Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Sutradara Bao Nguyen Ungkap Kisah di Balik Dokumenter 'BTS: THE RETURN'
Netflix

  • BTS kembali setelah wajib militer dengan album ARIRANG dan dokumenter 'BTS: THE RETURN' yang menyoroti proses kreatif serta sisi manusiawi mereka di studio Los Angeles.

  • Sutradara Bao Nguyen menggambarkan kolaborasi erat antara BTS, Hybe, dan tim produksi untuk menciptakan film autentik yang menampilkan perjuangan, kerentanan, dan dinamika kreatif para anggota.

  • Dokumenter ini mendapat sambutan positif dari ARMY karena kejujurannya dalam menampilkan tekanan, ekspektasi global, serta keseimbangan BTS sebagai seniman dan ikon budaya Korea.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sutradara Bao Nguyen mengungkap proses pembuatan dokumenter “BTS: THE RETURN” yang menyoroti perjalanan kreatif dan kembalinya BTS setelah masa wajib militer, termasuk dinamika di studio serta hubungan mereka dengan penggemar ARMY.
  • Who?
    Dokumenter ini digarap oleh sutradara Bao Nguyen bersama produser Jane Cha Cutler dan James Shin dari Hybe America, dengan partisipasi langsung seluruh anggota grup BTS.
  • Where?
    Proses pengambilan gambar dilakukan di studio Los Angeles, Amerika Serikat, sementara ide awal muncul setelah konser BTS di SoFi Stadium.
  • When?
    Pernyataan Bao Nguyen disampaikan pada Selasa, 7 April 2026, setelah para anggota BTS menyelesaikan masa wajib militer mereka dan merilis album comeback “ARIRANG”.
  • Why?
    Nguyen terinspirasi membuat dokumenter ini karena melihat kedekatan emosional antara BTS dan ARMY serta ingin menampilkan sisi manusiawi dan autentik para anggota dalam proses kreatif mereka.
  • How?
    Pembuatan film dilakukan secara kolaboratif antara tim produksi dan setiap anggota BTS, dengan pendekatan sinematik yang menonjolkan kejujuran, kerentanan, serta keseimbangan antara tekanan global dan ekspresi pribadi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah hampir empat tahun hiatus karena wajib militer, BTS kembali mengejutkan dunia dengan album comeback mereka, ARIRANG, yang langsung menduduki puncak Billboard 200, sementara single “SWIM” menempati posisi teratas Billboard Hot 100. Kembalinya grup K-pop global ini diabadikan dalam dokumenter terbaru, BTS: THE RETURN, yang menampilkan sisi paling intim dari perjalanan kreatif mereka di studio Los Angeles.

Melansir dari Vanity Fair, sutradara Bao Nguyen mengungkapkan tantangan, tekanan, dan dinamika unik antaranggota BTS, serta bagaimana proses kolaboratif mereka dengan label Hybe membawa film ini menjadi karya yang autentik dan menyentuh. Dari perjuangan kreatif hingga momen paling rentan di studio, dokumenter ini memperlihatkan sisi manusiawi BTS yang jarang terekspos. Simak kisah di balik layar dan respon ARMY terhadap dokumenter ini, Bela!

Inspirasi dan ide awal dokumenter

Netflix

Sutradara Bao Nguyen mendapatkan ide dokumenter ini setelah menonton konser BTS di SoFi Stadium. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman itu mengingatkannya pada mitologi Homerik The Odyssey, di mana BTS seperti Odysseus yang pergi bertugas militer, dan ARMY seperti Penelope yang menunggu pahlawan mereka.

“Jika kamu pergi ke konser BTS, kamu tahu bahwa mereka bisa benar-benar membuat penonton merasa dekat melalui interaksi dengan fans. Saat mereka berbicara tentang hiatus, hal itu sangat menginspirasi saya,” pungkas Nguyen, melansir dari Vanity Fair pada Selasa (7/4/2026).

Kesempatan untuk mewujudkan ide ini muncul kembali setelah anggota BTS menyelesaikan wajib militer. James Shin, presiden film dan televisi di Hybe America, menghubungi Nguyen untuk bekerja sama, dan ia bersama produser Jane Cha Cutler memutuskan untuk mewujudkan dokumenter ini.

