahun 2026, Tulola juga menyiapkan sejumlah agenda baru, termasuk pembukaan dua toko di Kota Kasablanka dan Grand Indonesia. Selain itu, program “Sore di Rumah Tulola” akan hadir rutin setiap bulan sebagai ruang diskusi tentang berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mendukung kolaborasi bersama UMKM lokal.

Tak berhenti di sana, program Kawan Nusantara dengan tema “Evolusi” juga akan menghadirkan instalasi seni serta kolaborasi bersama berbagai jenama lokal seperti Aidan and Ice, Camani, Ella & Glo, Glashka, dan Jeffry Tan, termasuk pelaku UMKM binaan Bakti BCA dan Pertamina.

dok. Tulola

Editorial Team