Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Netflix Mundur dari Akuisisi Warner Bros., Paramount Kini Terdepan dalam Mega Merger Hollywood
Netflix mundur dari rencana akuisisi Warner Bros. (dok. Unsplash/TopSphere Media | Netflix)
  • Netflix resmi mundur dari persaingan akuisisi Warner Bros. Discovery setelah menilai harga tawaran Paramount terlalu tinggi dan tidak lagi menarik secara finansial bagi perusahaan.
  • Paramount Skydance kini menjadi kandidat utama dengan nilai transaksi sekitar USD111 miliar, menawarkan jaminan pembiayaan dan kompensasi besar jika merger gagal disetujui regulator.
  • Jika merger disetujui, gabungan Paramount dan Warner Bros akan menciptakan konglomerasi media raksasa dengan katalog konten luas, namun masih menunggu persetujuan dari otoritas Amerika Serikat dan Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Netflix memutuskan mundur dari proses akuisisi Warner Bros. Discovery, sementara Paramount Skydance kini menjadi kandidat utama untuk mengambil alih perusahaan media tersebut dengan nilai transaksi sekitar USD111 miliar.
  • Who?
    Keputusan diambil oleh Co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters. Paramount Skydance dipimpin oleh David Ellison, sedangkan Warner Bros Discovery diketuai oleh David Zaslav.
  • Where?
    Perkembangan merger ini terjadi di Amerika Serikat, melibatkan kantor pusat perusahaan hiburan besar yang berbasis di Los Angeles dan New York.
  • When?
    Pengumuman keputusan mundurnya Netflix disampaikan baru-baru ini, setelah berbulan-bulan persaingan penawaran antara Netflix dan Paramount berlangsung sepanjang tahun 2024.
  • Why?
    Netflix menyatakan mundur karena pertimbangan disiplin finansial; harga yang diperlukan untuk menandingi tawaran Paramount dianggap tidak lagi menarik secara ekonomi bagi perusahaan.
  • How?
    Pernyataan resmi dikeluarkan oleh pimpinan Netflix, sementara Paramount meningkatkan tawarannya menjadi USD31 per saham dan menyiapkan jaminan pembiayaan serta kompensasi jika merger gagal disetujui regulator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Netflix akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan penawarannya untuk membeli Warner Bros. Discovery, sehingga membuka jalan bagi Paramount Skydance untuk mengambil alih perusahaan media legendaris tersebut.

Keputusan ini mengakhiri persaingan panjang antara dua pemain besar industri hiburan global yang selama berbulan-bulan saling menaikkan penawaran. Setelah Netflix memilih mundur, Paramount kini menjadi kandidat terkuat untuk menyelesaikan kesepakatan bernilai sekitar US$111 miliar, termasuk utang.

Warner Bros. sebelumnya menyatakan bahwa proposal terbaru Paramount sebesar US$31 saham secara tunai dinilai lebih unggul dibandingkan tawaran Netflix. Dengan penilaian itu, dewan direksi perusahaan meminta Netflix menyesuaikan penawarannya jika ingin tetap berada dalam persaingan.

Namun, perusahaan streaming tersebut memilih untuk tidak melanjutkan perang harga.

Alasan Netflix memilih berhenti

Ilustrasi Netflix (dok. Unsplash/Venti Views)

Netflix menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan disiplin finansial perusahaan. Bagi mereka, akuisisi Warner Bros. sejak awal dipandang sebagai peluang strategis jika harganya masuk akal.

Dalam pernyataan resminya, Co-CEO Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menjelaskan sikap perusahaan terhadap transaksi tersebut.

“Kami percaya transaksi yang kami negosiasikan akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur yang jelas menuju persetujuan regulasi. Namun, kami selalu disiplin. Pada harga yang dibutuhkan untuk menyamai tawaran terbaru Paramount, kesepakatan ini tidak lagi menarik secara finansial sehingga kami memutuskan untuk tidak menyainginya,” ungkap mereka, dikutip dari The Hollywood Reporter.

Keduanya juga menegaskan bahwa akuisisi Warner Bros. sejak awal dianggap sebagai kesempatan tambahan yang menarik jika harganya tepat.

“Transaksi ini selalu merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dimiliki pada harga yang tepat, bukan sesuatu yang harus dimiliki dengan harga berapapun,” ujar mereka.

Setelah pengumuman tersebut, saham Netflix justru melonjak dalam perdagangan setelah jam bursa. Investor menilai keputusan perusahaan untuk tidak memaksakan akuisisi sebagai langkah yang lebih sehat secara finansial.

Paramount naik ke posisi terdepan

Ilustrasi Paramount Pictures. (dok. Unsplash/Romain Malaunay)

Dengan mundurnya Netflix, Paramount yang dipimpin David Ellison kini berada di posisi paling kuat untuk mengakuisisi Warner Bros. Tawaran terbaru perusahaan tersebut menaikkan harga pembelian menjadi USD31 per saham dengan nilai transaksi keseluruhan sekitar US$110—111 miliar, jika utang perusahaan turut diperhitungkan.

