Kedua versi Pagi Sore sama-sama mengklaim memakai resep asli yang diwariskan sejak awal berdiri. Meski demikian, masing-masing restoran tersebut punya ciri khas dan konsep rasa yang berbeda. Pagi Sore dengan logo merah lebih menonjolkan rendang sebagai menu andalan melalui slogannya "Jagonya Rendang". Selain itu, menu Ayam Pop Gurih juga menjadi salah satu menu favorit pelanggan.
Di sisi lain, Pagi Sore berlogo hijau lebih menekankan identitas sebagai rumah makan khas Minang. Walaupun menunya sama, namun restoran ini terkenal lewat menu gulainya yang lezat, seperti Gulai Gajebo, Gulai Otak, dan Gulai Telur Ikan.
Dari segi cita rasa, Pagi Sore Merah memadukan rasa yang medok, gurih, pedas rempah, dan manis pada hidangannya. Sebaliknya, Pagi Sore Hijau punya rasa yang lebih pedas, gurih, dan berempah khas lidah Minang.
Demikian penjelasan terkait siapa pemilik Pagi Sore yang tengah viral saat ini. Kamu sudah pernah mencoba yang mana, Bela?
Siapa pemilik RM Pagi Sore? | Pemilik sekaligus pendiri RM Pagi Sore adalah H. Lismar dan H. Sabirin. Kini, restoran dikelola oleh generasi penerus sang pendiri restoran. |
Kenapa Pagi Sore terkenal mahal? | Pagi Sore dikenal sebagai restoran Padang premium karena memakai bahan berkualitas, menjaga cita rasa autentik Minang, dan punya suasana restoran yang modern sekaligus nyaman. |
Di mana saja cabang RM Pagi Sore? | Pagi Sore memiliki cabang di berbagai kota seperti Palembang, Jakarta, Bandung, dan Jambi. |