Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Untitled design (3).png
dok. adidas Indonesia

Intinya sih...

  • Satu Sepatu untuk Lift, Jump, dan Run

  • Evolusi dari Dropset 3 yang Lebih Adaptif

  • Teknologi yang Fokus ke Stabilitas dan Energi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa tahun terakhir, dunia fitness makin akrab dengan konsep hybrid training, latihan yang menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan gerakan fungsional dalam satu sesi. Format seperti ini terasa dekat dengan kompetisi seperti HYROX, di mana angkat beban, lari, dan gerakan eksplosif hadir berdampingan tanpa jeda panjang.

Pola latihan yang dinamis ini otomatis menuntut perlengkapan yang lebih adaptif, termasuk soal sepatu. Bukan cuma kuat untuk angkat, tapi juga cukup responsif untuk lompat dan lari. Di sinilah adidas Dropset 4 muncul sebagai sepatu training yang mencoba menjawab kebutuhan latihan hybrid yang semakin populer.

1. Satu Sepatu untuk Lift, Jump, dan Run

dok. adidas Indonesia

Berbeda dari sepatu gym yang fokus di satu jenis latihan, Dropset 4 dirancang sebagai sepatu lintas fungsi. Sepatu ini mampu menopang kaki dengan stabil saat angkat beban, tapi juga cukup fleksibel untuk dipakai saat lompat kotak atau lari pendek dalam sesi functional training.

Sehingga sepatu ini cocok untuk mereka yang sering berpindah gerakan dalam satu workout. Jadi, nggak perlu lagi ganti sepatu atau kompromi soal kenyamanan dan performa di tengah latihan.

2. Evolusi dari Dropset 3 yang Lebih Adaptif

dok. adidas Indonesia

Sebagai penerus Dropset 3, versi terbaru ini membawa peningkatan dari sisi fleksibilitas dan responsivitas. Dropset 4 dirancang agar kaki tetap terasa terkunci dan stabil saat menahan beban, tapi tetap bisa bergerak natural saat melakukan gerakan eksplosif.

Hasilnya adalah sepatu yang terasa lebih adaptif untuk berbagai intensitas latihan, dari strength training, circuit workout hinga HYROX yang menuntut banyak transisi gerakan.

3. Teknologi yang Fokus ke Stabilitas dan Energi

dok. adidas Indonesia

Dropset 4 dibekali beberapa teknologi utama yang bekerja barengan untuk mendukung performa latihan. Geofit membantu menopang area tumit agar terasa lebih nyaman dan stabil. Energy Rods memberikan sokongan ekstra di bagian tengah telapak untuk dorongan saat melompat atau bergerak cepat.

Ditambah dengan Repetitor Midsole yang menjaga keseimbangan dan respons kaki, serta Foot Adapt Sock Liner yang membuat kaki tetap terasa pas dan aman di setiap posisi, sepatu ini terasa solid tanpa mengorbankan kenyamanan.

4. Cocok untuk Latihan Fungsional yang Telah Diuji oleh Atlet

dok. adidas Indonesia

Meski terinspirasi dari kebutuhan atlet dan kompetisi, Dropset 4 tetap terasa relevan untuk latihan gym sehari-hari. Nggak semua orang ikut HYROX, tapi banyak yang mengadopsi gaya latihannya, seperti kombinasi strength, cardio, dan functional movement. Untuk membuktikan fungsinya, Dropset 4 diuji oleh berbagai atlet dan figur dari latar belakang olahraga yang berbeda. Mulai dari atlet basket, pelaku training fungsional, hingga atlet kompetitif seperti Laura Horvath, yang menggunakan sepatu ini saat menjuarai salah satu ajang kebugaran paling elit di Eropa.

5. Peluncuran yang Mengajak Komunitas Ikut Bergerak

dok. adidas Indonesia

Peluncuran Dropset 4 di Indonesia dirayakan lewat acara All-You-Need Game Day, sebuah kompetisi relay yang menggabungkan gerakan mengangkat, melompat, dan berlari. Digelar di Empire Fit Club GBK, acara ini melibatkan komunitas, publik, hingga influencer, menegaskan bahwa Dropset 4 memang dibuat untuk semua level, bukan hanya atlet profesional.

Editorial Team