pexels.com/Pavel Danilyuk
Perlu kamu catat, conscious unbossing sebenarnya tidak selalu berdampak negatif bagi karier. Justru, keputusan ini bisa memberi ruang bagi seseorang untuk lebih fokus mengembangkan skill atau keahliannya. Harapannya, dengan fokus pada skill individu, maka ia bisa membangun reputasi sebagai ahli di bidangnya.
Selain itu, pilihan conscious unbossing juga membantu menjaga keseimbangan hidup. Pasalnya, mereka jadi bisa mengelola energi, kesehatan mental, dan kehidupan pribadinya dengan baik. Kondisi yang stabil tersebut dianggap lebih bagus untuk jangka panjang.
Meski demikian, sisi negatif dari conscious unbossing tetap bisa menimbulkan persepsi kurang ambis di mata perusahaan. Jika tidak diiringi strategi pengembangan diri yang jelas, keputusan tadi berpotensi membuat karier terasa stagnan.
Oleh karena itu, komunikasi profesional perlu dilakukan. Jika kamu memilih menolak promosi jabatan, sebaiknya jelaskan alasannya secara terbuka pada atasanmu, ya. Misalnya, ingin lebih fokus pada pengembangan karier tertentu atau masih ingin memberikan kontribusi maksimal di peran saat ini. Tak hanya itu, hal tadi juga harus kamu barengi dengan komitmen, performa, dan keinginan terus berkembang meskipun bukan lewat jalur manajerial.
Conscious unbossing adalah pilihan yang sadar dan valid. Tren ini lahir seiring munculnya pergeseran cara pandang generasi muda terhadap dunia kerja yang kini lebih mengutamakan keseimbangan hidup dan kesehatan mental. Sukses tidak selalu harus punya jabatan tinggi karena setiap orang berhak menentukan jalur kariernya sendiri.
Bagaimana cara menolak promosi jabatan dengan elegan? | Ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, jelaskan fokus atau prioritas saat ini, dan pastikan tetap berkontribusi maksimal. |
Apakah conscious unbossing memengaruhi kenaikan gaji? | Tergantung kebijakan perusahaan. Saat ini, banyak perusahaan punya jalur karier non manajerial dengan kenaikan gaji tetap. |
Apakah tren ini hanya terjadi di kalangan Gen Z? | Tidak, bisa terjadi pada semua generasi. Namun, Gen Z lebih vokal soal work-life balance. |
Apakah conscious unbossing bisa berubah jika prioritas hidup berubah? | Bisa, karena ini adalah keputusan fleksibel sesuai perubahan hidup dan karier. |
Bagaimana menjelaskan pilihan ini saat interview kerja? | Fokus pada keahlian dan kontribusi, tunjukkan alasan strategis, bukan takut tanggung jawab. |