Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Cocok untuk Kasual hingga Edgy, PUMA H-Street tampil Ekspresif!
dok. PUMA

Tahun 2000-an memang jadi tahun pencetus tren. Ini pendapat saya yang notabene memang tumbuh di era tersebut. Dunia fashion di era itu begitu ikonik, dari ujung kepala hingga ujung kaki. Didukung oleh para publik figur yang ikut berlomba untuk tampil total dengan berbagai aksesori yang sangat berteriak. Tahun 2000 itu berkesan.

Jika saya jabarkan fashion di era 2000-an dikenal dengan gaya yang nyentrik, playful, dan penuh eksperimen—mulai dari low-rise jeans, warna-warna mencolok, hingga aksesori statement yang berani. Estetika ini dulu sempat dianggap “too much”, tapi kini justru kembali naik daun sebagai bentuk ekspresi diri yang fun dan bebas aturan. Generasi sekarang menghidupkan kembali semangat Y2K dengan sentuhan modern, menjadikannya relevan di tengah tren fashion yang semakin inklusif dan berani tampil beda.

dok. PUMA

Salah satu item yang sempat menyita perhatian kala itu adalah sneaker PUMA Harambee, masih inget gak? Itu loh, sepatu warna nyentrik yang ada detail paku-paku di sol depannya. Terinspirasi dari sepatu sprint atletik, sehingga punya siluet ramping dan sol tipis yang terasa ringan saat dipakai—berbeda dari tren sneaker bulky di era yang sama. Harambee sendiri memberi warna pada culture yang cukup dalam untuk sebuah sepatu lifestyle. Di tahun 2000-an, sepatu ini tuh jadi favorit karena tampilannya yang sleek dan futuristik, bahkan sering dipakai untuk gaya kasual hingga semi-sporty, menjadikannya salah satu ikon understated di tengah dominasi sneaker yang lebih flashy saat itu.

dok. PUMA

Maju ke 2026, berkat generasi Z, tren Y2K pun kembali jadi tren. Dengan pendekatan yang terasa fresh dan personal. Dan nggak ketinggalan berbagai brand pun kembali menghidupkan jagoan mereka dengan sentuhan yang lebih baru. Termasuk PUMA dengan sepatu titisan Harambee, yaitu PUMA H-Street.

Tapi jangan rindu dengan detail paku di Harambee ya, karena PUMA H-Street didesain ulang dalam versi yang lebih relevan untuk keseharian. Siluet low-profile, material mesh yang ringan, serta pilihan warna yang ekspresif menjadikannya sebagai perpaduan yang sempurna antara performa dan gaya. Secara keseluruhan, DNA dari H-Street masih sama kok.. ekspresif dan berani.

dok. PUMA

Kampanye sepatu PUMA H-Street ini sendiri dibintangi oleh Rose. Dengan koleksi yang penuh warna, kampanye iklan bertema “Rose moves to H-Street!” menampilkan sepatu ini dalam kode warna: Black, Fizzy Green, dan Poison Pink. Walaupun menargetkan perempuan sebagai pengguna utama, para laki-laki juga bisa tampil ekspresif dan bergaya optimal dengan H-Street. Coba deh intip gaya Gabriel Prince yang baru saja didaulat menjadi Brand Ambassador PUMA Indonesia.

”Menjadi bagian dari PUMA family mewakili Indonesia untuk H-Street menjadi pengalaman yang sangat membanggakan dan menyenangkan untuk saya. Lebih dari sebuah sneaker, H-Street sangat mencerminkan semangat anak muda saat ini, yang ekspresif, berani tampil unik, terhubung dengan komunitas, dan fast-forward! Saya berharap dengan hadirnya H-Street di Asia Tenggara bisa memberikan inspirasi untuk teman-teman muda agar lebih percaya diri untuk menampilkan sisi terbaik diri mereka, baik melalui fashion maupun karya yang menyertai.”

dok. PUMA

Lebih dari sekadar sneakers, PUMA H-Street bisa jadi caramu untuk tampil ekspresif—fleksibel dipadukan dengan berbagai gaya, dari kasual hingga edgy. Di tengah kembalinya tren Y2K, koleksi ini bisa jadi pilihan tepat untuk kamu yang ingin tampil standout, effortless, dan tetap punya karakter kuat dalam setiap langkahmu. Koleksi PUMA H-Street sudah tersedia di seluruh toko PUMA di Indonesia, termasuk di online dan toko retail terpilih.

Topics

Editorial Team