Kamis Putih juga menandai dimulainya Triduum Paskah, yaitu tiga hari suci yang meliputi Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada Hari Paskah.
Lebih lengkap, Kamis Putih adalah rangkaian dari Pekan Suci yang memiliki lima bagian, yaitu:
Minggu Palma (Palem), saat Yesus masuk kota Yerusalem dan disambut serta dielu-elukan sebagai seorang raja.
Kamis Putih, saat Yesus mengadakan Perjamuan Malam terakhir bersama para muridNya.
Jumat Agung, saat Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan.
Sabtu Suci, saat Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk mengabarkan Injil.
Hari Minggu Paskah, saat Yesus bangkit kembali dari antara orang mati.
Menurut narasi Injil, Kamis Putih juga mencakup momen ketika Yesus memprediksi pengkhianatan oleh Yudas dan penyangkalan oleh Petrus, serta doa-Nya di Taman Getsemani.
Artinya, hari ini bukan hanya tentang kasih, tetapi juga tentang realitas manusia: pengkhianatan, ketakutan, dan kesendirian. Namun di tengah itu, Yesus tetap memilih untuk berdoa dan menjalani jalan yang sudah ditentukan.
Kamis Putih menunjukkan bahwa spiritualitas tidak menghapus penderitaan, tetapi memberi cara untuk menghadapinya.