Sejumlah penelitian menunjukkan perempuan memiliki risiko burnout lebih tinggi. Dibandingkan dengan laki-laki, pekerja perempuan cenderung memikul beban peran ganda dan tekanan sosial yang lebih kompleks.
Burnout tidak hanya ditandai dengan kelelahan fisik, tetapi juga kelelahan emosional, menurunnya motivasi, hingga rasa tidak terhubung dengan pekerjaan.
Solusinya tidak cukup dengan istirahat sesaat, tetapi membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Simak cara mengatasi burnout kerja perempuan lebih lengkap di bawah ini.