Paramount juga menawarkan sejumlah jaminan tambahan untuk memperkuat proposalnya. Di antaranya, komitmen pembiayaan utang dari beberapa lembaga keuangan besar, serta biaya kompensasi sebesar US$7 miliar jika merger gagal memperoleh persetujuan regulator.

Selain itu, Paramount juga menanggung biaya penghentian perjanjian sebelumnya antara Warner Bros. dan Netflix yang mencapai US$2,8 miliar. Bagi Paramount, penggabungan ini menjadi langkah penting untuk memperbesar skala bisnis dan meningkatkan daya saing terhadap pemain streaming global seperti Netflix dan Disney.

Jika kesepakatan terealisasi, Paramount akan menggabungkan berbagai aset hiburan besar di bawah satu perusahaan.

Perpaduan raksasa konten Hollywood

Ilustrasi Paramount Skydance. (Getty Images/Justin Sullivan via The Irish Times)

Merger ini berpotensi menciptakan salah satu konglomerasi media terbesar di dunia. Paramount akan menggabungkan berbagai jaringan dan studio miliknya seperti CBS, Nickelodeon, Comedy Central, dan Paramount Pictures dengan aset Warner Bros. yang meliputi HBO, CNN, TNT, Food Network hingga Warner Bros Studios.

Kombinasi tersebut juga menyatukan sejumlah waralaba hiburan terkenal. Di antaranya Harry Potter, Game of Thrones, DC Universe, Mission Impossible, Top Gun hingga SpongeBob SquarePants.

Dari sisi layanan streaming, HBO Max dan Paramount Plus juga diperkirakan akan berada di bawah satu ekosistem yang sama. Skala pelanggan keduanya secara gabungan berkisar mencapai lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 100 wilayah.

CEO Warner Bros. David Zaslav. (wbd.com)

David Ellison selaku CEO Paramount Skydance menyampaikan optimisme terhadap masa depan perusahaan gabungan tersebut, “Dengan menyatukan studio kelas dunia ini, platform streaming yang saling melengkapi, serta para kreator berbakat di belakangnya, kami percaya dapat menciptakan nilai yang lebih besar bagi penonton, mitra, dan pemegang saham.”

CEO Warner Bros Discovery, David Zaslav, juga menyampaikan dukungan terhadap rencana merger tersebut.

“Begitu dewan kami mengadopsi perjanjian merger dengan Paramount, hal ini akan menciptakan nilai yang luar biasa bagi para pemegang saham kami. Kami sangat antusias dengan potensi penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery,” katanya.

Masih menunggu keputusan regulator

Senator AS, Elizabeth Warren. (elizabethwarren.com)

Melansir dari IDN Times, meski Paramount kini berada di posisi terdepan, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya final. Proses merger masih harus melewati pengawasan regulator di Amerika Serikat dan Eropa.

Jaksa Agung California, Rob Bonta, menegaskan bahwa investigasi terkait merger ini masih berlangsung.

“Kedua raksasa Hollywood ini belum lolos pengawasan regulasi. Departemen Kehakiman California sedang melakukan investigasi terbuka dan kami berniat melakukan peninjauan secara tegas,” tulisnya dalam unggahan di media sosial.

Di Washington, Komite Yudisial Senat juga dijadwalkan menggelar sidang untuk meninjau dampak merger terhadap persaingan industri hiburan. Beberapa politisi bahkan sudah menyuarakan kekhawatiran terkait potensi konsolidasi kekuatan media.

Senator Amerika Serikat, Elizabeth Warren, mengkritik rencana penggabungan tersebut karena dianggap dapat mengurangi pilihan konsumen.

“Merger Paramount Skydance dan Warner Bros adalah bencana antimonopoli yang dapat menyebabkan harga lebih tinggi dan pilihan yang lebih sedikit bagi keluarga Amerika,” ujarnya.

Dampak besar bagi masa depan industri hiburan

Paramount dan Warner Bros. (deadline.com)

Jika merger ini disetujui regulator, industri hiburan global berpotensi mengalami perubahan besar. Perusahaan gabungan Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery akan memiliki katalog konten yang sangat luas sekaligus jaringan distribusi yang kuat di televisi, film, dan streaming.

Langkah ini juga menunjukkan bagaimana persaingan industri media semakin bergeser menuju skala besar dan integrasi lintas platform.

Sementara itu, Netflix memilih kembali fokus pada bisnis intinya. Perusahaan tersebut berencana menginvestasikan sekitar US$20 miliar tahun ini untuk produksi film, serial televisi, dan berbagai konten hiburan lainnya.

Editorial Team