Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mau Sukses Jadi Hairdresser? Ini Tips Penting dari Para Ahli
istockphoto
  • Lie Kuang meluncurkan The Nine Cuts by Lie Kuang bersama L'Oreal Professionnel di Cosmobeaute 2026.

  • Buku tersebut mengajarkan sembilan teknik pemotongan rambut dasar bagi siswa dan calon hairdresser tingkat awal.

  • Indra Tanudarma dan Lie Kuang menekankan fondasi teknik, pelayanan, komunikasi, keberanian menghadapi tantangan, serta pemahaman tren.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1 Oktober 2026

Lie Kuang meluncurkan buku The Nine Cuts by Lie Kuang yang berkolaborasi dengan L'Oreal Professionnel di Cosmobeaute 2026, ICE BSD.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lie Kuang meluncurkan buku edukasi tata rambut berjudul The Nine Cuts by Lie Kuang.
  • Who?
    Lie Kuang, Indra Tanudarma, dan L'Oreal Professionnel terlibat dalam peluncuran dan pembahasan tips menjadi hairdresser.
  • Where?
    Peluncuran berlangsung di Cosmobeaute 2026, ICE BSD.
  • When?
    Peluncuran berlangsung pada 1 Oktober 2026.
  • Why?
    Buku tersebut dibuat untuk mengajarkan sembilan teknik pemotongan rambut dasar serta tips bagi siswa atau entry level.
  • How?
    Lie Kuang berkolaborasi dengan L'Oreal Professionnel dan membahas tips bersama Indra Tanudarma.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lie Kuang membuat buku tentang cara memotong rambut. Buku itu punya sembilan teknik dasar untuk orang yang ingin menjadi hairdresser. Lie dan Indra Tanudarma juga memberi tips. Mereka bilang harus belajar dasar, ramah kepada klien, bisa berbicara, berani menghadapi rambut yang sulit, dan memahami tren rambut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buku The Nine Cuts by Lie Kuang menyediakan pembelajaran dasar bagi siswa dan entry level yang ingin masuk ke dunia hairdresser. Pembahasannya tidak hanya mencakup teknik pemotongan rambut, tetapi juga komunikasi, pelayanan, empati, pemahaman tren, dan kemampuan menghadapi beragam kondisi rambut klien.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi hairdresser nggak sekadar bisa memotong rambut aja, Bela. Ada banyak keterampilan lain yang nggak kalah penting untuk didalami, termasuk ilmu komunikasi. Nah, sehubungan dengan itu, salah satu senior hairdresser Indonesia, Lie Kuang meluncurkan sebuah buku berjudul The Nine Cuts by Lie Kuang yang berkolaborasi dengan L'Oreal Professionnel di Cosmobeaute 2026, di ICE BSD, pada 1 Oktober 2026 kemarin. 

Buku ini merupakan buku edukasi tata rambut yang mengajarkan sembilan teknik pemotongan rambut dasar, hingga tips-tips menarik lainnya bagi para siswa atau entry level yang mau masuk ke dunia tersebut. POPBELA juga berkesempatan untuk berbincang langsung dengan Lie Kuang dan hairdresser Indra Tanudarma tentang tips dari para expert tersebut buat kamu yang ingin menjadi hairdresser. Simak selengkapnya di bawah ini, ya!

1. Kuasai Fundamental dan Fondasi Dasar

instagram.com/indratanudarma

Banyak orang berpikir belajar potong rambut bisa secara otomatis dikuasai hanya dengan melihat atau ikutan tren di media sosial. Eits, ternyata fondasi dasar alias fundamental technique itu hukumnya wajib, lho!

Indra Tanudarma dan Lie Kuang menekankan pentingnya mengambil kursus atau sekolah formal yang mengajarkan teknik dasar secara benar.

"Kenapa kita mengedepankan fundamental? Karena dari fundamental ini, kita bisa mengombinasikan semua jenis guntingan yang ada. Kalau kita punya fondasi kuat, mau lihat model rambut apa pun, kita langsung kebayang teknik dan arah guntingannya," jelas Indra.

Belajar secara otodidak tanpa paham teori dasar cuma bakal bikin kamu terbatas pada satu atau dua gaya rambut aja. Jadi, jangan ragu untuk investasi waktu dan ilmu di tempat pelatihan yang tepat, ya!

2. Punya Attitude dan Passion untuk Melayani

instagram.com/liekuang

Dunia hairdresser sangat erat kaitannya dengan pelayanan pelanggan. Memiliki kemampuan menggunting rambut yang hebat tentu bagus, tapi tanpa attitude yang baik, klien nggak bakal betah.

Menurut Lie Kuang, soft skill utama yang harus dimiliki seorang early-entry hairdresser adalah sikap (attitude).

"Soft skill yang paling penting kalau mau jadi hairdresser itu attitude. Harus punya passion untuk melayani. Cara bicara dan penampilan itu sangat krusial," tegas Lie Kuang.

Tunjukkan rasa hormat, keramahan, serta penampilan yang bersih dan rapi. Penampilanmu sebagai hairdresser adalah cerminan dari rasa estetika yang kamu miliki!

3. Asah Kemampuan Komunikasi & Buat Klien Merasa Nyaman

simplybusiness.co.uk

Seorang hairdresser profesional nggak cuma bertindak sebagai penata rambut, tapi sering kali juga menjadi tempat bercerita yang aman bagi para kliennya.

Indra menjelaskan bahwa komunikasi yang baik dan empati adalah kunci utama untuk membina hubungan (building trust) dengan klien.

"Ketika kita bisa berbicara dengan bahasa yang baik, sikap tubuh yang pas, dan punya empati, klien bakal merasa lebih relate sama kita. Saat mereka udah percaya, salon jadi safe zone buat mereka. Mau kita saranin gaya atau warna rambut apa pun, mereka bakal lebih open dengan opsi tersebut," tambah Indra.

4. Berani Mengambil Tantangan Transformasi

instagram.com/liekuang

Menjadi hairdresser artinya siap berhadapan dengan berbagai tipe dan kondisi rambut yang berbeda-beda. Nggak semua klien datang dengan kondisi rambut yang ideal, ada yang rambutnya rusak, teksturnya sulit diatur, atau warnanya tidak merata akibat perlakuan sebelumnya.

Penyelesaian dari masalah-masalah inilah yang justru bikin profesi ini makin seru! Kuncinya adalah jangan takut pada tantangan. Baik Indra maupun Lie Kuang sepakat bahwa melihat perubahan (transformation) klien dari yang biasa saja atau 'berantakan' menjadi sangat menawan dan percaya diri adalah kepuasan terbesar seorang hairdresser.

5. Pahami Tren & Kebutuhan Klien Indonesia

studio.salonory.com

Sebagai hairdresser, kamu juga harus rajin memperbarui wawasan soal tren kecantikan. Saat ini, kiblat gaya rambut di Indonesia cukup terbagi antara gaya Korean Look yang subtle, natural, dan mengedepankan kesehatan rambut, serta gaya Western Look yang lebih berani (edgy), vibrant, dan berdimensi.

Pahami juga bagaimana menyesuaikan warna atau potongan rambut dengan skintone serta gaya hidup masyarakat lokal. Pengetahuan yang luas mengenai tren akan membantumu memberikan sesi konsultasi yang matang dan tepat sasaran sebelum mengeksekusi rambut klien.

Bagaimana, Bela? Makin mantap untuk mengejar karier di dunia hairdresser?

Curated For You

Editorial Team

Related Article