Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Ilustrasi berpikir
Ilustrasi berpikir (pexels.com/ Karola G)

Intinya sih...

  • Introspeksi diri: Evaluasi keahlian, alasan pindah kerja, dan tujuan karier.

  • Lokasi dan biaya hidup: Perhatikan jarak tempuh, biaya hidup, dan gaji yang ditawarkan.

  • Fasilitas dan keuntungan: Pastikan perusahaan menyediakan fasilitas yang memadai dan benefit yang jelas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pindah kerja sering kali menjadi solusi cepat untuk menghilangkan rasa jenuh, lari dari tekanan kerja atau keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Di satu sisi, pindah kerja memang bisa menjadi langkah positif untuk perkembangan karier. Namun, keputusan untuk resign bukanlah hal yang sepele. Tanpa pertimbangan yang matang, pindah kerja bisa saja membawa masalah baru.

Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa salah langkah karena kurang mempertimbangkan berbagai aspek penting sebelum pindah kerja. Oleh karena itu, sebelum benar-benar menyerahkan surat pengunduran diri, ada baiknya kamu memahami dan mengevaluasi beberapa hal krusial berikut agar keputusan yang diambil benar-benar matang dan terarah.

1. Introspeksi diri

ilustrasi introspeksi diri (pexels.com/Mikhail Nilov)

Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum pindah kerja adalah introspeksi diri secara jujur. Evaluasi kembali keahlian, pengalaman, dan kompetensi yang kamu miliki saat ini. Apakah skill-mu sudah cukup relevan dengan posisi yang kamu incar? Apakah kamu memiliki kemampuan adaptasi yang baik untuk menghadapi sistem kerja, tim, dan tantangan baru?

Selain itu, penting untuk menggali alasan utama mengapa kamu ingin pindah kerja. Apakah karena ingin berkembang dan mencari tantangan baru, atau sekadar merasa lelah dengan situasi di kantor lama? Jika alasannya lebih bersifat emosional, seperti konflik dengan atasan atau rekan kerja, ada baiknya dipertimbangkan ulang apakah masalah tersebut bisa diselesaikan tanpa harus pindah kerja.

Introspeksi diri membantu kamu memahami tujuan karier jangka pendek dan jangka panjang, sehingga keputusan pindah kerja tidak hanya berdasarkan keinginan sesaat, tetapi benar-benar selaras dengan arah karier yang ingin dibangun.

2. Lokasi dan biaya hidup

Ilustrasi pekerja muda berjalan menuju gedung perkantoran dengan latar kota. (pexels.com/Roberto Hund)

Lokasi kerja dan biaya hidup merupakan faktor yang harus diperhatikan sebelum pindah kerja. Misalnya, apakah lokasi tempat kerja baru lebih jauh atau lebih dekat dibandingkan tempat kerja saat ini. Jarak tempuh yang terlalu jauh dapat menguras waktu dan energi, serta memengaruhi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Selain jarah dan biaya transportasi, perhitungkan juga biaya hidup di sekitar lokasi kerja. Jika harus pindah domisili atau bekerja di wilayah dengan biaya hidup lebih tinggi, pastikan gaji yang ditawarkan mampu menutup kebutuhan tersebut. Biaya transportasi, makan, tempat tinggal, hingga kebutuhan harian lainnya perlu dihitung secara realistis agar tidak memberatkan kondisi keuangan.

3. Fasilitas dan keuntungan

ilustrasi bekerja (freepik.com/freepik)

Fasilitas kerja menjadi penunjang utama dalam menjalankan tugas sehari-hari. Pastikan perusahaan menyediakan fasilitas yang memadai, seperti perangkat kerja, sistem pendukung, serta lingkungan kerja yang kondusif.

Selain fasilitas, keuntungan atau benefit yang diberikan juga perlu diperhatikan. Pastikan perusahaan memberikan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan. Jika tersedia benefit tambahan seperti asuransi kesehatan, tunjangan transportasi, tunjangan makan, atau cuti yang jelas, hal ini tentu akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan kerja.

4. Gaji

ilustrasi gaji (vecteezy.com/Miftachul Huda)

Gaji tetap menjadi salah satu pertimbangan utama yang harus diperhatikan sebelum pindah kerja. Bandingkan gaji yang ditawarkan dengan beban kerja dan tanggung jawab yang akan diemban. Jangan hanya melihat nominal gaji pokok, tetapi perhatikan juga komponen lain seperti bonus, insentif, dan sistem kenaikan gaji.

Penting untuk menilai apakah gaji tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama jika lokasi kerja dan biaya hidup mengalami peningkatan. Gaji yang ideal adalah gaji yang sepadan dengan kontribusi dan mampu memberikan kestabilan finansial.

5. Jenjang karier

ilustrasi jenjang karier naik (unsplash.com/Christopher Burns)

Pindah kerja seharusnya memberikan peluang karier yang lebih baik. Cari tahu apakah perusahaan memiliki jenjang karier yang jelas dan transparan. Apakah ada peluang promosi, peningkatan jabatan, atau pengembangan peran di masa depan?

Selain jenjang jabatan, perhatikan juga kesempatan pengembangan diri, seperti pelatihan, sertifikasi, atau program peningkatan skill. Perusahaan yang memiliki komitmen terhadap pengembangan karyawan biasanya menawarkan prospek karier yang lebih menjanjikan.

6. Posisi dan status kepegawaian

ilustrasi interview kerja (pexels.com/Resume Genius)

Pastikan posisi yang ditawarkan sesuai dengan pengalaman dan keahlian yang kamu miliki. Pahami jobdesk secara detail agar tidak terjadi kesenjangan antara ekspektasi dan realita setelah bergabung.

Selain itu, perhatikan status kepegawaian yang ditawarkan, apakah sebagai karyawan tetap, kontrak, atau freelance. Status kepegawaian berkaitan langsung dengan keamanan kerja, hak karyawan, serta perencanaan karier dan keuangan jangka panjang.

7. Budaya kerja dan kondisi perusahaan

Ilustrasi budaya kerja (freepik.com/tirachardz)

Last but not least, hal yang harus diperhatikan sebelum pindah kerja adalah budaya kerja sangat memengaruhi kenyamanan dan kinerja. Cari tahu bagaimana budaya kerja di perusahaan, termasuk pola komunikasi, jam kerja, serta gaya kepemimpinan. Lingkungan kerja yang sehat akan membantu karyawan berkembang secara profesional dan mental. Tak kalah penting, telusuri kondisi dan track record perusahaan. Pastikan perusahaan berada dalam kondisi stabil dan memiliki reputasi yang baik. Informasi ini dapat diperoleh dari situs resmi perusahaan, pemberitaan media, maupun pengalaman mantan karyawan.

Itu dia 7 hal yang harus diperhatikan sebelum pindah kerja. Pindah kerja adalah keputusan besar yang membutuhkan pertimbangan matang. Jangan asal resign tanpa memahami konsekuensinya. Dengan memperhatikan tujuh hal di atas, kamu dapat membuat keputusan pindah kerja yang lebih bijak, terencana, dan sesuai dengan tujuan karier jangka panjang.

Editorial Team

EditorAyu Utami