Proses kreatif bersama BTS

X / BTS Daily⁷

Nguyen menekankan bahwa dokumenter ini dibuat bukan tentang orang-orang, tapi bersama orang-orang. Tim produksi berdiskusi dengan setiap anggota BTS mengenai apa yang ingin mereka bagikan dan apa yang ingin tetap pribadi. “Prosesnya sangat kolaboratif. Kami ingin membuat film yang jujur, yang juga menjadi surat cinta untuk ARMY dan BTS,” ujar Nguyen.

Cutler menambahkan, “Kami tidak bisa membuat film ini tanpa persetujuan mereka. Menjadi rentan di masa perubahan tidaklah mudah. Itu sangat berani dari mereka.” Pendekatan ini membuat film terasa autentik dan dekat dengan penonton.

Dinamika dan tantangan di studio

Netflix

Membuka diri di depan kamera tidak selalu mudah bagi anggota BTS. Nguyen mengatakan, “Dalam beberapa hari pertama, kami melihat bagaimana mereka merasa cemas. Mereka peduli dengan respons ARMY terhadap album, dan kami harus mendekati proyek ini dengan rendah hati dan sensitif.”

Gesekan yang muncul lebih banyak berasal dari tekanan eksternal, seperti ekspektasi terhadap kesuksesan album, bukan konflik antaranggota. “Masing-masing anggota memiliki pandangan dan kreativitas berbeda, dan itu yang ingin kami tunjukkan,” tambah Nguyen.

Respons ARMY terhadap 'BTS: THE RETURN'

Netflix

Respon fans ARMY terhadap dokumenter ini sangat positif. “Rasanya luar biasa, penuh cinta dari ARMY—untuk dokumenter ini, dan bagaimana film ini terasa jujur melihat gesekan dalam proses penulisan lagu dan dinamika dengan label,” jelas Nguyen.

Film ini menjadi jembatan antara penggemar lama dan penonton baru. Memperlihatkan tema universal seperti persatuan, perjalanan kembali, dan dedikasi terhadap karya seni, sehingga bisa dinikmati oleh siapa pun, tidak hanya penggemar BTS.

Fokus sinematik dan struktur cerita

Netflix

Nguyen menjelaskan bahwa film ini dibuat dengan pendekatan sinematik yang sangat terencana. “Kami memikirkan bagaimana menonjolkan masing-masing anggota secara sinematik, bukan berapa lama mereka tampil di layar. Film ini dimulai dengan tangan Jungkook memegang kamera, dan berakhir dengan dia berkata ‘Cut!’ setelah penampilan final mereka,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa dokumenter ini tidak hanya merekam proses kreatif, tapi juga menyampaikan pengalaman emosional dan artistik secara visual.

BTS sebagai ikon global

Netflix

Selain menyoroti sisi kreatif, dokumenter ini juga menekankan peran BTS sebagai duta budaya Korea. Nguyen menambahkan, “Individu mungkin tidak mampu menanggung beban ini, tapi karena mereka BTS, itulah satu-satunya cara mereka bisa memikul mahkota ini. Itu indah sekali.”

Film ini memperlihatkan bagaimana para anggota menyeimbangkan kehidupan pribadi, ekspektasi global, dan tanggung jawab sebagai ikon dunia, sambil tetap menjaga hubungan yang erat dengan ARMY. Nguyen menekankan bahwa fleksibilitas sangat penting saat membuat dokumenter, karena selama syuting ia menyesuaikan diri dengan apa yang terjadi di depan kamera, dan hal-hal yang awalnya ia rencanakan seringkali berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna.

Cutler menambahkan bahwa keterlibatan label dan anggota BTS membuat semua proses berjalan lancar, dari keputusan kreatif hingga finalisasi film. Dokumenter ini bukan sekadar rekaman musik, tapi pengalaman mendalam tentang kolaborasi, kesabaran, dan keberanian untuk terbuka. Itulah sisi paling intim BTS dalam BTS: THE RETURN, dari perjuangan kreatif hingga momen rentan di studio, sekaligus memperlihatkan peran penting ARMY dalam perjalanan mereka.

Editorial Team

EditorAyu Utami