Belakangan ini, istilah quiet quitting semakin sering terdengar, terutama di kalangan pekerja muda yang mulai memprioritaskan keseimbangan hidup. Meski terdengar seperti mengundurkan diri diam-diam, sebenarnya fenomena ini bukan tentang berhenti bekerja.
Melainkan tentang menetapkan batasan yang lebih sehat dalam dunia kerja. Di tengah tuntutan yang semakin tinggi, banyak orang mulai menyadari bahwa bekerja tanpa henti bukan lagi satu-satunya cara untuk dianggap produktif. Lalu, apa sebenarnya arti quiet quitting dan bagaimana dampaknya, bagi karyawan maupun perusahaan? Yuk, pahami lebih dalam, Bela!
