Hidup di Jakarta berarti siap berdamai dengan macet panjang, jadwal meeting yang padat, undangan event after office, sampai cuaca yang kadang nggak kompromi. Kalau kamu merasakan hal yang sama? Berarti kamu harus stay di artikel ini. Well.. di tengah ritme kota yang serba cepat ini, tampil chic sekaligus terasa “on point” sambil tetap menjaga energi bukan cuma soal gaya–tapi juga strategi.
Salah satu fakta menarik datang dari studi yang dilakukan oleh peneliti di University of Hertfordshire yang dipimpin oleh psikolog fashion Karen Pine. Dalam penelitiannya tentang enclothed cognition, ditemukan bahwa pakaian yang kita kenakan dapat memengaruhi kondisi psikologis, rasa percaya diri, hingga tingkat stres seseorang.
Dalam konteks kehidupan kota besar yang serba cepat dan penuh tekanan—mulai dari kemacetan, deadline kerja, hingga overstimulasi sosial—keputusan berpakaian yang tidak nyaman atau terlalu “memaksa” bisa menambah beban mental tanpa disadari. Sebaliknya, pakaian yang nyaman, fungsional, dan tetap merepresentasikan identitas diri terbukti membantu meningkatkan fokus serta memberi rasa kontrol di tengah situasi yang chaotic.
Artinya, di kota besar yang stressful, gaya berpakaian bukan sekadar soal estetika, tapi juga strategi psikologis. Ketika outfit terasa effortless dan mendukung mobilitas, energi kita bisa lebih terjaga karena tidak terkuras oleh ketidaknyamanan fisik maupun rasa tidak percaya diri.
Dan menurut saya, ketika berbicara soal strategi psikologis–on top of mind–konsep LifeWear yang dipatenkan UNIQLO adalah penyelamat bagi masyarakat urban. Mengintip koleksi terbaru karya Clare Waight Keller untuk UNIQLO : C 2026 Spring/Summer, tampilan chic namun tetap nyaman terasa mudah untuk diwujudkan. Di mana koleksinya mengedepankan kebutuhan akan pakaian yang mampu bergerak selaras dengan keseharian tanpa mengorbankan kenyamanan. Relevansi adalah poin penting dari koleksinya.
Lalu, gimana caranya tetap on point tanpa ribet?
