Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
joshua-rawson-harris-YNaSz-E7Qss-unsplash.jpg
unsplash.com/Joshua Rawson

Intinya sih...

  • Buat anggaran bulanan dengan metode 50-30-20 untuk kebutuhan primer, sekunder, dan tabungan.

  • Mengontrol cicilan utang agar tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan, pastikan utang bersifat produktif seperti KPR.

  • Bangun dana darurat sebesar 3-6 bulan dari total pengeluaran bulanan, miliki proteksi seperti asuransi kesehatan minimal BPJS.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudahkah kamu membeli es kopi hari ini? Atau jajan untuk sarapan, tapi malah kepikiran "jajan apa nanti siang?". Well, you're not alone. Ada kalanya niat berhemat terkalahkan dengan keinginan sesaat. Nah, sebelum kebablasan, ada tips dalam mengatur keuangan bagi pemula yang bisa kamu terapkan, sehingga bisa memulai tahun 2026 dengan lebih optimis.

Andya Hardianti Putri, CFP®, yang berprofesi sebagai seorang Financial Planner, membagi beberapa poin yang mudah untuk kamu ikuti. Ditemui di acara HUAWEI MatePad 12X pada akhir tahun lalu, berikut langkah-langkah mengatur keuangan bagi pemula.

1. Buat anggaran atau budgeting bulanan

pexels.com/ N. Voitkevich

Di tahap awal mengatur keuangan, kamu bisa menyisihkan uang dengan menggunakan metode 50 - 30 - 20:

  • 50% untuk kebutuhan primer, misalnya makanan harian di luar jajan, tagihan internet, transportasi, asuransi, hingga cicilan kendaraan.

  • 30% untuk kebutuhan sekunder, seperti pakaian, jajan yang dibagi perminggu lalu dikalikan empat untuk satu bulan, langganan streaming, hingga kegiatan olahraga.

  • 20% untuk tabungan dan investasi, yang bertujuan untuk masa depan, seperti ingin memiliki rumah, dana pensiun, menikah, hingga hari tua.

Ingat ya, Bela, diperlukan komitmen kuat untuk ini. Sehingga menurut Andya, kamu perlu memisahkan rekening gaji dengan rekening khusus pengeluaran dan rekening tabungan, agar bisa mengontrol rekening pengeluaran untuk kebutuhan setiap minggu dengan rekening tabungan.

2. Mengontrol cicilan utang

unsplash.com/Jakub Zerdzicki

Hal utama yang membuat arus kas berantakan adalah utang. "Contohnya saja, PayLater yang sama saja dengan pusing later,'" kata Andya. Sehingga, pastikan kamu berutang sesuai dengan kemampuan. Misalnya, jumlah cicilan utang setiap bulannya tidak boleh lebih dari 30% dari pendapatan bulanan. Lebih dari itu, maka keuanganmu akan menderita. Namun, pastikan utang yang kamu miliki bersifat produktif. Misalnya, KPR.

3. Bangun dana darurat

unsplash.com/Tierra Mallorca

Mengapa dana darurat penting? Karena menjadi sumber pelindung dari hal-hal tak terduga. Misalnya, PHK, kecelakaan, sakit mendadak atau kendaraan rusak.

  • Lebih lanjut Andya menjelaskan bahwa jumlah ideal untuk dana darurat adalah memiliki 3-6 bulan dari total pengeluaran bulanan. Jika pekerjaanmu tidak memiliki penghasilan tetap, maka targetkan minimal memiliki simpanan hingga 9 bulan dari total pengeluaran bulanan.

  • Tempatkan pula di instrumen yang mudah dicairkan, seperti tabungan biasa, deposito, reksadana pasar uang, hingga emas.

4. Miliki proteksi sejak dini

pexels.com/ Lee Loo the First

Bukan hal sepele, namun proteksi seperti asuransi kesehatan (minimal BPJS) adalah salah satu instrumen terbaik yang akan kamu syukuri kelak. Percayalah, harga berobat ke rumah sakit, tidak murah, Bela! Menyisihkan dana untuk instrumen ini akan sangat melindungi tabungan kamu di masa depan, untuk mencapai tujuan hidupmu.

5. Mantra keuangan di awal tahun

popbela.com/ Ayu Utami

Hanya dengan disiplin dalam menjalani empat metode di atas, kamu bisa mencapai target tujuan hidupmu lebih cepat. Namun, Andya kembali mengingatkan:

  1. Hindari utang konsumtif seperti keinginan membeli smartphone yang sebenarnya hanya untuk memenuhi gaya hidup ketimbang menggunakannya untuk kebutuhan kerja atau produktivitas yang juga menghasilkan pundi-pundi baru.

  2. Selalu mau belajar pengetahuan atau skill baru, seperti penggunaaan gadget secara maksimal, literasi keuangan, hingga investasi efektif yang tidak hanya FOMO saja.

  3. Cari sumber penghasilan tambahan, seperti freelance sesuai skill yang kamu miliki. Misalnya; menulis, desain, atau jastip.

Itulah cara mengatur pemasukan dan pengeluaran bagi pemula. Sudah siap menyongsong Tahun Kuda Api dengan semangat baru?

Editorial Team

EditorAyu Utami