pexels.com/JENNI AGUSTINA
Sejarah Hari Batik Nasional tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang batik di Nusantara, khususnya Pulau Jawa. Kesenian membatik ini telah berkembang sejak masa kerajaan, termasuk era kejayaan Majapahit, lalu makin dikenal seiring penyebaran agama Islam di Jawa.
Pada awalnya, batik hanya dibuat dan digunakan di lingkungan keraton. Kain tersebut sering dikenakan di kalangan raja, keluarga bangsawan, hingga pejabat tinggi kerajaan. Tak heran jika membatik dianggap sebagai aktivitas istimewa, penuh makna spiritual, dan sarat akan simbol serta filosofi kehidupan.
Seiring waktu, keterampilan membatik kemudian mulai menyebar ke luar keraton. Para pejabat dan masyarakat yang tinggal di luar istana turut mengenalkan keterampilan membatik hingga akhirnya batik makin melekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.
Hingga akhir abad ke-18, penggunaan batik makin meluas. Awalnya, proses pembuatannya didominasi teknik batik tulis yang membutuhkan waktu dan ketelitian. Namun, setelah Perang Dunia I, teknik batik cap mulai diperkenalkan sehingga produksi batik menjadi lebih cepat dan terjangkau.